//
you're reading...
Pengetahuan Umum

Adzab Pedih Bagi Yang Meninggalkan Shalat


Soal: Siksaan apa yang bakal ditimpakan bagi orang yang meninggalkan shalat? Mohon penjelasannya, agar saudara-saudara kami yang masih meremehkan urusan yang satu ini (shalat) berhenti dengan sikapnya seperti itu?

 

Jawab: Pemilik kitab Akhtaauna fil ‘Ibadat hal.  64 berkata, ‘Pelaksanaan shalat kaum muslimin pada saat sekarang ini sangatlah mengherankan. Ada yang senantiasa melaksanakan shalat tepat pada waktunya dengan berjama’ah dan khusyuk, golongan ini sangat minim jumlahnya, di antara mereka ada yang melaksanakan shalat namun tidak secara berjama’ah dan selalu pada akhir waktunya, di antara mereka ada yang tidak khusyuk dalam shalatnya, di antara mereka juga ada yang hanya melaksanakan shalat Jum’at, ada juga yang hanya shalat ketika hari Raya saja, dan juga ada di antara mereka yang seumur hidupnya hanya sekali masuk masjid, namun bukan untuk melaksanakan shalat, melainkan untuk dishalatkan. Ya Allah! Ada apa dengan mereka?’

Padahal, masalah shalat urusannya besar. Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Ketahuilah, bahwa orang yang menyia-nyiakan shalat tidak memiliki bagian sedikitpun dalam Islam.’ Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Tidak ada iman bagi yang tidak ada wudhunya.’ [Shahih. Ta’dzim Qadr ash-Shalah 945].

 

Hukum Meninggalkan Shalat

Orang yang meninggalkan shalat karena mengingkari kewajibannya atau karena tidak suka dengan kewajiban shalat, maka ia adalah kafir. Ibnu Hazm Radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ummat ini atas wajibnya shalat yang lima waktu. Barangsiapa yang menyelisihi masalah ini berarti ia kafir.’ [al-Muhalla I/228].

Adapun orang yang meninggalkan shalat karena meremehkan dan malas mengerjakan, maka para ulama berbeda pendapat mengenai kekafirannya. Sementara nash-nash hukum menunjukkan kekufuran tersebut. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Perjanjian antara kami dengan kalian adalah (mengerjakan) shalat. Siapa yang meninggalkan shalat, maka ia telah kafir.’ [Shahih. HR. at-Tirmidzi 2621 dan an-Nasa’i I/231].

 

Meninggalkan Shalat Lebih Buruk dari Berzina

Imam Ibnu Hazm Rahimahullah berkata, ‘Tidak ada dosa yang lebih besar setelah dosa syirik daripada meninggalkan shalat hingga habis waktunya dan membunuh seorang muslim tanpa alasan yang benar.’ [al-Kabair hal. 26].

Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata, ‘Kaum muslimin di seantero dunia sepakat bahwa meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja adalah salah satu dosa besar, dan dosanya di sisi Allah lebih besar dibandingkan dengan membunuh jiwa yang tak berdosa, mengambil harta orang lain secara bathil, berbuat zina, mencuri, dan minum khamer.’ [ash-Shalah wa Hukmu Tarukaha hal. 3 oleh Ibnul Qayyim].

Imam adz-Dzahabi Rahimahullah berkata, ‘Orang yang mengakhirkan shalat hingga waktunya habis termasuk pelaku dosa besar. Sedangkan orang yang tidak mengerjakannya – satu shalat – hukumnya seperti orang yang mencuri dan berzina. Karena, meninggalkan setiap shalat atau menyia-nyiakannya termasuk dosa besar. Jika ia melakukannya berulang-ulang, ia termasuk pelaku dosa besar kecuali jika ia bertaubat. Sementara jika ia terus meninggalkan shalat, maka ia termasuk orang yang merugi dan celaka.’ [al-Kabair hal. 28].

 

Hukum Ukhrawi bagi Orang yang Meninggalkan Shalat

Dari Samurah bin Jundab Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ‘Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sering berkata kepada para shahabatnya: Apakah salah seorang di antara kalian ada yang bermimpi? Kemudian diceritakan kepadanya apa yang dikehendaki Allah untuk diceritakan.

Pada suatu pagi beliau berkata kepada kami: Pada malam ini datang kepadaku dua pendatang; keduanya mengutusku dan berkata kepadaku: Berangkatlah, lalu aku berangkat bersama keduanya hingga kami datang kepada seseorang yang sedang berbaring, dan tiba-tiba ada orang lain berdiri di atasnya dengan membawa batu besar dan ia menimpakan batu besar itu ke atas kepalanya lalu dipecahkan kepalanya tetapi kemudian batu itu terbalik lalu ia mengambilnya dan dia tidak kembali lagi kepadanya hingga kepalanya pulih sebagaimana semula, kemudian dia kembali lagi kepadanya dan melakukan kepadanya seperti perbuatannya yang pertama.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan: Aku bertanya kepada keduanya: Subhanallah! Apa ini?

Keduanya menjawab: Berangkatlah, berangkatlah, kemudian kami datang kepada seseorang yang sedang terlentang dengan tengkuk bersandar dan ada orang lain berdiri di atasnya dengan membawa besi yang bengkok ujungnya, dan tiba-tiba ia datang ke salah satu sisi wajahnya lalu merobek mulutnya hingga ke tengkuknya dan dari hidung hingga ke tengkuknya dan dari matanya hingga ke tengkuknya (perawi berkata: Barangkali Abu Raja’ berkata: Kemudian ia merobek). Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Kemudian ia berpindah ke sisi lain lalu melakukan kepadanya seperti apa yang diperbuatnya pada sisi pertama. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Belum lagi ia selesai memperlakukan sisi tersebut sehingga sisi yang pertama sudah pulih lagi sebagaimana semula, kemudian ia melakukannya lagi sebagaimana semula, kemudian ia melakukannya lagi sebagaimana yang pertama.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Subahnallah! Apa ini?

Keduany berkata kepadaku: Berangkatlah-berangkatlah. Kemudian kami berangkat hingga datang kepada bangunan seperti tungku. Perawi berkata: Aku mengira bahwa ia berkata: Maka tiba-tiba di dalamnya terdengar suara-suara jeritan. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Kemudian kami malihat ke dalamnya, maka tiba-tiba di dalamnya ada orang laki-laki dan perempuan telanjang, dan tiba-tiba datang kepada mereka jilatan api dari bawah mereka, dan setiap kali jilatan api itu datang kepada mereka, maka mereka menjerit ketakutan.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Aku bertanya: Siapakah mereka itu?

Keduanya berkata kepadaku: Berangkatlah, berangkatlah. Kemudian kami berangkat hingga datang ke sebuah sungai – aku mengira bahwa ia berkata: – Merah seperti darah, dan tiba-tiba datang di dalam sungai itu ada seorang perenang yang sedang berenang, sedang di tepi sungai ada seseorang yang telah mengumpulkan batu banyak di sisinya; apabila perenang itu berenang, maka ia datang kepada orang yang telah mengumpulkan batu banyak itu lalu ia membuka mulutnya kemudian orang itu menjejali mulutnya dengan batu, kemudian ia kembali berenang dan datang lagi kepadanya; setiap kali datang kepadanya orang itu senantiasa menjejali mulutnya dengan batu.

Aku bertanya kepada keduanya: Apa ini?

Keduanya berkata kepadaku: Berangkatlah, berangkatlah. Kemudian kami berangkat hingga kami datang kepada seseorang yang buruk parasnya, sebagaimana lazimnya orang yang berparas buruk sangat buruk, dan tiba-tiba di sisinya ada api, ia menyalakannya dan memperluas sekitarnya.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Aku bertanya kepada keduanya: Apa ini?

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Keduanya berkata kepadaku: Berangkatlah, berangkatlah. Kemudian kami berangkat hingga kami datang ke sebuah taman yang panjang-panjang tanamannya, di dalamnya terdapat segala macam bunga musim semi, dan tiba-tiba di tengah taman itu ada seseorang yang sangat tinggi yang hampir saya tidak bisa melihat kepalanya yang tinggi di langit, sedang di sekitar orang itu terdapat anak-anak dalam jumlah yang paling banyak yang pernah aku lihat.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Aku bertanya: Apa ini dan apa mereka itu?

Keduanya berkata kepadaku: Berangkatlah, berangkatlah. Kemudian kami berangkat hingga kami datang ke sebuh pohon besar yang aku belum pernah melihat pohon yang lebih besar dan lebih bagus darinya. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Keduanya berkata kepadaku: Naiklah ke dalamnya, kemudian kami naik di dalamnya ke sebuah kota yang dibangun dengan susu emas dan susu perak, kemudian kami datangi pintu kota lalu kami meminta untuk dibukakan kemudian dibukakan untuk kami. Kemudian kami memasukinya lalu kami disambut oleh orang-orang yang separuh penciptaan mereka terlihat sangat buruk. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Keduanya berkata kepada mereka: Pergilah kemudian terjunlah ke dalam sungai itu. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Maka tiba-tiba sunagi itu nampak mengalir, airnya putih bersih, kemudian mereka pergi dan menyelam ke dalamnya, lalu mereka kembali kepada kami dalam keadaan telah hilang semua keburukan mereka dan terlihat sanagt bagus sekali.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Keduanya berkata kepadaku: Ini adalah Syurga ‘Adn dan ini adalah rumahmu. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Kemudian penglihatanku terarah ke atas dan tiba-tiba terlihat sebuah istana seperti awan putih. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Keduanya berkata kepadaku: Ini adalah rumahmu. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Aku berkata kepada keduanya: Semoga Allah memberkahi Anda berdua, maka biarkanlah aku memasukinya! Keduanya berkata: Sekarang belum boleh dan kamu pasti memasukinya.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Aku berkata kepada keduanya: Sesungguhnya sejak malam tadi aku melihat keajaiban, lalu apakah yang aku lihat ini?

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Keduanya berkata kepadaku: Sesungguhnya kami akan memberitahukannya kepadamu. Adapun orang pertama yang kamu datangi, orang yang kepalanya dipecahkan dengan batu itu ialah orang yang mengambil al-Qur’an lalu meninggalkannya dan tidur (meninggalkan) shalat wajib.

Adapun orang yang kamu datangi, yang mulutnya disobek hingga ke tengkuknya dan dari hidungnya hingga ke tengkuknya, dan dari matanya hingga ke tengkuknya itu ialah orang yang berangkat dari rumahnya kemudian melakukan kedustaan hingga mencapai ufuq.

Adapun orang-orang lelaki dan perempuan telanjang yang berada di dalam bangunan seperti tungku itu ialah orang-orang lelaki dan perempuan tukang zina.

Adapun orang yang kamu datangi, yang berenang di sungai dijejali batu itu ialah pemakan riba.

Adapun orang yang berparas buruk yang di sisinya ada api yang dinyalakannya dan diupayakan ke sekitarnya itu ialah malaikat penjaga Jahannam.

Adapun orang tinggi yang ada di taman itu ialah Ibrahim.

Adapun anak-anak yang mengelilinginya itu ialah setiap bayi yang mati di atas fitrah.

Perawi berkata: Kemudian sebagian kaum muslimin bertanya: Wahai Rasulullah, dan anak-anak orang musyrik? Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: Dan anak-anak kaum musyrikin.

Adapun orang-orang yang separuh mereka bagus dan separuhnya lagi buruk itu ialah orang-orang yang mencampur adukkan amal shalih dengan perbuatan-perbuatan yang buruk. Allah telah mengampuni mereka.’ [HR. al-Bukhari].

Demikian di antara hukuman ukhrawi yang akan ditimpakan kepada orang yang senantiasa melalaikan shalatnya. Wallahu A’lam.

 

 

 

Ditulis oleh Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember, Rabi’ul Akhir 1433 H.

 

 š›—–œ

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: