//
you're reading...
Fiqih

Mentalqin Mayit Diatas Kubur


Soal:

Benarkah kebiasaan para modin kematian yang mentalqin mayit diatas kuburnya?

 

Jawab:

 

‘Talqin’ itu artinya mengajar. Jika talqin dikaitkan dengan urusan kematian berarti membimbing  orang yang sedang sekarat untuk mengucapkan ‘Lâ Ilâha Illallah’, bukannya memperdengarkan atau melafalkannya di hadapan orang yang sudah mati. Makna diatas disandarkan kepada sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam:

لَقِّنُوْا مَوْتَاكُمْ لا إله إِلاَّ الله

‘Talqinkanlah orang yang akan meninggal di antara kalian dengan kalimat “Lâ Ilâha Illallah”.’ [HR. Muslim].

 

عنْ أنسٍ قَالَ: أنَّ رَسُوْلَ اللّهِ عَادَ رَجُلاً مِنَ الأَنْصَارِ فَقَالَ: يَا خَال! قُلْ: لا إله إِلاَّ الله

Dari Anas dia berkata : Suatu ketika Rasulullah menengok salah satu seorang yang sedang sakit keras dari kalangan Anshar, lalu berkatalah Rasulullah kepada orang tersebut, ‘Wahai paman, ucapkanlah Lâ Ilâha Illallah …’ [Shahih. HR. Ahmad 3/152; 154; 286. Ahmamul Janaiz Syaikh al-Albani 11].

 

Demikianlah talqin yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Adapun talqin yang bermakna mengajarkan si mayit dari atas kuburnya buat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan oleh malaikat kepadanya seperti : ‘Ya Fulan, ucapkanlah Lâ Ilâha Illallah; Ya Fulan, katakan Tuhanku adalah Allah; agamaku Islam; dan Nabiku adalah Muhammad …’ adalah perbuatan yang tidak berlandaskan pada al-Qur’an, tidak dari Sunnah yang shahih, dan tidak pula dari perbuatan shahabat-shahabat Rasul. Padahal, perbuatan ibadah yang tidak memiliki landasan dari agama dinamakan sebagai perbuatan yang bid’ah, dan setiap bid’ah dalam agama adalah teranggap sebagai suatu kesesatan. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Setiap bid’ah adalah sesat …’

 

Dalil Orang yang Bertalqin

Biasanya, untuk membenarkan perbuatannya, para ahli talqin berhujjah dengan dalil berikut :

Dari Dhamrah bin Habib ia berkata, ‘Apabila telah diratakan kubur atas mayit dan orang-orang telah pergi, hendaknya dibacakan di sisi kuburnya : Wahai Fulan, bacalah Lâ Ilâha Illallah tiga kali, hai Fulan katakanlah : Tuhanku ialah Allah, agamaku Islam, dan Nabiku Muhammad…’ [Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dengan jalan mauquf]. Bagi Imam Thabrani sama seperti hadits tersebut dari hadits Abu Umamah dengan jalan marfu’ dan panjang.

 

Penilaian Hadits :

 

Hadits Dhamrah bin Habib adalah hadits mauquf. Hadits mauquf tidak dapat dijadikan sebagai hujjah menurut pendapat yang rajih. Sedang hadits Imam Thabrani dari Abu Umamah adalah hadits lemah. Pada sanadnya terdapat seorang rawi yang bernama Sa’id bin Abdullah al-Azdy. Ia adalah majhul (tidak dikenal). An-Nawawie dan al-Iraqy berkata, ‘Sanadnya adalah lemah.’ [Lihat Taudhihul Ahkam 2/558 dan penilaian lengkap lihat adh-Dhaifah 599].

 

Imam ash-Shan’ani berkata, ‘… dan dapat disimpulkan dari perkataan para imam ahli tahqiq bahwa hadits (tentang talqin di atas kubur) adalah lemah, mengamalkannya adalah bid’ah, dan jangan sekali-kali tertipu lagi terperdaya dengan banyaknya orang yang melakukannya. [Fathul ‘Allam Shiddiq Hasan Khan 1/489].

 

Kesimpulan

 

Mentalqinkan mayit di atas kubur adalah perbuatan bid’ah. Proses yang benar setelah pemakaman mayit adalah salah seorang berdiri di samping kubur untuk memohonkan kemantapan dan ampunan bagi sang mayit, seraya menyuruh kepada yang hadir untuk melakukan hal yang sama.

 

Hal ini disandarkan pada hadits ‘Ustman bin Affan  : Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam apabila telah selesai menguburkan mayit, beliau berdiri dan berkata, ‘Mohonkanlah ampunan bagi saudara kalian dan kemantapan untuknya, karena dia sekarang ini akan ditanya.’ [Shahih. HR. Abu Dawud 2/70, al-Hakim 1/370, dan al-Baihaqi 4/65. Lihat Ahkamul Janaiz 156].

 

 

Abu Halbas Muhammad Ayyub

DukuhDempok – Jember 1433H.

 

Diskusi

One thought on “Mentalqin Mayit Diatas Kubur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: