//
you're reading...
Aqidah

Selamat Tahun Baru


Tahun baru, baik itu tahun miladiyah/masehi atau tahun hijriyah selalu berulang-ulang dalam kehidupan kita. Dan selalunya pula ucapan ‘selamat tahun baru’ mengiringi kedatangannya serta diucapkan oleh berjuta-juta manusia di dunia ini termasuk kaum muslimin. Bagi kita, ucapan ini adalah ucapan bagus, ucapan yang mengandung kedamaian, serta dapat mempererat persaudaraan kita dengan sesama makhluk Tuhan. Lalu  bagaimana pula menurut ulama tentang ucapan ini? Maka simaklah fatwa-fatwa berikut:

 

Ucapan Selamat Tahun Baru Miladiyah Untuk Non Muslim

Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Suhaimi bertutur, “Bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir tidak diperbolehkan memberikan ucapan selamat[selamat tahun baru, selamat natal, dll] kepada orang-orang kafir atas segala aktivitas keagamaan yang mereka lakukan, baik itu hari raya mereka atau permulaan tahun Miladiyah/Masehi. Tahun Miladiyah bagi non muslim terkait dengan kelahiran Isa al-Masih-begitulah sangkaan mereka- padahal penanggalan Miladiyah dengan acuan kelahiran al-Masih sudah pasti kelirunya. Karena kelahiran al-Masih ‘alaihissalam terjadi di musim semi (spring season) sementara perayaan orang-orang nashara atas kelahiran al-Masih dilakukan di musim dingin! sebagaimana yang dijelaskan oleh seorang peneliti sejarah asy-Syaikh Muhammad Kâzhim Habib dalam pembahasannya yang didokumentasikan di Universitas Amerika (DC).

Mengapa tidak boleh? Ibnul Qayyim rahimahullaah dalam bukunya Ahkam Ahl Adz-Dzimmah menjawab, “Mengucapkan selamat terhadap syiar dan simbol khusus orang kafir sudah disepakati keharamannya seperti memberi ucapan selamat atas hari raya mereka, puasa mereka dengan mengucapkan, “Selamat hari raya (dan yang semisalnya), meskipun pengucapnya tidak terjerumus ke dalam kekufuran, namun ia telah melakukan keharaman yang besar, karena sama saja kedudukannya dengan mengucapkan selamat atas sujudnya mereka kepada salib. Bahkan di hadapan Allah, hal ini lebih besar dosanya daripada orang yang memberi ucapan selamat kapada peminum khamar, pembunuh, pezina dan sebagainya. Dan banyak sekali orang Islam yang tidak memahami ajaran agamanya, akhirnya terjerumus ke dalam hal ini, ia tidak menyadari betapa besar keburukan yang telah ia lakukan. Dengan demikian, barang siapa memberi ucapan selamat atas kemaksiatan, kebid’ahan dan lebih-lebih kekufuran, maka ia akan berhadapan dengan murka Allah.”

 

Ucapan Selamat Tahun Baru Miladiyah Untuk Sesama Muslim

Asy-Syaikh Hâmid bin ‘Abdullah menjawab, “Hal itu tidak diperbolehkan! Ia bukan sejarah kita, dan juga pemberian selamat antara kita dengan yang lainnya (karena tahun baru itu) sama sekali tidak bermakna.

Mengapa tidak boleh? Syaikhul Islam Ibnu Taimiah berkata di dalam kitabnya Iqtidha` Ash-Shirath Al-Mustaqim fii Mukhalafah Ashhab Al-Jahim, bertutur “Menyerupai mereka di dalam sebagian hari-hari besar mereka mengandung konsekuensi timbulnya rasa senang di hati mereka atas kebatilan yang mereka lakukan, dan barangkali hal itu membuat mereka antusias untuk mencari-cari kesempatan (dalam kesempitan) dan menghinakan kaum yang lemah (imannya).”

 

Ucapan Selamat Tahun Baru Hijriah

Asy-Syaikh Shâlih fauzan dalam ‘Al-Ijabât Al-Muhimmah h. 229’ menjawab, “Aku tidak mengetahui dalil/landasan dalam masalah ini, tujuan kalender hijriyah bukan untuk dijadikan awal tahunnya sebagai momen untuk dijadikan hari raya dan saling memberikan ucapan selamat. Akan tetapi kali hijriyah hanya digunakan untuk mebedakan angka/perhitungan saja. Sebagaimana yang dilakukan Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu ketika meluasnya negeri Islam di zaman kepemiminannya. Ketika itulah sampai kepada beliau tulisan-tulisan (surat) tidak bertanggal. Beliau membutuhkan dibentuknya penanggalan agar diketahui kapan ditulisnya surat-surat itu. Maka beliau bermusyawarah dengan para Sahabat, dan mereka mengusulkan untuk menjadikan hijrah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai awal penanggalan hijriyah. Mereka beralih dari kalender miladi (Masehi), padahal saat itu sudah ada, dan menjadikan hijrah Nabi sebagai awal penanggalan kaum muslimin hanya untuk mengetahui dokumen dan tulisan saja. Bukan untuk dijadikan perayaan. Ini akan merembet menjadi perbuatan bid’ah.”

Mengapa tidak boleh? Disamping tidak ada dalil seperti yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Shâlih Fauzan diatas juga karena ini adalah bentuk tasyabbuh/meniru-niru orang-orang non muslim. Berikut faktanya: 1. Yahudi mereka saling mengucapkan selamat pada awal tahun ‘Ibriyah (tahun mereka) yang dimulai dari bulan Tisri (awal bulan). 2. Nashrani/kristen saling mengucapkan selamat pada awal tahun baru masehi.  3. orang majusi saling memberikan ucapan selamat pada hari raya nairuz yang itu adalah awal tahun mereka. Makna niruz adalah hari baru. 4. Arab jahiliyah mengucapkan selamat kepada raja mereka pada bulan muharram, sebagaimana yang disebutkan oleh al-Qazwaini dalam kitabnya ‘Ajaaib al-Mahluqaat dan juga lihatlah kitab al-A‘yaad wa Atsaruha ‘ala al-Muslimin karya doktor Sulaiman as- Suhaimi. Sedang Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam melarang kita bertasyabbuh dengan mereka. Beliau bersabda, “مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ” “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari mereka”. (HR. Ahmad dan Abu Daud dengan sanad yang jayyid).

 

Jika ada yang mengucapkan selamat tahun baru hijriah, bolehkah kita menjawabnya?

Diantara para ulama ada yang membolehkannya dan adapula yang melarang. Pendapat yang melarang itulah yang lebih utama untuk diikuti. Berikut perkataan bijak dari seorang ulama, “Apabila ada seseorang yang memberikan ucapan selamat kepadamu maka yang utama adalah memberikan nasehat dan penjelasan (tentang dilarangnya mengucapkan selamat tahun baru), karena menjawab ucapan adalah bentuk pambenaran kita terhadap perbuatannya. Akan tetapi karena permasalahan ini adalah permasalahan Ijtihadiyah (masalah yang di dalamnya boleh berbeda pendapat sesuai dengan ijtihad masing-masing ulama ahli ijtihad) maka tidak boleh mengingkari hal tersebut dengan keras, karena tidak ada pengingkaran dalam masalah ijtihadiyah.” Wallahu a’lam bishshawab.


Disusun oleh Al-Faqir Ilallah

Abu Halbas Muhammad Ayyub

DukuhDempok, Jember. 02-01-2010.

 

 

Diskusi

2 thoughts on “Selamat Tahun Baru

  1. kenapa bnyak sekali ya hukum dalam islam…..gmana cara mempelajarinya….alhamdulilah saya muslim….dan saya ingin belajar tentang islam lebih jauh….tetapi kok sepertinya bnyak perbuatan saya yang diluar ketentuan allah….dan apabila saya melakukannya semua saya tidak bisa bekerja…karena di zaman ini sepertinya semuanya haram….mohon cerahkan saya di facebook agungbagus8957@yahoo.co.id<<<itu juga alamat e-mail saya

    Posted by agung | Februari 6, 2012, 7:04 am
    • 1. Kenapa banyak hukum dalam islam? Jawabnya lantaran islam mengatur semua sisi kehidupan manusia baik didunia maupun diakhirat. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu telah menjelaskan tentang kesempurnaan agama ini:

      عَلَّمَنَا رَسُـوْلُ اللهِ صَـلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَـلَّمَ كُلَّ شَـيْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَ ةَ

      “Kami telah diajar oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam segala perkara hingga persoalan (bagaimana cara) membuang kotoran (kencing atau berak).” (Hadis Riwayat Bukhari)
      2. cara mempelajarinya? Datanglah ke majelis ilmu, tuntutlah dari tangan ulama-ulama yang terpercaya. Disamping itu perbanyaklah membaca buku-buku agama yang juga dari hasil tulisan ulama-ulama yang terpercaya.
      3. Banyaknya perbuatan anda yang diluar ketentuan Allah bukan penghalang untuk mempelajari syariat Allah. Mudah-mudahan dengan belajar ilmu syariat perbuatan anda ada dalam batas-batas Allah.
      4. Menjalankan semua syariat Allah, tidak bisa kerja? Ini mental yang rapuh! banyak saudara-saudaramu yang bisa bekerja dizaman ini dengan tetap berpegang teguh pada syariatnya.
      5. Zaman ini sepertinya semua haram? Belajarlah, niscaya akan anda temukan bahwa masih banyak hal-hal yang halal didunia ini.

      Posted by bejanasunnah | Maret 22, 2012, 3:02 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: