//
you're reading...
Fiqih

Menerima Hadiah Dari Orang Kafir


Soal:

Bolehkah ana menerima hadiah atau sumbangan dari teman yang notabenenya non muslim (kafir)?

 

Jawab:

Jika pemberian hadiah atau sumbangan itu tidak bertujuan sebagai penyuapan dalam menyamarkan kebenaran dan kebathilan, dan dalam menerima hadiah tersebut bukan sebagai bentuk untuk memupuk kecintaan dan kasih sayang dengan mereka, maka boleh menerima hadiah atau sumbangan tersebut sekalipun mereka bukan orang Islam.

 

Pembolehan ini disandarkan pada dalil-dalil berikut :

1)       Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menerima hadiah binatang dari orang kafir. Abu Humaid berkata, ‘Raja Ailah (raja musyrik) memberi hadiah kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berupa seekor keledai yang dipakaikan baju dari bulu.’ [HR. Bukhari 1481 dan 1392].

 

2)       Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menerima hadiah masakan kambing dari orang Yahudi. Dari Anas bin Malik, ‘Bahwasanya seorang wanita Yahudi datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa kambing beracun, lalu Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam memakannya.’ [HR. Bukhari 2617 dan Muslim].

 

3)       Bunda Hajar (ibu Ismail) adalah hadiah dari seorang raja yang lalim kepada Nabi Ibrahim. [HR. Bukhari]. Bunda Maria juga adalah hadiah dari raja Muqawqis kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

 

Tiga dalil di atas menunjukkan bolehnya menerima hadiah dari orang-orang selain Islam.

Adapun jika hadiah itu tujuannya sebagai bentuk penyuapan dalam menyamarkan kebenaran dan kebathilan, maka haram menerimanya. Pengharaman ini disandarkan pada kisah Nabi Sulaiman yang menolak hadiah dari ratu Saba. Nabi Sulaiman menolaknya karena ada upaya penyuapan dalam urusan agama. Ratu Saba tersebut mengirimkan hadiah agar Nabi Sulaiman membiarkannya menyembah matahari. [Lihat al-Qur’an surat an-Naml : 35-37].

 

Memberi Hadiah kepada Orang non-Muslim

Begitu juga sebaliknya, orang Islam dibolehkan memberi hadiah kepada orang non-muslim. Hal ini disandarkan pada firman Allah, ‘Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang memerangi kamu dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu.’ [QS. al-Mumtahanah : 8].

 

Umar bin Khaththab perneh memberi hadiah pakaian kepada saudaranya yang musyrik di Makkah. [HR. Bukhari 886 dan Muslim 2088].

 

Abdullah Ibn Amr pernah berkata kepada keluarganya sewaktu mereka menyembelih kambing. Apakah kalian sudah memberikan ke tetangga kita yang Yahudi ? Apakah kalian tidak mendengar sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam ?

 

ﻤﺎ زاﻞ ﺠﺒﺭﻴﻞ ﻴﻮﺻﻴﻨﻰ ﺒﺎﻟﺠﺎﺭ ﺤﺘﻰ ﻈﻨﻨﺖ ﺃﻨﻪ ﺴﻴﻮﺭثه.

‘Jibril selalu mewasiatkan kepadaku akan tetangga, hingga aku menduga bahwa Jibril akan memberinya hak waris.’ [HR. at-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Bukhari dalam al-Adâbul Mufrad].

 

Kesimpulan

Boleh menerima dan memberi hadiah dari/kepada orang kafir (non-muslim), asalkan saja tidak ada unsur penyuapan di dalamnya dan juga tidak ada unsur membangkitkan cinta dan kasih sayang dengan mereka.

 

Al-Faqir Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember 19 Shafar 1433H/14 Januari 2012

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: