//
you're reading...
Fiqih

Membunuh Semut


Soal:

Bolehkah membunuh semut? [ ]

 

Jawab:

Imam asy-Syaukani berkata, ‘Ulama sepakat atas terlarangnya membunuh semut.’ [Nailul Authar 8/105]. Kesepakatan mereka ini disandarkan pada perkataan Ibnu Abbas di bawah ini :

نَهَى رسولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عنْ قَتْلِ أَرْبَعٍ مِن الدَّوَابِّالنَّملةِ والنَّحْلَةِ والْهُدْهُدِ والصُّرَدِ

‘Sesungguhnya Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam melarang membunuh empat binatang merayap; yaitu semut, lebah, burung Hud-hud, dan burung Shurad.’ [Shahih. HR. Ahmad 1/332 dan Abu Dawud 5267]

 

Larangan pada hadits di atas adalah bermakna haram. Dalam disiplin ilmu Ushul Fiqih disebutkan ‘Hukum asal pada larangan itu adalah haram.’

Dengannya, Imam ash-Shan’ani dalam kitabnya [Subulus Salam 2/76] berkata, ‘Hadits tersebut adalah dalil haramnya membunuh binatang-binatang tersebut.’

 

Hanya saja, larangan membunuh empat binatang tersebut dikecualikan jika binatang-binatang itu mengganggu atau menyakiti (seperti menggigit). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

نَزَلَ ‏ ‏نَبِيٌّ ‏ ‏مِنْ الْأَنْبِيَاءِ تَحْتَ شَجَرَةٍ فَلَدَغَتْهُ نَمْلَةٌ فَأَمَرَ ‏ ‏بِجَهَازِهِ ‏ ‏فَأُخْرِجَ مِنْ تَحْتِهَا ثُمَّ أَمَرَ بِبَيْتِهَا فَأُحْرِقَ بِالنَّارِ فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ فَهَلَّا نَمْلَةً وَاحِدَةً

‘Ada seorang Nabi singgah di bawah pohon, lalu ia digigit oleh seekor semut. Dia perintahkan agar barangnya diurus, lalu dikeluarkan dari bawahnya, kemudian ia perintah (supaya dibakar) rumah semut itu, lalu dibakar dengan api, maka Allah Ta’ala mewahyukan kepadanya : “Mengapa tidak seekor saja”.’ [HR. Bukhari dan Muslim]

 

Dalam hadits di atas, Allah Ta’ala menegur dan menyalahkan Nabi-Nya yang memusnahkan semut-semut yang tidak ikut andil dalam menggigitnya. Dan juga sekaligus menjadi dalil bolehnya membunuh semut jika ia mengganggu dan menyakiti.

 

Bolehkah membunuh hewan (semut) dengan membakarnya ?

 

Tidak boleh, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

وَإِنَّ النَّارَ لَا يُعَذِّبُ بِهَا إِلَّا اللَّهُ

‘Sesungguhnya api itu tidak boleh (digunakan) untuk menyiksa, kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala.’ [HR. Bukhari].

 

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda :

لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ

‘Janganlah kalian menyiksa dengan siksaan Allah (yaitu dengan api – red).’ [Shahih. HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi. Lihat Shahihul Jami’ 7368].

 

Kesimpulan

1)       Haram membunuh semut tanpa sebab.

2)       Dibolehkan membunuhnya jika semut tersebut mengganggu atau menyakiti namun tidak menggunakan api.

 

 

Al-Faqir Abu Halbas Muhammad Ayyub

DukuhDempok, Jember 2012

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: