//
you're reading...
Dasar Ilmu

Matan Bermutu Untuk Para Penuntut Ilmu [3]


[Fiqih]

Adapun dalam ilmu fiqih[1] maka mulailah dengan menghafal: [Ad-Durarul Bahiyyatu Fil Masâilil Fiqhiyyati][2], kitab ini adalah matan fiqih karya al-‘allâmah Asy-Syaukâni pemilik kitab Nailul Authâr[3]. Perdalamlah ia dengan membaca syarahnya, baik yang disyarah oleh Asy-Syaukâni sendiri, syarah putranya, atau yang disyarah oleh Shiddiq Hasan Khân dalam kitab yang amat berfaedah yang berjudul [Ar-Raudhatun Nadiyah][4].

Jika sanggup maka hafalkan juga [Adabul Masyyi] karya syaikhul Islâm Muhammad bin Abdul Wahhâb rahimahullah. Dan tidak mengapa jika pelajar mau menghafalkan matan-matan fiqih lainnya, semisal: [Zâdul Mustaqni’][5] atau [‘Umdatul Fiqhi][6] untuk fiqih mazhab Hanbali[7], [Matan Abu Syujâ’][8] untuk mazhab Syafi’I, atau matan-matan fiqih lainnya yang berasal dari mazhab yang lain; namun ini tidak dimaksudkan untuk bertaqlid buta pada mazhab tertentu. Matan-matan tersebut dihafal tidak lain adalah untuk menguasai ushûl [pokok-pokok] masalah, dan nantinya apa yang sesuai dalil maka hendaklah ia menerimanya dan yang tidak sesuai ia menolaknya.

Tambahan:

-Diantara matan-matan fiqih ringkas yang diikat dengan dalil adalah yang ditulis oleh al-‘allâmah As-Sa’di rahimahullah yang berjudul: [Manhajus Sâlikîn wa Taudhîhul Fiqhi Fid Dîd] dengan tahqîq asy-syaikh Muhammad Al-Khudhairy]. Kitab ini memiliki syarah, diantaranya yang disyarah oleh al-‘allâmah Ibnu Jibrîn dengan judul [Ibhâjul Mukmîn] cetakan: Dârul Wathan. Atau yang disyarah sendiri oleh asy-syaikh Sa’di yang berjudul: [Al-Irsyâdu Li Nailil Fiqhi Bi Aqrabith Thuruqi Wa Aisiril Asbâb] cetakan: Adhwâus Salaf.

-Diantara kitab fiqih yang bermutu: [Fiqhus Sunnah] karya asy-syaikh Sayyid Sâbiq rahimahullah [Cetakan: Al-Fath], [Al-Mulakhkhas Al-Fiqh] karya Asy-Syaikh Shâlih Al-Fauzân [cetakan: Al-‘Âshimah], dan [al-Lubâb Fi Fiqhis Sunnah wal Kitâb] syaikh Muhammad Bin Shubhy Hallaq [cetakan: Maktabah Ash-Shahabah].

[Ushûl Fiqhi]

Ushûl Fiqih adalah satu disiplin ilmu yang amat dibutuhkan oleh para mujtahid dan juga para penuntut ilmu.

Maka mulailah dengan menghafal [Matanul Waraqât][9] karya Abdul Malik Bin Abdullah bin Yûsuf Al-Juwainy yang dikenal dengan nama imam Al-Haramain. Matan ini meskipun bentuknya kecil, namun pengarang kitab ini telah memasukkan di dalamnya beberapa perkara penting yang terkait dengan bab-bab ushulul fiqh. Diantaranya: Al-‘Amr, An-Nahyu, Al-‘Am, Al-Khâsh, Al-Muthlaq, Al-Muqayyad, An-Nasakh, Al-Ijmâ’, Al-Qiyâs dan lain sebagainya dari pasal-pasal yang berfaidah yang dibutuhkan oleh para penuntut ilmu. Lalu disusul dengan [Marâqis Su’ûd][10] kitab matan ushul fiqih yang satu ini berbentuk Nazham [disusun dalam bentuk rangkaian syair]. Kitab ini mengandung faedah yang besar. Hanya saja pengarangnya memasukkan beberapa permasalahan al-kalamiyah di dalamnya. Maka alangkah baiknya jika al-kalamiyah tersebut dibuang dan menghafal faidah yang terkandung di dalamnya. Lalu disusul dengan [Al-Kaukabul Munîr].[11] Sempurnakan dengan membaca: [Mudzakkirah] karya syaikh Amîn Asy-Syinqîty,[12] [Taisirul Wushûl Ila ‘Qawâidil Ushûl] karya Imam ‘Abdul Mu’min Al-Baghdady[13],  [Al-Wâdhih Fi Ushûlil Fiqhi] Muhammad Sulaiman Al-Asyqar. [Risâlatun Al-Allâmah As-Sa’di Fi Ushûlil Fiqhi] dengan syarah Al-Murtaqa Az-Zalûl Ilâ Nafâisil Ushûl karya Asy-Syaih Abdus Salâm bin Muhammad, [Ma’alim Fi Ushûlil Fiqh ‘Inda Ahlis Sunnati Waj Jama’ah] karya Asy-Syaikh Muhammad Al-Jîzâny.

[Al-Qawâidul Fiqhiyyah-Kaedah Fiqih]

Untuk materi ini maka mulailah dengan menghafal kitab [Manzhumah Al-‘Allâmah As-Sa’di] yang syarahnya di tulis oleh Asy-Syaikh Al-Asmari. Atau menghafal kitab [Manzhumah Asy-Syaikh ‘Utsaimin]- kitab beliau ini paling luas dan paling mudah pembahasannya dibanding kitab-kitab Al-Qawâid lainnya. Jika dua kitab tersebut sudah terkuasai baik maka perdalamlah kitab [Al-Wajîz] karya Asy-Syaikh Al-Bûrnû, kemudian dilanjutkan dengan kitab [Mukhtashar Al-Qawâid Al-Fiqhiyyah Li Ibni Rajab] karya As-Sa’di dengan tahqiq Al-Musaiqih. Kemudian kitab [Al-Ashlu] karya Ibnu Rajab dengan tahqîq Asy-Syaikh Masyhûr Salmân. Pelajari juga kitab [Al-Qawaidul Fiqhiyyatu Al-Mustakhrijatu Min Kitabi I’lam Al-Muwaqqi’în] karya Asy-Syaikh ‘Abdul Majîd Al-Jazairi yang diberi pengantar oleh Al-‘Allâmah Bakr Abu Zaid Cetakan: Dâr Ibnu ‘Affân. Serta kitab [Al-Qawâidul Fiqhiyyatu Al-Khamsu Al-Kubra Wal Qawâidu Al-Mundarijatu Tahtiha Min Majmu’in Fatawa Syaikhul Islâm] karya  Asy-Syaikh Ismâ’il ‘Ulwân, cetakan Dâr Ibnul Jauzi.

[Al-Farâidh-Ilmu Warits]

Mulailah menghafal Nazham [Ar-Rahbiyah]. Nazham ini amat bermanfaat, mudah difahami dan banyak faedahnya. Nazham Ar-Rahbiyah di susun oleh Abu ‘Abdillah Bin Muhammad bin ‘Ali Ar-Rahby. Sempurnakan dengan menelaah Hâsyiyah ibnu Qâsim terhadap nazham Ar-Rahbiyah. Dan pelajari pula Syarh Sibthul Mardiny ‘Ala Ar-Rahbiyah dan Hâsyiyah Al-Baqary ‘Ala Syarhil Mardiny. Jika Nazham Ar-Rahbiyah telah dikuasai dengan baik, maka jika mau hafalkanlah [Manzhumah Al-Burhaniyah] karya ini amatlah berfaedah dan sempurnakan dengan membaca syarahnya yang berjudul [Wasilatur Râghibîn Wa Bughyatul Mustafidîn] karya Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Ali bin Salûm.


[1] Hakikat fiqih adalah: Menghafal nash dan memahaminya, mendahulukannya atas pendapat, mampu mencocokkan suatu permasalahan dengan permasalahan yang semisal dengannya, memahami maqâshid syari’ah, dan menerapkannya pada realitas yang ada. Adapun peikiran atau pemahaman yang terbelunggu pada orang-orang atau kitab-kitab tertentu [taqlid], maka bukan bagian dari fiqih sedikitpun.

[2] Kitab ini memiliki cetakan yang amat bernilai dengan tahqîq asy-syaikh ‘Abdullah ‘Al-‘Ubaid –jazâhullahu khairan- [Cetakan: Al-‘Âshimah] di dalamnya terdapat komentar-komentar penting lagi berfaedah.

[3] Sebaik-baik cetakan untuk kitab ini adalah yang ditahqîq oleh asy-syaikh Shubhy Hasan Hallâq-jazâhullahu khairan- [terdiri dari 2 jilid].

[4] Sebaik-baik cetakan untuk kitab ini adalah yang ditahqîq oleh asy-syaikh Shubhy Hasan Hallâq-jazâhullahu khairan- [terdiri dari 2 jilid].

[5] Dalam kitab ini terdapat banyak permasalahan yang menyelisihi yang rajih-unggul- menurut mazhab Hanbali, dan yang unggul dari dalil. Ketika membaca buku ini, maka merujuklah pada catatan kaki milik asy-syaikh Shâlih Al-Buhaily dalam kitabnya yang masyhûr yang berjudul [As-Salsabîlu Fi Ma’rifatid Dalîl] dimana dalam kitab ini beliau fokus dalam penyebutan dalil dan ta’lîl [illat/motivasi hukum], menukil pendapat-pendapat mazhab yang masyhur serta pentarjihan [pengunggulan] yang datangnya dari syaikhul Islâm Ibnu Taimiyyah dan muridnya Ibnul Qayyîm rahimahumullah. Kitab ini [yaitu As-Salsabil] sudah ditakhrij haditsnya oleh cetakan Al-Bâz.

Selain itu ada juga syarah-syarah lainnya yang tidak kalah bermutunya dengan apa yang kami sebutkan diatas, yaitu kitab [Ar-Raudh Al-Murabba’] karya Al-Bahûty, dan kitab [Asy-Syarhul Mumti’] karya Ibnu ‘Utsaimîn, cetakan: Al-Musyaiqîh dan Abul Khâil, kitab ini terdiri dari 8 jilid.

[6] Tahqîq yang terbaik untuk kitab ini adalah tahqîq yang dilakukan oleh al-‘allâmah Al-Mu’allimi dan Abdullah Bassâm.

[7] Sebaik-baik syarah yang pertengahan [tidak panjang dan juga tidak begitu ringkas] untuk kitab ini adalah syarah milik Bahâuddin ‘Abdurrahman Al-Maqdisy yang berjudul [Al-‘Uddatu Fi Syarhil ‘Umdah]. Untuk cetakannya yang bermutu adalah cetakan yang ditahqîq oleh asy-syaikh ‘Abdullah At-Turky [Cetakan: Ar-Risâlah] 2 jilid. Sedangkan untuk syarah yang lebih luas adalah syarah milik Ibnu Taimiyyah rahimahullah- namun sayang syarah tersebut tidak sempurna, yang ada hanyalah kitab Thahârah, dan sebagian kecilnya dari kitab shalat, haji dan puasa.

[8] Ada banyak syarah untuk kitab ini, dan sebaik-baik syarah adalah syarah milik Imam Asy-Syarbini [cetakan: Dârul Kutub ‘Ilmiyah] kemudian disusul syarah Ibnu Daqîqul ‘Id.

[9] Asy-Syaikh Abdullah Al-Fauzân memiliki syarah ringkas lagi bermamfaat untuk kitab ini. Disamping itu matan Al-Waraqât ini juga memiliki manzhumah [susunan dalam bentuk syair] yang amat bernilai karya dari Asy-Syaikh Al-‘Imrithy rahimahullah. Sedang Asy-Syaikh Utsaimin rahimahullah memiliki syarah yang bernilai atas manzhumah ini.

[10]Asy-Syaikh Al-Allâmah Asy-Syinqithi pemilik kitab Adhwâul Bayân memiliki syarah yang amat berharga atas kitab ini yang berjudul [Natsrul Wurûd ‘Ala Marâqis Su’ûd] lantas disempurnakan oleh muridnya Muhammad Walid Sayyidi Asy-Syinqithi hafizhahullah. (Cetakan Dârul Manârah).

[11] Asy-Syaikh Utsaimin memiliki syarah untuk kitab ini, beliau mensyarahnya dalam dua puluh kaset.

[12] Upayakan mencari cetakan Asy-Syaikh Sâmi Al-‘Araby (Cetakan Dârul Yaqîn). Cetakan ini telah diberi harakat, hadits-haditsnya telah di takhrij sekaligus penetapan derajat hadits

[13] Upayakan memiliki kitab [Taisirul Wushûl Ila Qawâ’idil Ushûl] karya Abdul Mukmin Al-Baghdâdi Al-Hanbaly. Dan juga syarh kitab ini yang ditulis oleh Asy-Syaikh Al-Fâdhil Abdullah Al-Fauzan (Cetakan Dârul Fadhilah).

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: