//
you're reading...
Aqidah

Al-Qur`an Sebagai Jimat


Ulama berbeda pendapat tentang boleh tidaknya menjadikan al-Qur’an sebagai jimat (yaitu menulis beberapa ayat dari al-Qur’an lalu disimpan di dompet, dikalungkan ke leher, atau di bagian tubuh seseorang yang bertujuan mendatangkan manfaat atau menolak mudharat). Dan pendapat yang terkuat adalah pendapat yang tidak memperbolehkan al-Qur’an dijadikan sebagai jimat. Hal ini disandarkan pada beberapa alasan :

1)      Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda mengenai jimat :

ﺇﻦ ﺍﻠﺮﻗﻰ ﻮﺍﻠﺗﻤﺎﺌﻢ ﻮﺍﻠﺘﻮﻠﺔ ﺸﺮﻚ.

‘Sesungguhnya jampi, jimat, dan tiwalah adalah syirik.’ [Shahih. HR. Ibnu Majah 3883; 3530 dan Ahmad 1/381. Lihat ash-Shahihah 492].

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda :

ﻤﻦ ﻋﻠﻖ ﺘﻤﻴﻤﺔ ﻔﻘﺪ ﺃﺸﺮﻚ.

‘Barangsiapa yang menggantungkan jimat, maka ia telah melakukan syirik.’ [Shahih. HR. Ahmad IV/156 dan al-Hakim IV/417. Lihat ash-Shahihah 492].

Dua hadits di atas bersifat umum, tidak membedakan apakah jimat itu berasal dari al-Qur’an atau bukan dari al-Qur’an.

2)      Jika diperbolehkan menggunakan jimat dari ayat al-Qur’an, pastilah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam akan menjelaskannya. Seperti halnya beliau menjelaskan bolehnya beruqyah dengan al-Qur’an.

3)      Benar, bahwa al-Qur’an diturunkan sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman. Tetapi, perlu diketahui bahwa pengobatan dengan al-Qur’an telah telah dijelaskan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam. Yaitu; dengan dibaca, mengamalkan hukum-hukumnya, dan berpijak pada kehalalan dan keharaman yang ditunjukkannya. Tidak ada satu indikasipun bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membolehkan mengantung/memasang al-Qur’an sebagai jimat.

4)      Selain itu, pemakaian jimat dari al-Qur’an juga mengandung unsur penghinaan dan pelecehan terhadap al-Qur’an khususnya di waktu buang hajat dan ketika berada di tempat-tempat najis lainnya.

Dalil yang Membolehkan al-Qur’an Dijadikan Jimat

Adapun dalil yang digunakan oleh pendapat yang membolehkan al-Qur’an dijadikan jimat, di antaranya adalah, ‘Bersandarkan pada perbuatan Abdullah bin Amr yang pernah menulis do’a di atas kertas lalu digantungkan kepada anaknya yang belum baligh,’ adalah dalil yang tertolak. Karena atsar tersebut adalah lemah. Pada sanadnya terdapat seorang rawi yang mudallis; yaitu Muhammad bin Ishaq.

Kesimpulan

  1. Haram menggunakan al-Qur’an sebagai jimat.
  2. Jika al-Qur’an saja haram dijadikan sebagai jimat, bagaimana dengan jimat-jimat lainnya yang bukan berasal dari al-Qur’an ?! Pastilah hal itu lebih keras larangannya.

 

 

 

Jember, 1433/2011

Al-Faqîr Abu Halbas Muhammad Ayyub

Diskusi

One thought on “Al-Qur`an Sebagai Jimat

  1. makacii..
    info sangat bermanfaat.. ^^

    Posted by Rey | Juni 2, 2012, 8:30 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: