//
you're reading...
Akhlak

Pantangan Murid


Menuntut Ilmu adalah salah satu amalan terbaik dan pendekatan diri terbaik yang akan menambahkan keimanan, petunjuk, cahaya hidayah, dan ketakwaan. Siapapun yang mengikuti jalan dan manhaj ilmu serta terhindar dari pantangannya, maka ia mendapatkan kemenangan besar, baik di dunia maupun di akhirat.

Di antara pantangan atau kesalahan murid dalam mempergauli gurunya adalah:

1.    Berbicara dengan guru dengan lafadz anta (kamu), namun yang benar adalah memanggil gurunya dengan kata antum (atau panjenengan dalam bahasa jawa) sebagai bentuk penghormatan kepadanya.

2.    Melalui atau melintasi sang guru dalam keadaan berjalan. Akan tetapi, hendaklah sang murid menunggu dan membiarkan sang guru berjalan di depannya.

3.    Melupakan kemuliaan seorang guru dan tidak menghormatinya.

4.    Masuk dan menemui sang guru pada saat di luar majelis ilmu, kecuali dengan izinnya.

5.    Tidak sabar atas tabiat dan watak sang guru dalam memberikan pelajaran.

6.    Memandang dengan pandangan remeh pada sang guru.

7.    Melukai dengan segala bentuk pelukaan; baik di hadapan maupun di belakang sang guru.

8.    Tidak duduk di hadapan guru dengan tawadhu’, rendah hati, dan khusuk mendengarkan apa yang sedang disampaikannya.

9.    Terus menerus melontarkan pertanyaan pada guru (kecuali setelah ada izin).

10.  Menanyakan kepada guru tentang sesuatu yang bukan bidangnya.

 

[Dari kitab Akhthâuna fil Ibadat wal Mualamat oleh Musthafa Murad Subhi].

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: