//
you're reading...
Manhaj

Sebab-Sebab Bid’ah


Seseorang bertanya kepada al-Imam Abu ‘Ali al-Hasan bin ‘Ali aj-Jauzjani, ‘Bagaimanakah jalan menuju Allah?’ Abu ‘Ali menjawab, ‘Jalan menuju Allah itu banyak sekali. Jalan yang paling terang dan yang paling jauh dari keraguan (syubhat) adalah mengikuti as-Sunnah, baik dalam perkataan, pekerjaan, tekad, i’tikad, maupun niat. Karena Allah Ta’ala berfirman, “Jika kamu taat kepadanya (Muhammad), niscaya kamu mendapat petunjuk.” [QS. an-Nisa’ : 54].’

Lalu orang bertanya kepada Abu ‘Ali, ‘Bagaimanakah jalan menuju as-Sunnah?’ Abu ‘Ali menjawab, ‘Menjauhi amalan baru (bid’ah) dan mengikuti apa yang disepakati ulama Islam pada masa permulaan serta tetap mengikuti as-Sunnah.’

Ini adalah jawaban terang dari Imam Abu ‘Ali di tengah-tengah kebingungan manusia dalam masalah agamanya. Di saat amalan baru (bid’ah) dianggap sunnah sedang sunnah dianggap sebagai amalan baru.

Ketahuilah para pembaca budiman, bahwa ada sebuah nilai yang disepakati oleh semua ulama berkenaan dengan apa yang disebut dengan amalan baru. Mereka berkata, ‘Sesuatu yang dijadikan sebagai agama padahal bukan dari agama, maka dengan aklamasi (kesepakatan) ia dicela dan secara aklamasi pula ia dinamai dengan bid’ah.’ [al-I’tishaam oleh asy-Syathibi].

Sebab-sebab Munculnya Bid’ah

Mengamati ungkapan al-Imam Abu ‘Ali di atas berikut dengan perkataan-perkataan ulama lainnya, maka dapat diketahui bahwa munculnya bid’ah disebabkan banyak faktor; di antaranya :

1)       Tidak mengikuti manhaj (metode) orang-orang shalafus shalih (para shahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in), baik yang berkenaan dengan aqidah, ibadah, akhlak, pendidikan, dan pemikiran.

2)       Tidak memperhatikan sunnah-sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, tidak memeliharanya dan tidak mengamalkannya, bahkan meremehkan pahala serta bermalas-malasan dalam mengerjakannya. Barangsiapa yang tidak mengenal sunnah, maka tentu ia mengenal bid’ah. Termasuk mengerjakan suatu kewajiban yang tidak sempurna kecuali dengannya, maka sesuatu itu dihukumi wajib.

Oleh karena itu, setiap muslim harus mengetahui bagaimana cara Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam melakukan wudhu, tayammum, shalat, dan perilaku beliau ketika melayat, memandikan, mengkafani, menguburkan bahkan menziarahi kuburan dan ta’ziyah terhadap kerabat jenazah.  Selain itu, seorang muslim harus mengetahui metode beliau dalam berdzikir, berdo’a, beribadah, dan berzuhud.

3)       Banyaknya manusia menjadikan orang bodoh sebagai tokoh keagamaan mereka. Ketika mereka menanyakan suatu hukum atau  berbagai masalah kepada tokoh tersebut, tokoh itu mengeluarkan fatwa tanpa disertai dengan ilmu sehingga akhirnya sunnah hilang dan bid’ahpun tumbuh dan berkembang.

4)       Mengikuti dan menjalankan ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala maupun hadits-hadits Nabi-Nya Shalallahu ‘alaihi wasallam yang mutasyabih (yaitu makna ayat atau hadits yang tersamar, sehingga orang menjadi ragu dalam memahami sesuatu yang tidak sesuai bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Kitab-Nya, atau Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi wasallam; sedangkan orang yang mendalam ilmunya tidak demikian) tanpa terlebih dahulu mengembalikannya pada perkara yang jelas dan tegas.

5)       Penyebab bid’ah bisa juga datang dari kecintaan terhadap dunia yang berlebihan.

Kesimpulan

Demikianlah sebab-sebab terjadinya bid’ah di tengah ummat, barangsiapa yang memperhatikan lima point di atas, lalu melihat pada kenyataan ummat saat ini, maka ia akan mendapat kebenaran dari sebab-sebab di atas.

 

 

Ditulis oleh Al-Faqir Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember, 19 Shafar 1433H/14 Januari 2012

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: