//
you're reading...
Manhaj

PERAYAAN SATU MUHARRAM [MUHASABAH?]


Kekeliruan besar yang banyak dilakukan oleh organisasi-organisasi yang berkecimpung dalam medan dakwah saat ini, adalah mentarbiyah (mendidik) para pengikut-pengikutnya diatas pemahaman yang keliru terhadap ajaran agama yang hanif ini. Bahkan tidak jarang dengan pemahaman yang bertentangan dengan maksud dan tujuan dari agama itu sendiri.

Sebutlah diantara beberapa pemahaman atau pentarbiyahan yang keliru tersebut:

1. Memandang rendah urusan-urusan yang berkaitan dengan aqidah.

2. Menanamkan budaya taklid dan ta’assub terhadap satu mazhab dari mazhab-mazhab yang ada.

3. Mendahulukan ra’yu (akal) dan qiyas (Analogi) yang rusak dari nash-nash yang jelas lagi shahih.

4. Menghalalkan segala wasilah/perantara (termasuk wasilah bid’ah) untuk mencapai tujuan yang masyru’.

Perayaan satu Muharram (tahun baru hijriah) adalah salah satu buah dari pemahaman keliru tersebut. Dalam Islam, perayaan awal tahun Hijriyah (termasuk perayaan Milad, baik itu Milad untuk nabi, wali, organisasi atau milad-milad lainnya) adalah bid’ah yang tidak pernah diamalkan dan diajarkan oleh Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada para pengikut-pengikutnya.  Padahal Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak ada dasarnya dalam urusan (agama) kami, maka akan ditolak.” [HR. Bukhari 2697, Muslim 12/16]. Beliau juga bersabda, ‘Dan jauhilah perkara yang diada-adakan (dalam agama) karena setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” [HR. Abu Dawud dan At-Tirmidz]

Perayaan awal tahun baru hijriah bukan sekedar tidak memiliki sandaran dalil, tetapi lebih dari itu, ia adalah perbuatan tasyabbuh (menyerupai atau meniru-niru) kepada syiar agama nashrani yaitu perayaan tahun baru masehi.  Padahal Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, mak ia adalah bagian dari mereka.” [HR. Ahmad 2/50, Abu Dawud 4/314. Sanadnya dianggap jayyid (baik) oleh Ibnu Taimiyyah dan dishahihkan oleh Al-Bani dalam Shahihul Jami’ 6149].

Ibnu Taimiyah berkata: “Nabi Saw mempunyai khutbah-khutbah, perjanjian-perjanjian,peristiwa-peristiwa dihari yang sangat banyak, seperti hari perang Badar, perang Hunain, perang Khandaq, Fathu Makkah, hijrahnya beliau memasuki kota Madinah, dan ceramah-ceramah beliau yang berisi penjelasan tentang pondasi-pondasi agama. Tapi semuanya tidak menyebabkan hari-hari itu sebagai ied (perayaan), dan hal semacam ini (menjadikan kejadian-kejadian tertentu sebagai perayaan) hanya dilakukan oleh orang-orang Nasrani yang menjadikan hari-hari yang dilalui Isa Alaihissalam sebagai perayaan, atau orang-orang Yahudi. Ied (perayaan) adalah syariat. Maka apa yang disyariatkan oleh Allah adalah mesti diikuti dan jika tidak disyariatkan, maka tidak boleh mengada-ada didalam agama ini”. (Lihat Iqtidla Ash-Shiratal Mustaqim 2/614-615).

Perayaan Tahun Baru Hijriah Dalam Rangka Muhasabah diri (Intropeksi diri) atau Sebagai Wasilah (sarana) Syiar Islam

Adapun merayakan tahun baru dengan tujuan muhasabah dan sebagai sarana syiar Islam adalah sama terlarangnya dengan perayaan tahun baru itu sendiri. Karena telah melakukan taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah Ta’ala dengan wasilah yang bid’ah. Allah Ta’ala berfirman: Artinya, “Apakah mereka mempunyai sesembahan-sesembahan  selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan oleh Allah?”  [QS. 26;21]

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu ketika melihat orang-orang di masjid bertasbih, bertakbir dan bertahlil dengan menggunakan kerikil-kerikil kecil dan mereka berhujjah bahwa mereka tidak menginginkan kecuali kebaikan. Ia berkata: “Betapa banyak peminat kebaikan tetapi ia tidak mendapatkannya”.

Muhasabah tidak memiliki waktu yang terbatas atau waktu-waktu tertentu, muhasabah terbatas atau waktu-waktu tertentu, muhasbah ada disetiap waktu dari kehidupan muslim. Justru muhasabah, kata ulama-ulama adalah “lebih tepat dilakukan ketika ia berada seorang diri dibanding ditempat-tempat keramaian”. Imam Mawardi  berkata tentang muhasabah diri: “Hendaklah dimalam hari ia memikirkan atau mengoreksi amalan-amalan yang dilakukannya di siang hari, karena pada waktu malam lebih banyak menimbulkan lintasan-lintasan pemikiran dan lebih banyak menghimpun daya pikir”.

Tidak berbeda dengan Imam Mawardi, Ibnu Qayyim menasehatkan hal serupa: “Diantara muhasabah yang paling bermanfaat adalah seseorang yang hendak tidur barang sejam sebelumnya memuhasabah dirinya terhadap kerugian dan keuntungan yang ia dapatkan dalam sehariannya”. (lihat Ar-Ruh 79).

Kesimpulan

Perayaan 1 Muharram atau perayaan tahun baru hijriah bukan dari ajaran Islam. Dan hendaknya setiap muslim menjauh dari perbuatan-perbuatan yang tidak diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya. Wallahu ‘Alam…

Diskusi

2 thoughts on “PERAYAAN SATU MUHARRAM [MUHASABAH?]

  1. Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Wahai Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,

    Akhirnya tahun baru telah tiba…
    Tahun penentuan, apakah kita akan tetap jatuh terpuruk semakin jauh ke dalam kubangan kehinaan,
    Ataukah kita akan bangkit berhijrah menuju ke arah datangnya cahaya kemenangan di depan.

    Baca selengkapnya di

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/12/happy-new-year.html

    Posted by dir88gun | Desember 22, 2009, 9:13 am
    • Wa’alaikumussalam warahmatullah
      Tahun baru bukanlah tahun penentuan dan bukan pula tahun khusus muhasabah. Bulan-bulan bahkan hari-hari sebelum dan sesudah muharram adalah tetap sebagai penentuan dan hari-hari kita untuk bermuhasabah. Barakallahu fikum.

      Posted by bejanasunnah | Desember 11, 2010, 3:17 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: