//
you're reading...
Fiqih

Shalat Awwâbin


Soal:

Shalat Awwâbin itu nama lain dari shalat apa? Apa benarkah shalat awwabin itu adalah shalat 20 rakaat yang dilakukan antara shalat Maghrib dan ‘Isyâ`?

 

Jawab:

 

Shalat Awwabin adalah nama lain dari shalat sunnah Dhuha. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

أَوْصَاني خَلِيلِي صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ بِثَلاثٍ لَسْتُ بِتَارِكِهِنَّ : أَنْ لا أَنَامَ إَلاَّ عَلَى وَتْرٍ ، وَأَنْ لا أَدَعَ رَكْعَتَيِ الضُّحَى ، فَإِنَّهَا صَلاةُ الأَوَابِينَ ، وَصِيَامُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ مِنُ كُلِّ شَهْرٍ

“Kekasihku Shalallahu ‘alaihi wasallam berwasiat kepadaku dengan tiga (hal), saya tidak akan meninggalkannya: Agar saya tidak tidur kecuali setelah shalat witir, tidak meninggalkan dua rakaat Dhuha karena ia merupakan shalat Awwabin (orang-orang yang banyak bertaubat dan kembali kepada Allah), dan puasa tiga hari setiap bulan.’ [Shahih. HR. Ibnu Khuzaimah 1223. Dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Silsilatush Shahihah 1164].

Dan darinya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ يُحَافَظُ عَلىَ صَلاَةِ الضُّحىَ إِلاَّ أَوَّابٌ . قال: وَهِيَ صَلاَةُ اْلأَوَّابِيْنَ

Tidak ada yang memelihara shalat  Dhuha kecuali Awwab (orang-orang yang kembali kepada Allah).’ Dan ia mengatakan, ‘Dan ia merupakan shalat Awwabin (orang-orang yang banyak bertaubat dan kembali kepada Allah).’ [Hasan Lighairihi. HR. Ibnu Khuzaimah 1124 dan ath-Thabrani dalam al-Ausath 4/159. Lihat as-Silsilatush Shahihah oleh al-Albani 1994].

 

20 Rakaat antara Maghrib dan Isya’

Adapun shalat 20 rakaat antara Maghrib dan Isya’ tidak dinamakan dengan shalat  Dhuha, tetapi dinamakan dengan shalat bid’ah. Dengan pertimbangan, bahwa berdasarkan dengan hadits yang shahih bahwa yang disebut dengan shalat Awwabin adalah shalat Dhuha. Dan hadits yang dijadikan pijakan oleh mereka yang berpendapat sunnahnya shalat 20 rakaat antara Maghrib dan Isya’ adalah palsu. Berikut dalilnya serta keterangan singkatnya.

 

Teks hadits:

مَنْ صَلىَّ مَا بَيْن المَغْرِبِ وِ العِشَاءِ عِشْرِيْنَ رَكْعَةً بَنىَ اللهُ لَهُ بَيْتًا فِى الجَنَّةِ

Barangsiapa yang melakukan shalat 20 rakaat antara Maghrib dan Isya’, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Syurga.’

Penjelasan: Hadits ini adalah hadits maudhu’ alias palsu. Ia diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam kitabnya Juz I hal. 414 dan oleh Syahin dalam kitabnya at-Targhib wa at-Tarhib dari jalan Ya’qub bin al-Walid al-Madini dari Hisyam bin Urwah dari ‘Aisyah. Al-Bushairy dalam kitab az-Zawaid mengatakan, ‘Dalam sanad hadits ini ada rawi yang bernama Ya’qub bin al-Walid al-Madini. Para ulama ahli hadits telah sepakat bahwa rawi ini adalah salah seorang yang dha’if (lemah). Imam Ahmad mengatakan, ‘Dia seorang pendusta yang ulung.’

 

Kesimpulan

Shalat Awwabin adalah nama untuk shalat sunnah Dhuha, bukan shalat yang berada di antara Maghrib dan Isya’. Sedang shalat sunnah 20 rakaat antara Maghrib dan Isya’ adalah bid’ah.

 

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember 1433 H.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: