//
you're reading...
Aqidah

Dukun Tidak Tahu Ilmu Ghaib!


Soal:
Umumnya para dukun yang kami ketahui, mereka mampu mengetahui kejadian-kejadian yang akan datang (seperti siapa yang bakal keluar menjadi kepala desa, membongkar pelaku pencurian, serta kejadian-kejadian lain yang bakal menimpa). Pertanyaannya, apa benar dukun-dukun dan para tukang ramal itu mengetahui ilmu ghaib? Bagaimana pandangan syariat terhadap ilmu yang dimiliki dukun tersebut, dan bagaimana pula hukum mendatangi dukun?

Jawab:
Kami katakan kepada para dukun dan pada setiap orang yang mengaku mampu mengetahui ilmu ghaib, “Cis, sekali-sekali kamu tidak akan melampaui batas kemampuanmu sendiri!” (Ini adalah ucapan Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam kepada Ibnu Shayyad al-Yahudi yang mengaku dirinya pandai meramal dan mengaku sebagai seorang Nabi. Lihat HR. Al-Bukhari 1355).

Dan kami katakan kepada setiap orang yang lemah imannya, yang mengadukan urusannya kepada dukun dan tukang ramal, yang tertipu dengan ungkapan dusta keduanya, “Bukalah mata dan pendengaranmu baik-baik, bahwa tidak ada seorangpun dilangit dan dibumi ini yang mengetahui perkara ghaib melainkan Allah semata”

 

Ilmu Ghaib Hanya Untuk Allah

Ilmu ghaib hanya milik Allah.  Malaikat, Jin, Nabi dan para wali-wali Allah tidak mengetahui Ilmu Ghaib. Allah berfirman:

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ الْغَيْبَ إِلا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Artinya, “Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. [QS. An-Naml 65]

Namun terkadang, Allah memperlihatkan apa yang dikehendaki-Nya untuk suatu hikmah dan kemaslahatan.

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا إِلا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا

Artinya, “(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. [QS. Al-Jin: 26-27]


Malaikat Tidak Mengetahui Yang Ghaib

Malaikat tidak mengetahui yang ghaib, dalil yang menunjukkan demikian adalah firman Allah, [Artinya: “Dan Dia (Allah) mengajarkan Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, lalu berfirman; ‘Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang benar’, Mereka (para malaikat) menjawab; ‘Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Engkau telah ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”] QS. Al-Baqarah: 31-32

Jika para malaikat tahu ilmu ghaib, maka pastilah mereka bisa menjawab benda-benda yang Allah perintah kepada mereka untuk menyebutnya.

 

Jin Tidak Mengetahui Yang Ghaib

Jin tidak mengetahui yang ghaib, dengan dalil ketidakmampuan jin mengetahui kematian Nabi Sulaiman. Allah ta’ala berfirman [Artinya: Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.”] QS. Saba`: 14

Para jin pernah bekerja untuk Nabi Sulaiman. Dimana mereka membuat apa saja yang dikehendaki oleh Sulaiman berupa gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang besar seperti kolam, dll. Pernah para jin itu bekerja langsung dibawah pengawasan Nabi Sulaiman dimana ketika itu beliau bersandar pada tongkatnya. Ketika dalam pengawasan itu (dalam keadaan berdiri sambil bersandar pada tongkatnya) Allah mencabut ruh Nabi Sulaiman. Para Jin tidak mengetahui akan kematian Nabi Sulaiman, mereka tetap bekerja keras tanpa mengenal istirahat lantaran takut dengan Nabi Sulaiman. Hingga kemudian Allah mengutus rayap-rayap untuk memakan tongkat Sulaiman. Ketika Nabi Sulaiman tersungkur, barulah jin-jin itu tahu bahwa Nabi Sulaiman telah meninggal.

 

Nabi Tidak Mengetahui Yang Ghaib

Para Nabi tidak mengetahui yang ghaib. Malaikat pernah mendatangi Nabi Ibrahim dan Nabi Luth dalam bentuk manusia. Kedua Nabi tersebut tidak mengetahui bahwa yang datang itu adalah malaikat. Adapun Ibrahim, ketika menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang kepada tamunya dan tamu tersebut tidak mau menyentuh sedikitpun dari makanan itu, maka muncullah rasa takut Nabi Ibrahim. Lalu tamu (malaikat) itu berkata, “[Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth”] QS. Hud 70

Sedang Luth ketika didatangi oleh kaumnya dan mereka menghendaki para tamu yang ada dirumah Luth. Luth berkata kepada kaumnya, “[Seandainya aku ada kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan). Lalu tamu-tamu itu berkata, ‘Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu (malaikat). Sekali-sekali mereka tidak dapat mengganggumu.”] QS: Hud 80-81

Andai para Nabi itu mengetahui yang ghaib, tentulah mereka mengenal siapa jati diri tamu itu sebenarnya, yaitu malaikat.

 

Para Wali Tidak Mengetahui Yang Ghaib

Para wali tidak mengetahui yang ghaib. Aisyah dan ayahnya, Abu Bakar radhiyallahu anhuma adalah seutama-utama wali Allah. Namun ketika terjadi fitnah perselingkuhan yang menimpa ‘Aisyah atau dikenal dengan ‘Haditsul Ifki’, Aisyah tidak tahu menahu tentang desas-desus berita tersebut hingga diberitahukan oleh Ummu Misthah. Begitu juga Abu Bakar, ia tidak dapat mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya sehingga turun wahyu kepada Rasulullah shallallâhu alaihi wa sallam mengenai pembebasan Aisyah dari tuduhan yang mengada-ada itu.

 

Dukun Tahu Yang Ghaib?

Dibumi manakah dukun itu berpijak dan langit apakah yang menaunginya atau dari jenis golongan apakah dukun itu, hingga ia mengakui dan didaulat oleh orang-orang yang lemah iman bahwa ia mengetahui yang ghaib?!

Jika bahan dasarnya tercipta dari tanah, maka makhluk yang mencapai tingkat predikat ‘Nabi’ pun tidak mengetahui yang ghaib. Jika bahan dasarnya dari api, maka makhluk sejahat iblis (syaithan) pun tidak mengetahui yang ghaib, dan jika bahan dasarnya dari cahaya maka makhluk Allah yang bernama malaikat juga tidak mengetahui yang ghaib.

Dukun hanyalah seorang pembual, menipu orang-orang dengan tipu daya dan permainan sihirnya, ia sering bersumpah dengan kebodohan. Jikapun mulutnya berkomat-kamit membaca Al-Qur’an atau ragam sholawatan maka ia hanya berpura-pura untuk lebih meyakinkan para mangsanya.

 

Ucapannya Terkadang Benar?

Tidak perlu heran dengan keterangan para dukun dan tukang ramal yang terkadang perkataannya berbetulan dengan kenyataan, karena pengakuan mereka tentang yang ghaib, merupakan bisikan syaithan. Kesemuanya itu didapatkan melalui permohonan bantuan setan-setan yang mencuri dengar dari langit. Mereka mencuri kalimat dari ucapan Malaikat, lalu disampaikan ketelinga dukun, dan dukun tersebut berbohong dari kalimat (yang diterimanya itu) dengan seratus kali kebohongan. Lalu orang-orang mempercayainya disebabkan oleh satu kalimat yang benar tersebut yang didengar oleh setan dari langit. Karenanya, dukun dan tukang ramal seringkali memberikan keterangan yang sulit dimengerti, tidak jelas dan banyak mengandung kemungkinan.

 

Haram Mendatangi Dukun Dan Tukang Ramal

Rasulullah shallallâhu alaihi wa sallam melarang keras mendatangi dukun dan tukang ramal. Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang orang yang mendatangi dukun, ‘Barangsiapa yang mendatangi dukun dan mempercai apa yang dikatakannya, maka sesungguhnya ia telah kafir (ingkar) dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad shallallâhu alaihi wa sallam’ [Shahih. HR. Abu Dawud 4904, An-Nasai dalam Al-Kubra, At-Tirmidzi 135, Ibnu Majah 639 dan dishahihkan oleh Al-Bani dalam Al-Irwa’ 2006).

Sedang bahaya mendatangi tukang ramal, adalah sabda Rasulullah shalalllâhu alaihi wa sallam:
‘Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, lalu ia bertanya sesuatu kepadanya, maka tidak akan diterima sholatnya selama 40 hari.” [HR. Muslim 2230].

 

 

Ditulis oleh Al-faqîr Ilallâh

Abu Halbas Muhammad Ayyub

DukuhDempok, Jember.

Diskusi

2 thoughts on “Dukun Tidak Tahu Ilmu Ghaib!

  1. goblok

    Posted by bakul dawet | April 6, 2011, 11:46 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: