//
you're reading...
Aqidah, Bahasa Arab, Dasar Ilmu, Fiqh Wanita, Fiqih, Hadits, Manhaj, Pengetahuan Umum, Tafsir, Uncategorized, Ushul Fiqh

MATAN BERMUTU UNTUK PARA PENUNTUT ILMU [Matan-Matan Ringkas Untuk Bekal Hafalan]


Pengarang kitab Syarh Hilyah Thâlibil ‘Ilmi, Syaikh Muhammad bi Shâlih al- ‘Utsaimîn rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang belum menekuni dasar-dasar ilmu, niscaya tidak akan bisa menguasai ilmu yang diinginkan. Barangsiapa yang ingin mendapatkan ilmu langsung sekaligus, maka ilmu itu akan hilang dari dia secara sekaligus. Ada sebuah ungkapan, “Penuh sesaknya ilmu yang didengarkan secara berbarengan akan menyesatkan pemahaman.” Dari sini maka ada harus ada pendasaran terhadap setiap ilmu yang ingin engkau kuasai, dengan cara menekuni dasar-dasar ilmu dan kitab yang ringkas pada seorang guru yang mumpuni.”

Karena pentingnya menekuni dasar-dasar ilmu bagi para penuntut ilmu, maka kami persembahkan tulisan yang berharga berikut ini[1] mengenai dasar-dasar ilmu dari setiap disiplin ilmu syariat. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.

————-

  1. Menghafal Al-Qur`an Al-Karîm
  2. [Tauhid]:

–       Ushûluts-Tsalâtsah. Karya Syaikhul Islâm Muhammad bin Abdul Wahhâb[2]. Dalam kitab ini beliau menjelaskan apa saja yang wajib dipelajari oleh setiap muslim dan muslimah; berupa dasar-dasar ilmu dan masalah-masalah penting lainnya. Maka tidak boleh ada seorang muslim pun yang sampai tidak mengetahui kandungan kitab ini.

–       At-Tauhîd. Karya Syaikhul Islâm Muhammad bin Abdul Wahhâb. Dalam kitab ini terkandung penjelasan untuk semua macam-macam tauhid. Kebanyakan babnya mengupas tentang tauhid uluhiyyah; karena ia adalah asal/pokok yang dengannya para rasul diutus dan kitab-kitab Allah diturunkan. Bagi penuntut ilmu hendaklah menelaah beberapa syarah untuk kitab ini, semisal [Taysîrul Azîzil Hamîd] karya Syaikh Al-Allâmah Sulaimân bin Abdullâh bin Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhâb dan kitab [Fathul Majîd] karya Asy-Syaikh Al-Allâmah Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh.[3]

–       Al-Aqîdatul Wâsithiyyah. Karya Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyyah rahimahullah. Didalamnya mengandung penjelasan untuk keyakinan ahlus sunnah wal jama’ah pada bab nama dan sifat-sifat Allah, iman pada hari akhir, dan masalah-masalah yang terkait dengannya, setelah itu: iman kepada takdir serta yang berhubungan dengannya. Kemudian beliau rahimahullah menjelaskan hakikat iman, hukum pelaku dosa-dosa besar, keyakinan ahlus sunnah pada para shahabat rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, lantas disusul dengan keyakinan ahlus sunnah dalam hal karamah para wali-wali Allah dan ditutup dengan beberapa sifat-sifat ahlus sunnah wal jama’ah. Maka tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu  mengabaikan menghafal kitab ini. Kitab ini memiliki syarah yang amat berfaedah yaitu kitab [At-Tanbihâtus Sunniyah] karya as-syaikh Abdul ‘Aziz ar-Rasyîd. Alangkah bagusnya membaca kitab tersebut untuk mendapatkan faedah darinya.[4]

Referensi Kitab-Kitab Aqidah Dari Karya Ulama-Ulama Terdahulu

                Hendaklah para penuntut ilmu mempelajari kitab-kitab aqidah yang pernah ditulis oleh para ulama terdahulu semisal: [Ar-Raddu ‘Alal Jahmiyyah] karya ad-Dârimi[5], [As-Sunnah] karya Abdullah Ibnul Imâm Ahmad, [Syarah Ushûl I’tiqad Ahlus Sunnah] karya Al-Lâlikâi, [Al-Ibânah] karya Ibnu Baththah, [At-Tauhid wa Itsbatu shifâtur Rabb] karya Ibnu Khuzaimah[6], [Asy-Syari’ah] karya Al-Ajurri[7], [Risâlatus Sajzy Ila Ahli Zabidi], [Al-Hujjatu Fi Bayâni Mahajjah] karya Imam Abul Qâsim Al-Ashbahâny[8]. Serta [kitab-kitab Syaikhul Islam dan muridnya al-allâmah Ibnul Qayyîm][9].

       3.      [Tafsîr]

Memulai dengan menghafal [Muqaddimah Ushûlut Tafsîr][10] karya syaikhûl Islâm Ibnu Taimiyyah, serta mengkaji [Daqâiqut Tafsîr][11] yang juga merupakan karya dari syaikhul Islâm Ibnu Taimiyyah.

Disamping itu, para penuntut ilmu diajurkan memperbanyak membaca [Tafsîr Ibnu Jarîr Ath-Thabari][12], [Tafsîr Ibnu Katsîr][13], [Tafsîr Al-Baghawi][14], [Ma’ânil Qur’an Al-‘Adzîm] karya Imam Abu Ja’far an-Nahhâs, [Adhwâul Bayân][15] karya al-‘allâmah asy-Syinqiti, serta tafsir-tafsir Ahlus Sunnah lainnya[16].

Tafsir-tafsir diatas berisi: ilmu qirâ`ah, nâsikh mansûkh, asbâbul nuzûl, serta hal-hal lainnya yang dibutuhkan oleh para mufassir seperti bahasa, nahwu, dan ilmu tashrîf. Ilmu-ilmu seperti ini amat dibutuhkan oleh para mufassir, oleh itu tidak sepatutnya jika seorang penuntut ilmu mengabaikan ilmu-ilmu diatas.


[1] Isi tulisan ini, al-faqir  terjemahkan secara bebas dari tulisan yang berjudul “Al-Ijâbatul Mukhtasharah Fit Tanbîhi ‘Ala Hifdzil Mutûnil Mukhtasharah” karya Syaikh Sulaimân bin Nâshir bin ‘Abdullah ‘Al-Ulwân.

[2] Semisal syarah al-allâmah Ibnu Utsaimîn dan Syaikh Al-Fauzân –hafidzahullah-. Diantara catatan kaki yang berharga lagi penting untuk kitab ini adalah catatan kaki milik Al-Allâmah Ibnu Qâsim hafidzahullah. Dan hapalkan juga mandzumah [susunan bait] untuk Ushûluts Tsalâtsah karya Al-Allâmah Su’ûd Asy-Syuraim –hafidzahullah- yang berjudul Isrâjul Khuyûl.

[3]  Dan syarah asy-syaikh al-allâmah Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimîn yang berjudul [Al-Qaulul Mufîd]. Jika anda berhasil mendapatkan cetakan Dârul ‘Âshimah maka ambillah dan tak perlu ragu. Atau cetakan pertama dari Dâr Ibnul Jauzi yang juga terdiri dari tiga jilid. Adapun untuk cetakan yang kedua yang hanya terdiri dua jilid maka penerbit telah menghilangkan semua komentar [ta’liq] syaikh Al-Musyaiqîh dan Abul Khail.

[4] Selain syarah diatas, ada juga syarah-syarah yang lainnya semisal: [Al-Kawâsyiful Jaliyyah] karya asy-syaikh As-Salmân rahimahullah. Syarah Muhammad Khalîl Harrâs rahimahullah tahqîq ‘Alwi As-Saqqâf as-Salafy. Syarah Zaid bin Fayyad yang berjudul [Ar-Raudhatun Nadiyah] dan ia adalah sebesar-besar syarah untuk kitab ini. Syarah asy-syaikh Muhammad bin al-‘Utsaimîn- dan kitab ini adalah kitab yang paling jelas dan paling mudah ibaratnya dibanding syarah-syarah lainnya. Dua catatan kaki oleh asy-syaikh Ibnu Mâni’  dan Ibnu Bâz ‘Ulayyah [cetakan Adhwaus Salaf]. Syarah asy-sy-Syaikh Khâlid al-Mushlih, dan lain sebagainya.

[5] Kitab ini memiliki cetakan yang bagus dengan tahqîq asy-syaikh Manshûr As-Simâry [cetakan: Adhwâus Salaf]

[6] Dengan tahqîq asy-syaikh Abdul ‘Azîz Asy-Syahwân [cetakan: Ar-Rusyd]

[7] Kitab ini memiliki dua cetakan yang bermutu, yaitu: 1. Tahqîq Al-Walîd An-Nâshir [3 jilid]. 2. Tahqîq asy-syaikh Ad-Damîji [6 jilid], upayakan cari cetakan kedua Darul Wathan, karena pada keduanya terdapat beberapa tambahan]

[8] Upayakan cari cetakan kedua dari kitab ini denga tahqîq Al-Madkhali dan kawannya.

[9] Jangan sampai anda terluput indeks [Majmu’ul Fatâwa] karya Syaikh Ibnu Qâsim serta [At-Taqrîb Li ‘Ulumi Ibnil Qayyîm] karya Syaikh Bakr Abu Zaid.

Sebagai penyempurna: Upayakan cari kitab [A’lâmus Sunnatil Mansyûrati Li I’tiqâdith Thâifati Nâjiyatil Manshûrati] karya al-allâmah al-faqîh Hâfidz Al-Hakami. Kitab ini amat sedikit orang yang mengetahui dan mempelajarinya. Ia adalah kitab yang aku tidak mengetahui ada tandingannya dalam kemudahan lafadh-lafadhnya, paling komplit dalam masalah-masalah aqidah-tanpa ada pengecualian-, susunannya yang menakjubkan, serta disokong dengan dalil-dalil yang memadai lagi shahih. Aku berkata “Barangsiapa yang hendak mengetahui aqidah salafus shalih maka hendaklah ia membaca kitab ini. Dan sebaik-baik tahqîq untuk kitab ini adalah yang ditahqîq asy-syaikh Ahmad bin Ali ‘Alûsy [cetakan: Ar-Rusyd].

Barangsiapa yang ingin memperluas kajiannya dalam bidang aqidah maka hendaklah ia membaca kitab beliau yang lain yang berjudul [Ma’arijul Qabûl Bi Syarhi Sullâmil Wushûl Ilâ ‘Ilmil Ushûli Fit Tauhidi] dalam tiga jilid dengan tahqîq asy-syaikh ‘Umar Mahmûd Abu ‘Umar [cetakan: Dâr Ibnul Qayyîm 1418] beserta indeks ilmiyahnya. Selain ini ada juga cetakan lain yang datang belakangan dengan tahqîq as-syaikh Shubhi bin Hasan Hallâq [cetakan: Ibnul Jauzi], beliau telah mengambil istifadah dari cetakan yang terdahulu-tanpa bantahan-namun dalam susunan dan pengaturannya lebih bagus dari yang sebelumnya, akan tetapi –sayang sungguh sayang- kitab untuk cetakan ini tidak memiliki indeks. Kitab Ma’arij ini memiliki ringkasan yang teramat indah yang diringkas oleh syaikh Hisyâm Alu ‘Uqdah [Cetakan: Dâr Thaibah Al-Khadhrâ]  

Dan jangan lupa: Kitab [aqidah Ath-Tahâwiyah] berikut dengan syarahnya karya Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafy. Dan sebaik-baik cetakan untuk kitab ini adalah apa yang ditahqîq dan yang dikomentari oleh Abdullah At-Turki da Syu’aib Al-Arnauth [Cetakan: Ar-Risâlah]. Kitab syarah ini memiliki tahzib [semacam ringkasan] yang teramat bernilai dan mendalam yaitu kitab [Taqrib wa Tartîb Syarah Aqîdah Ath-Thahawiyah] karya syaikh Khâlid Fawzi Hafidzahullah [Cetakan: Maktabah Adh-Dhiyâ`].

[10] Tahqîq yang terbaik untuk kitab ini adalah kitab yang di tahqîq oleh Fawwâz Zamarly [Cetakan: Dâr Ibnu Hazm]. Kitab ini memiliki syarah yang amat berharga yang ditulis oleh ‘Allâmah Ibnu Utsaimîn [Cetakan: Dârul Wathan] dan syarah yang ditulis Abdurrahman bin Qâsim yang berjudul [Muqaddimatut Tafsîr]. Asy-Syaikh Al-Fâdhil Musâ’id Ath-Thayyâr memiliki kitab yang amat berharga yang berjudul [Fushûl Fi Ushûlit Tafsîr] Cetakan: Ibnul Jauzi. Beliau benar-benar menerapkan ushul-ushul [dasar-dasar tafsir] tersebut dalam tafsirnya untuk Juz Amma [Cetakan: Ibnul Jauzi] dan tafsir ini –tafsir juz amma- adalah sebaik-baik tafsir al-‘amaliyah [praktek] dalam memperjelas kaedah-kaedah tafsir –fajazâhullahu khairan.-

[11] Ditambah dengan menelaah kitab [Badâ’iut Tafsîr Al-Jâmi’ Li Tafsîr Ibnul Qayyîm] karya asy-syaikh Yusra As-Sayyîd [Cetakan: Ibnul Jauzi].

[12] Kitab ini memiliki ringkasan yang amat berfaedah, yaitu [Taqrîb wa Tahzîb Tafsîr Ibnu Jarîr ath-Thabari] oleh asy-syaikh Shalâh Al-Khâlidi [Cetakan Dârul Qalâm] dan hadits-haditsnya ditakhrij oleh Syaikh Ibrâhim Al-‘Ali]

[13] Sebaik-baik cetakan untuk kitab ini adalah cetakan yang ditahqîq oleh asy-syaikh Sâmi As-Salâmah [cetakan kedua:  Dâr Taybah] terdiri dari 5 jilid beserta dengan indeksnya. Ada juga cetakan bermutu lainnya yang ditahqîq oleh Asy-Syaikh ‘Abdurrazzâq Al-Muhdi, dimana beliau menghukumi hadits-hadits yang ada di dalamnya besar beberapa atsar yang berhak untuk dihukumi kedudukannya. Jika seorang penuntut ilmu tidak sanggup membaca kitab aslinya maka hendaklah ia membaca ringkasannya, yaitu [Al-Mishbâhul Munîr Fi Tahzîbi Tafsîr Ibnu Katsîr] cetakan Dârus Salâm.

[14] Sebaik-baik cetakan untuk kitab ini adalah cetakan yang ditahqîq asy-syaikh ‘Abdurrazzâq Al-Muhdi [terdiri dari 5 jilid].

[15] Berupayalah menelaah kitab [Kasysyâful Masâili Fiqhiyyâti wal ‘Aqdiyyati fi Tafsîril Adhwâil Bayâni] karya ‘Abdurrâhman Al-Qusyairi [cetakan: Dârul Muslim]. Dan kitab yang ditulis ‘Abdurrahman As-Sudais [Al-Masâilul Ushûliyyati fi Adhwâil Bayâni].

[16] Berupayalah menelaah tafsîr imam As-Sa’di, ia benar-benar tafsir yang bermutu [Cetakan: Al-Luwaihîq hafidzahullah] terdiri dari satu jilid. Atau cetakan Ibnul Jauzi yang terdiri 4 jilid.

Diskusi

3 thoughts on “MATAN BERMUTU UNTUK PARA PENUNTUT ILMU [Matan-Matan Ringkas Untuk Bekal Hafalan]

  1. barakallahu fiyk

    Posted by abu 'aisyah | Desember 29, 2010, 7:15 am
  2. Subhanallah, terima kasih, Saudaraku.

    Posted by Ade Malsasa Akbar | Juli 8, 2012, 5:08 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: