//
you're reading...
Rehat

Tidak Perawan Lagi


Aku mengubur anak gadisku hidup-hidup di masa jahiliyyah. Tapi sebelum ia meninggal aku mengeluarkannya. Kemudian ia masuk Islam bersama kami dan keislamannya amat bagus. Namun, ia pernah terkena had dari hudud Islam (cambuk seratus kali karena berzina). Setelah itu kami tidak mengetahuinya sampai ia mengambil pisau dan hendak bunuh diri, tetapi kami bisa menyelamatkannya, meskipun ia telah berhasil melukai dirinya sendiri. Lalu saya mengobatinya sampai sembuh dan saya menerimanya kembali dengan baik. Lalu seseorang datang kepadaku untuk melamarnya, apakah aku harus memberitahukan tentang keadaannya yang sebenarnya?’ Umar berkata, ‘Hah? Jika kamu memberitahukannya maka aku akan menghukummu dengan hukuman yang akan diperbincangkan penduduk di berbagai kota. Nikahkanlah ia seperti pernikahan seorang muslimah yang suci.’ [Mushannaf Abdurrazaq 7/hal. 246].

 

Kisah lain, dari Abu Zubair al-Makky, bahwa ada seorang yang melamar adik perempuan seorang laki-laki, lalu ia menyatakan bahwa si gadis pernah kecelakaan dan hal itu sampai kepada Umar, maka beliau memukulnya atau hampir memukulnya, lalu berkata, ‘Mengapa kamu memberitahukannya.’ [al-Muntaqa 3/hal. 352].

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: