//
you're reading...
Soal Jawab Ringkas

Mandi Telanjang


Soal:

Bolehkah kita mandi telanjang?

Jawab:

Na’am diperbolehkan. Asalkan aktivitas tersebut dilakukan ditempat yang tertutup dan aman dari pandangan orang lain (selain istri/suami). Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri pernah mandi telanjang. Ibnu Hajar (lihat fathul Bari 1/290) berkata: Ibnu Hibban meriwayatkan dari jalan Sulaiman bin Musa, bahwa Ia pernah ditanya tentang suami yang melihat kemaluan istrinya, ia menjawab, “Aku pernah menanyakan hal itu kepada ‘Atha` dan ia berkata, “Aku pernah menanyakan kepada ‘Aisyah radhiyallahu anha lalu beliau menyebutkan hadits ini secara makna.” (yaitu hadits: Aku dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah mandi bersama menggunakan satu bejana dalam keadaan junub)”.  Selain Rasulullah, Nabi Mûsa alaihissalam pun pernah mandi telanjang [lihat hadits riwayat Al-Bukhâri no.278 dan Muslim no. 339] Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata: “Boleh membuka aurat ketika dibutuhkan dalam keadaan sendiri tidak ada orang lain. Seperti ketika mandi buang air kecil berhubungan degan istri dan semisalnya. Semua keadaan ini dibolehkan membuka aurat ketika sendirian. Adapun bila di hadapan orang lain maka haram membuka aurat dalam seluruh keadaan tersebut.” [Syarh Muslim 4/32]. Wallahu a’lam.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: