//
you're reading...
Fiqih

Shalat Sunnah Dhuha: Jumlah Minimal Rakaat Dan Bacaannya


Soal: Bolehkah  shalat Dhuha dikerjakan hanya dua rakaat dan adakah bacaan khusus (baik surah ataupun doa setelahnya) untuk shalat Dhuha?

 

Jawab: Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan dimulai ketika matahari telah naik setinggi tombak (satu meter) atau kurang lebih 15 menit setelah matahari terbit, sampai menjelang tergelincirnya matahari ke arah barat. Dan waktu yang terbaik dalam pelaksanaannya adalah ketika matahari sudah agak meninggi atau sudah terasa panasnya. Dalam hal ini Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صَلاَةُ اْلأَوَّابِيْنَ إِذَا رَمَضَتِ الْفِصَالُ

Shalat Awwabin (shalat Dhuha) apabila anak-anak unta mulai kepanasan.’ [HR. Muslim 748].

 

Keutamaan Shalat Dhuha

Ada banyak hadits yang menerangkan tentang keutamaan shalat Dhuha, dan satu di antara keutamaannya adalah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

Setiap pagi ada kewajiban dari setiap persendian kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan takbir adalah sedekah menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat dicukupi dengan melaksanakan shalat Dhuha dua raka’at.’ [HR. Muslim 720].

Hadits di atas menunjukkan betapa besarnya keutamaan shalat Dhuha dan betapa tinggi kedudukannya. Keutamaan yang demikian menunjukkan bahwa shalat Dhuha sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara rutin dan terus-menerus, bukannya dilakukan dengan jarang-jarang seperti apa yang dikatakan oleh sebagian ulama.

 

Shalat Dhuha Dua Raka’at

Ulama berbeda pendapat dalam masalah menetapkan bilangan yang terbanyak untuk rakaat shalat Dhuha (8, 12, atau jumlah rakaatnya tidak terbatas). Namun, ulama sepakat bahwa jumlah minimal untuk rakaat shalat Dhuha adalah dua rakaat. [Lihat Shahih Fiqhus Sunnah hal. 425].

Berikut dalil-dalil yang menunjukkan bahwa minimal rakaat dari shalat Dhuha itu dua rakaat:

1)       Lihat hadits yang lalu tentang keutamaan shalat Dhuha. Di mana di akhir sabda tersebut disebutkan, ‘… dan semua itu dapat dicukupi dengan melaksanakan shalat Dhuha dua rakaat.’

2)       Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: ‘Kekasihku Shalallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan tiga perkara kepadaku: Puasa tiga hari pada setiap bulan, dua rakaat shalat Dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.’ [HR. al-Bukhari 1178 dan Muslim 721].

3)       Dari Buraidhah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Pada diri manusia terdapat 360 ruas yang setiap ruasnya harus disedekahi.’ Para shahabat bertanya, “Siapa yang mampu melakukannya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, ‘Kamu mengubur ludah yang ada di dalam masjid atau kamu menyingkirkan sesuatu dari jalan. Dan apabila kamu tidak mampu, maka dua rakaat shalat Dhuha cukup bagimu.’ [Shahih. HR. Abu Dawud 1285 dan Ahmad 5/345].

 

Bacaan Khusus untuk Dhuha

Sebagian kamu muslimin ada yang terhalang atau merasa enggan melakukan shalat Dhuha lantaran merasa belum menghafal bacaan-bacaan khusus untuk shalat Dhuha. Di antara bacaan-bacaan khusus tersebut adalah membaca surat asy-Syams pada rakaat pertama setelah al-Fatihah dan pada rakaat kedua membaca surat adh-Dhuha atau membaca surat adh-Dhuha pada rakaat pertama dan surat Alam Nasyrah pada rakaat kedua. Selesai melakukan shalat Dhuha membaca do’a, ‘Allahumma Inna adh-Dhuha Dhuhauka, wal Baha’a Baha’uka, wal Jamalah Jamaluka, wal Quwwata Quwwatakk … dst atau do’a-do’a khusus lainnya.

 

Penulis katakan, ‘Mengkhususkan atau menetapkan bacaan tertentu pada tiap-tiap rakaat dari shalat fardhu ataupun shalat sunnah perlu didasari dengan dalil yang shahih, begitu juga halnya dalam urusan do’a. Dan sampai saat ini penulis belum menemukan satupun hadits shahih yang menerangkan bahwa membaca surat adh-Dhuha dan asy-Syams pada saat shalat Dhuha atau membaca do’a-do’a khusus setelah salam dari shalat Dhuha adalah perkara yang disunnahkan.

Ingat setiap pelaksanaan ibadah yang sifatnya lapang (tidak menunjukkan pada pengkhususan tertentu), maka mengkhususkannya dengan waktu, tempat, sifat, atau dengan cara tertentu (contohnya seperti bacaan surah dan do’a dalam shalat Dhuha di atas), maka tidak diragukan lagi bahwa hal itu adalah perbuatan bid’ah. Karena yang demikian itu adalah pensyari’atan tanpa ada landasan dalil.

 

Kesimpulan

Dibolehkan shalat Dhuha 2 raka’at dan itu jumlah minimalnya. Dan tidak ada bacaan surat atau do’a tertentu untuk pelaksanaannya.

 

Al-Faqir Abu Halbas Muhammad Ayyub

Bumi Mangli Permai, Jember 1433 H.

Diskusi

8 thoughts on “Shalat Sunnah Dhuha: Jumlah Minimal Rakaat Dan Bacaannya

  1. Mungkin bukan mengkhususkan, tapi itu anjuran… walaupun tidak sohih, anda bisa fahami maknanya.. dan insyaallah fadhilahnya luar biasa, hayati dalam hati saat berdoa… ‘Allahumma Inna adh-Dhuha Dhuhauka, wal Baha’a Baha’uka, wal Jamalah Jamaluka, wal Quwwata Quwwatakk … dst

    Posted by SDLH Ngawi (@InfoSDLHngawi) | Maret 27, 2012, 12:52 am
    • ِAnjuran pun bukan! Karena doa ini tidak pernah dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak juga oleh para shahabat, dan juga para tabi’in. Ia adalah doa yang pernah dimunajatkan oleh seorang Arab badui yang tidak dikenal (demikian kata Ad-Dinauri dalam kitab Al-Majalisah hal.727). Fadhilah apa yang anda maksud dalam doa ini? justru jika doa diatas dihayati maka akan kita temukan beberapa kekacauan lafazh serta beberapa penggalan doa yang bersifat berlebihan (bertele-tele) diantaranya pada kalimat: (…Ya Allah, apabila rizkiku di atas langit maka turunkanlah,bila di dalam bumi maka keluarkanlah,bila sulit maka mudahkanlah, bila haram maka sucikanlah,dan bila jauh maka dekatkanlah…) selain itu didalam doa ini ada kalimat: “Bihaqqi Dhuhaika/dengan hak dhuha-Mu” tidak pernah diketahui apa hak dhuha itu sehingga dengan hak itu kita bertawassul dengannya?

      Jika pun anda menolak argumentasi diatas dan tetap menganggapnya baik, maka bacalah ia dengan jarang-jarang jangan jadikan sebagai wirid yang rutin, tidak menisbatkannya kepada Nabi, tidak meyakini keutamaannya, tidak mengkhususkannnya pada waktu, tempat, atau ibadah tertentu.” Allahu a’lam.

      Posted by bejanasunnah | Juni 9, 2012, 11:38 pm
  2. Assalamu’alaikum , Sesuai hadist nabi , apakah jam7 anak unta sudah mrasa kpnasan???

    Posted by Heru. | Juni 9, 2012, 2:02 am
    • Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuhu.
      Anak unta belum merasakan panas pada jam yang anda sebutkan. Dalam fatawa Nur ‘ala ad-Darb (Juz 10/hal.400) disebutkan, bahwa ‘saat anak unta merasa kepanasan’ adalah 2 jam sebelum Dhuhur, atau 1 jam setengah sebelumnya, atau 3 jam sebelumnya. Allahu a’lam.

      Posted by bejanasunnah | Juni 9, 2012, 10:43 pm
    • dimulai ketika matahari telah naik setinggi tombak (satu meter) atau kurang lebih 15 menit setelah matahari terbit (kurang lebih jam 7 pagi), sampai menjelang tergelincirnya matahari ke arah barat (kurang lebih jam 11 )….gan Heru… jangan sepotong-sepotong ngambilnya, bisa sesat nantinya..

      Posted by Izra | Juli 23, 2012, 4:11 am
  3. Terima kasih infonya🙂
    oh ya. Klo bcaan surat di rakaat pertama n kedua apa bleh bcaan surat2 pendek di dlm al qur’an? Tnpa membca surat asy-syams n adh-dhuha?
    Mohon,di blz ya??
    Klo bisa di no.081959696447. Trimksih Wassalam ^_^

    Posted by Bintang Libra | Juli 21, 2012, 1:52 am
    • Iya dibolehkan. Yang kami maksudkan pada tulisan diatas adalah tidak bolehnya mengkhususkan shalat dhuha dengan bacaan surat asy-syams dan adh-dhuha. Adapun jika tidak bermaksud mengkhususkan, maka kedua surat tersebut dan surat-surat lainnya boleh dibaca pada setiap rakaat shalat dhuha. Wallahu a’lam. Jika ingin mendapatkan jawaban cepat maka silahkan hubungi nomor ini 081234596695 ^^.

      Posted by bejanasunnah | Juli 21, 2012, 5:17 am
  4. ‎​​​​Ɓε̲̣̣̣̥τ̩̩̥υ̲̣̥Ɩ⌣Ɓε̲̣̣̣̥τ̩̩̥υ̲̣̥Ɩ⌣Ɓε̲̣̣̣̥τ̩̩̥υ̲̣̥Ɩ,, dulu gara2 Gɑ̤̈ hafal surat tsb, ane gak mau dhuha,, trus ane tanya2,, ama Ƴğ ngerti ternyata Gɑ̤̈ αðα keharusan surah tersebut,, alhamdulillah ane mulai sholat dhuha,,

    Posted by niko | Januari 18, 2014, 3:13 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: