//
you're reading...
Fiqih

Orang Junub Ke Pasar


Soal: Bolehkah orang junub keluar rumah?

Jawab: Orang junub dibolehkan melakukan aktivitas apa saja di luar rumah termasuk ke tempat-tempat keramaian yang di sana akan menyebabkan terjadinya persentuhan dengan orang lain, seperti di pasar.

Pembolehan ini lantaran;

Pertama, tidak adanya dalil yang melarang demikian bahkan sebaliknya terdapat beberapa dalil yang menunjukkan pada pembolehannya.

Kedua, berpegang pada hukum asal bahwa manusia itu adalah suci pada dzatnya baik di waktu hidupnya ataupun di waktu matinya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis.’ [HR. al-Bukhari 283 dan Muslim 371].

Dalil Pembolehan

Berikut dalil yang menunjukkan bolehnya menunda mandi janabat dan bolehnya keluar dari rumah di saat junub, di antaranya:

1)       Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menemuiku sedang saya ketika itu dalam keadaan junub, lalu aku berjalan bersamanya dan ia menggandeng tanganku. Kemudian secara diam-diam aku meninggalkan beliau lalu aku mandi. Seusai mandi aku kembali dan duduk bersamanya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya, ‘Kamu tadi ke mana wahai Abu Hurairah?’ Aku jawab, ‘Tadi engkau menjumpaiku dan saya ketika itu dalam keadaan junub, dan aku tidak suka duduk bersamamu (dalam keadaan seperti itu-red.).’ Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis.’ [HR. al-Bukhari dan Muslim].

2)       Disebutkan di dalam hadits yang shahih bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menggilir isteri-isterinya dengan satu kali mandi. [HR. al-Bukhari 284 dan Muslim 305].

Seperti yang diketahui, bahwa isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak berada di dalam satu rumah tetapi memiliki rumah masing-masing. Dan untuk mendatangi tiap-tiap isteri mestilah beliau keluar dari rumahnya.

Dua dalil di atas, kami anggap cukup untuk menetapkan bolehnya keluar rumah saat junub.

Kesimpulan

Orang yang junub boleh menunda mandi junubnya dan (belum sempat mandi junub) dibolehkan keluar dari rumahnya. Wallahu A’lam.

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember, 1433 H.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: