//
you're reading...
Fiqh Wanita

Aurat Wanita Muslimah di Depan Non Muslimah


Soal: Bolehkah saya tidak mengenakan tudung kepala (tidak berjilbab) dihadapan wanita non muslimah? Mohon jawabannya.

 

Jawab:  Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ

Katakanlah pada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kepadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara-saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita mereka’ [QS. an-Nur : 31].

Imam Ahmad – semoga Allah merahmatinya – pernah ditanya dengan soal yang sama tentang wanita muslimah menyingkap kepala di hadapan wanita ahli dzimmah (wanita non muslimah). Beliau menjawab, ‘Tidak halal baginya menyingkap (membuka) kepalanya. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘atau wanita-wanita mereka.’ [Masail Ishaq bin Hani an-Naisabury 2/149/1839].

Jawaban Imam Ahmad ini menunjukkan bahwa beliau berada di dalam barisan para ulama yang memaknai firman Allah, ‘wanita-wanita mereka’ adalah wanita-wanita muslimah, bukan wanita-wanita non muslimah. Dan inilah pendapat yang unggul menurut kami dari pendapat yang mengatakan bahwa makna dari ‘wanita-wanita mereka’ adalah semua wanita tanpa pengecualian (muslimah atau non muslimah).

Imam al-Qurthuby – Rahimahullah Ta’ala – berkata, firman Allah, ‘atau wanita-wanita mereka’ maknanya adalah wanita-wanita muslimah. ‘ [Tafsir al-Qurthuby 4625].

Lagi pula menampakkan aurat di hadapan mereka, yaitu di hadapan wanita-wanita kafir hanya akan menimbulkan fitnah dan mengoyak tirai kehormatan. Tidak ada yang menghalangi mereka untuk menyifati wanita-wanita muslimah di hadapan laki-laki dari kalangan mereka sendiri, lantaran tidak adanya larangan di kalangan mereka. Berbeda halnya dengan wanita-wanita muslimah, ia tidak akan berani menggambarkan (menyifati) aurat wanita di hadapan laki-laki termasuk pada suaminya, lantaran hal itu terlarang. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Janganlah seorang wanita yang berada bersama dengan seorang wanita lainnya menyifati keadaan wanita itu pada suaminya sehingga seakan-akan suaminya melihat wanita itu.’ [HR. al-Bukhari dan Muslim].

 

Kesimpulan

Permasalahan wanita menampakkan auratnya di hadapan wanita non muslimah adalah perbedaan pendapat di antara ulama yang tidak dapat dipungkiri. Namun, yang lebih unggul dan lebih mengarah kepada kehati-hatian adalah wanita muslimah tidak diperbolehkan menampakkan auratnya di hadapan wanita non muslimah. Ia hanya boleh menampakkan wajah dan kedua telapak tangannya saja, selain itu tidak diperbolehkan. Wallahu A’lam.

 

 

Al-Faqîr Abu Halbas Muhammad Ayyub

Bumi Mangli Permai, Jember, 1433 H.

Diskusi

One thought on “Aurat Wanita Muslimah di Depan Non Muslimah

  1. Bagus sekali dapat mengetahui tentang aurat yg tidak boleh dilihat

    Posted by ahmad sobirin | September 6, 2016, 4:33 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: