//
you're reading...
Aqidah

Doa Untuk Orang Kafir


Soal: Bolehkah memohonkan pengampunan untuk orang tua kami yang mati dalam keadaan kafir?

 

Jawab: Memohonkan pengampunan untuk orang kafir yang mati (termasuk kedua orang tua Anda) adalah haram hukumnya, demikian menurut kesepakatan para ulama. [Lihat Ensiklopedi Ijma’ hal. 307]. Begitu juga haram memohonkan hal-hal yang ada keserupaan dengan doa pengampunan seperti memohonkan agar mereka dirahmati, dimasukkan ke dalam syurga, diridhoi, dan lain sebagainya. [Lihat an-Nawawie dalam al-Adzkâr hal. 371 dan al-Futûhat 6/262].

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

‘Tidaklah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahannam.’ [QS. at-Taubah : 113].

Ibnu Jarir at-Thabary berkata, ‘Allah Ta’ala memberitahu  kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan orang yang beriman, hendaknya tidak berdoa kepada Allah Ta’ala untuk memintakan ampun atas dosa orang yang berbuat kemusyrikan sekalipun itu keluarganya sendiri, jika mereka mati tetap melakukan kesyirikan besar, karena orang ini adalah penghuni neraka. Karena Allah Ta’ala tidak mengampuni dosa orang yang berbuat kesyirikan. Tidak pantas seorang hamba memohon kepada Allah agar mengampuni dosa orang yang mati dalam keadaan syirik, padahal Allah tidak mengampuninya.’ [Lihat Tafsir Jami’ul Bayan fi Tafsiril Qur’an 11/30].

Dari Abu Hurairah Radliyallahu ‘anhu ia berkata, ‘Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah mengunjungi kubur ibunya lalu beliau menangis dan orang-orang yang di sekitarnya ikut menangis. Beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya aku meminta izin kepada Tuhanku agar aku diperkenankan memohonkan ampun untuknya (ibu). Namun, Allah tidak mengizinkanku. Dan aku meminta izin kepada-Nya agar aku diperbolehkan menziarahi kuburnya dan akupun diizinkan. Maka berziaralah ke kubur karena hal itu akan mengingatkan kalian pada kematian.’ [HR. Muslim 976, Abu Dawud 3234, dan lainnya].

Doa Hidayah untuk Saudara yang Belum Ber-Islam

 

Adapun mendoakan saudara atau kerabat Anda yang belum ber-Islam agar Allah Ta’ala memberikan hidayah kepadanya, menyehatkan badannya, menyembuhkannya dari penyakit, dan semisalnya; maka hal itu diperbolehkan. [Lihat Faidhul Qadir 1/345 dan al-Adzkâr hal. 371].

Terdapat beberapa riwayat yang menunjukkan bahwa hal-hal di atas diperbolehkan, di antaranya:

1)        Do’a Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kepada Ibu Abu Hurairah setelah Abu Hurairah meminta tolong kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk mendo’akan ibunya kepada Allah agar mendapat petunjuk masuk Islam; yaitu :

 اللهمَّ اهدِ أم أبى هريرة

‘Ya Allah, berilah petunjuk ibu Abu Hurairah.’

Yang berakhir dengan masuk Islamnya ibu Abu Hurairah, karena Allah Ta’ala telah mengabulkan do’a Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tersebut. [Hal ini diceritakan sebagaimana riwayat Muslim no.4546].

2)        Do’a Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kepada suatu Kabilah yang penduduknya kafir agar diberikan hidayah oleh Allah Ta’ala :

 اللهم اهد دَوْساً وائْتِ بِهِمْ

‘Ya Allah, berilah petunjuk suku Daus dan datangkanlah mereka dalam keadaan berserah diri (masuk Islam).’ [HR. Bukhari 4392 dan Muslim 4041].

3)        Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang semakna dengan dua hadits di atas.

Kesimpulan

  1. Tidak diperkenankan membaca doa ampunan untuk kedua orang tua; seperti doa : Allahummagh firly Wa Li Wa Lidayya … (Ya allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku …) yang telah meninggal dalam keadaan kafir, lantaran di dalamnya mengandung permohonan ampun dan Allah Ta’ala tidak memperbolehkan hal itu.
  2. Adapun mendo’akan saudara-saudara ataukah orang lain yang belum ber-Islam untuk mendapat hidayah agar mereka masuk ke dalam agama ini, maka hal itu diperbolehkan. Wallahu a’lam.

Kesimpulan

Penyembahan kepada patung telah dilakukan pada masa kaum Nabi Nuh, jauh sebelum orang-orang kafir Quraisy melakukannya. Sedang orang yang pertama kali mengajak orang-orang Arab menyembah patung adalah Amr bin Luhay. Wallahu A’lam.

 

 

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember 1433 H.

Diskusi

5 thoughts on “Doa Untuk Orang Kafir

  1. subhanallah….. penjelasan yg luar biasa. mudah2an kita selalu menjadikan internet sebagai media dakwah yg memberikan informasi dan mengajak ummat kepada kebaikan

    Posted by fahmi sofyan | Mei 17, 2013, 3:25 pm
  2. Subhanallah, syukron penjelasannya,ini sangat membantu saya atas keraguan yg slm ini saya alami.

    Posted by Fitri nurhidayah | Juni 24, 2013, 6:17 pm
  3. Apakah ada doa yg lebih spesifik agar Allah memberikan Hidayah-Nya kepada seseorang ?

    Posted by hamba allah | Oktober 9, 2013, 1:47 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: