//
you're reading...
Soal Jawab Ringkas

Makna: Aman Dari Fitnah


Soal: Dalam banyak permasalahan agama yang terkait dengan interaksi antara laki-laki dan wanita ada ungkapan yang sering digunakan oleh ulama, yaitu: ‘dengan syarat aman dari fitnah’, apa arti sebenarnya dari ‘aman dari fitnah’ itu?

 

Jawab:  Asy-Syaikh Abdul Wahhab Abdus Salam dalam kitabnya Fiqhul Albisah waz Zinah menulis tentang fitrah dan pandangan syahwat sebagai berikut.

Fitnah secara bahasa berarti ujian dan cobaan. Sedang secara istilah fitnah adalah kecenderungan dan dorongan nafsu untuk berhubungan intim atau untuk melakukan perbuatan yang mengarah pada senggama.

Para ahli fiqih berbeda pendapat dalam mendefinisikan fitnah. Di antara mereka ada yang mempersempit pengertian fitnah menjadi fahisyah (perbuatan keji dan kotor. Ini khusus mengenai syahwat kemaluan jika dilakukan dengan cara yang dilarang atau harus dihindari secara tradisi). Ada juga yang bersikap moderat dan mengartikan fitnah sebagai perbuatan di bawah tingkatan fahisyah. Ahli fiqih yang lain memperluas pengertian fitnah menjadi kecenderungan nafsu.

Permulaan fitnah adalah pandangan dengan syahwat, yaitu melihat sesuatu yang indah (atau bisa menjadi melalui pendengaran yang didengar) lalu menikmatinya sambil membayangkan dalam pikiran dan hati. Pandangan tanpa syahwat adalah pandangan yang tidak menggerakkan hatinya pada hal yang negatif, seperti tatapan orang tua kepada puteranya yang masih remaja atau puterinya yang cantik. Syahwat, yang menjadi penyebab pengharaman, bisa menggerakkan hati dan mengarahkan kecenderungan alamiah seseorang pada nikmatnya berdekatan atau bersentuhan yang melebihi batas kewajaran. Di atas dua hal itu masih ada berciuman, berpelukan, bercumbu, dan bersetubuh.

Ada perbedaan yang jelas antara pandangan (atau pendengaran) yang menimbulkan syahwat dan pandangan (atau pendengaran) yang tidak menimbulkan itu, sekalipun memunculkan kekaguman terhadap objek yang dipandang (atau yang didengar). Mengingat, hal semacam ini tidak akan hilang dari tabiat manusia, bahkan pada anak kecil sekalipun. Wallahu A’lam.

 

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember, 1433 H.

Diskusi

2 thoughts on “Makna: Aman Dari Fitnah

  1. bismillaah. tanya ustadz. apakah dibolehkan bagi seorang wanita yang wajahnya biasa atau tidak begitu cantik dengan dalih tidak akan timbul fitnah lalu memilih tidak memakai penutup wajah? jazaakumullohu khoyr.

    Posted by taman surga | Maret 20, 2012, 1:40 pm
    • “Sesungguhnya wanita datang dalam rupa setan, dan pergi dalam rupa setan. Jika seorang di antara kalian melihat seorang wanita yang menakjubkan (tanpa sengaja), maka hendaknya ia mendatangi (bersetubuh dengan) istrinya, karena hal itu akan menolak sesuatu (berupa syahwat) yang terdapat pada dirinya” (HR. Muslim no. 1403)

      “Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” (HR. Tirmidzi no. 1173>

      Dua hadits diatas menunjukkan bahwa yang tidak cantik pun bisa menjadi cantik karena ulah setan. Jadi tetaplah memakai penutup wajah.

      Posted by bejanasunnah | Maret 22, 2012, 2:28 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: