//
you're reading...
Hadits

Surat Yaasin


Soal: Benarkah bahwa kita dianjurkan oleh syariat memperbanyak surat Yaasin?  Mohon penjelasannya sekaligus penjelasan tentang kedudukan hadits-hadits Yaasin. Jazakumullahu khairan.

 

Jawab: Sebagian besar kaum muslimin di negeri kita ini amat mengistimewakan surat Yasin dari surat-surat lainnya yang terdapat di dalam al-Qur’an. Sebagai bukti atas pengistimewaannya itu bahwa ada di antara kaum muslimin yang menjadikan surat Yasin sebagai hiasan dinding yang disandingkan dengan ayat kursi di ruang tamu. Di antara mereka ada yang kewalahan di saat membaca al-Qur’an, namun ketika membaca surat Yasin ia dapat membacanya dengan lancar bahkan telah dihafalkannya di luar kepala. Di antara mereka ada yang menjadikan malam Jum’at adalah sebagai malam Yasinan, ada yang menjadikannya sebagai bingkisan doa kepada mayit, ada yang membacanya di atas kuburan, ada yang menjadikannya sebagai obat sekaligus pelaris, dan untuk kalangan orang-orang yang berkecukupan, mereka menginfakkan hartanya dengan mencetak surat Yasin secara terpisah, lalu dibagi-bagikannya kepada orang lain. Mereka melakukan semua itu karena meyakini bahwa ada pahala besar yang Allah sediakan bagi pelakunya.

 

Menjelaskan Status Hadits

Biasanya informasi tentang keutamaan-keutamaan sebuah amal (termasuk keutamaan membaca surat Yasin) oleh kebanyakan kaum muslimin didapatkan dari buku-buku yang dibaca atau melalui wejangan-wejangan dari seorang Kyai, Ustadz, dan tokoh-tokoh keagamaan lainnya. Umumnya, bacaan-bacaan atau wejangan-wejangan tersebut di atas memaparkan hadits-hadits yang terkait dengan amalan-amalan tertentu tidak disertakan keterangan mengenai status hadits-hadits tersebut, apakah hadits itu berstatus shahih atau hasan hingga bisa dijadikan sebagai pegangan ataukah ia berstatus lemah atau palsu hingga ia dapat dijauhi. Padahal menjelaskan status ke-dha’ifan (kelemahan) sebuah hadits, baik bagi seorang penulis ataupun sang penceramah adalah wajib hukumnya. Karena jika tidak dilakukan, maka dapat memberi kesan bagi pembaca bahwa hadits itu adalah shahih. Demikian yang dikatakan oleh Syaikh Ahmad Syakir di dalam al-Ba’its al-Hatsits hal. 77.

 

Hadits Lemah tidak Boleh Diamalkan

Yang benar, tidak boleh berpedoman kepada hadits-hadits dha’if (lemah) apalagi hadits palsu secara mutlaq dalam mengamalkan sebuah amalan ibadah. Syaikh Ahmad Syakir (salah seorang pakar hadits kenamaan) berkata, ‘Tidak ada beda baik dalam hukum-hukum biasa, keutamaan-keutamaan amal atau yang sejenisnya, semuanya tidak boleh menggunakan hadits dha’if sebagai dasarnya. Bahkan, seseorang sama sekali tidak boleh berhujjah kecuali dengan hadits yang benar-benar berasal dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, yaitu dengan hadits shahih atau hasan saja.’ [Ba’its al-Hatsits hal. 77].

 

Lemahnya Hadits-hadits Yasin

Ada banyak hadits-hadits yang menyebutkan tentang keutamaan surat Yasin, namun tidak ada satupun di antara hadits-hadits tersebut yang berderajat shahih atau hasan. Kesemuanya lemah atau palsu. Agar pembaca mendapat kejelasan tentang itu, maka di bawah ini kami akan menyebutkan beberapa hadits tentang keutamaan surat Yasin berikut dengan status hadits tersebut dilihat dari sisi kelemahannya.

 

Rincian Hadits-hadits Yasin

Berikut kami paparkan beberapa keistimewaan surat Yasin yang biasa dijadikan dalil oleh orang-orang yang menganjurkan membaca Yasin di setiap saat dan di berbagai kondisi. Sekaligus penjelasan status dari masing-masing hadits tersebut :

 

1)     Surat Yasin inti al-Qur’an

Dari Qatadah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya segala sesuatu itu ada hatinya (intinya) dan sesungguhnya hati al-Qur’an adalah surat Yasin. Barangsiapa yang membacanya, maka seakan-akan ia telah membaca al-Qur’an sebanyak 10 kali. 

Hadits lemah bahkan palsu. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi 4/46 dan ad-Darimi 2/456. Dalam sanadnya ada rawi yang bernama Harun Abu Muhammad. Ia adalah seorang rawi yang majhul (tidak dikenal identitasnya), demikian yang dikatakan oleh Imam at-Tirmidzi. [Lihat Mizanul I’tidal, jilid IV, hal. 288, no. Rawi; 9178]. Selain Harun Abu Muhammad, rawi yang bernama Muqatil yang terdapat di dalam kedua sanad hadits tersebut juga diperselisihkan. Apakah ia Muqatil bin Hayyan ataukah Muqatil bin Sulaiman. Jika ternyata ia adalah Muqatil bin Sulaiman (sebagaimana yang diunggulkan oleh adz-Dzahabi dan Abu Hatim), maka tidak diragukan lagi bahwa hadits di atas adalah hadits palsu lantaran Muqatil bin Sulaiman adalah seorang yang dituduh berdusta. [Lihat adh-Dhaifah 169].

 

2)     Membaca Yasin sekali, sebanding dengan membaca al-Qur’an 10 kali 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang membaca Yasin satu kali, maka seolah-olah ia telah membaca al-Qur’an sepuluh kali.’

Hadits palsu. Diriwayatkan oleh al-Baihaqy dalam Syu’abul Iman. Di dalam sanadnya terdapat beberapa kelemahan yang sangat mencolok. Pertama, terdapat rawi yang bernama Thalut bin ‘Ibad, kata Abu Hatim, ‘Ia adalah shaduq,’ menurut Ibnul Jauzi bahwa ia dinyatakan lemah oleh ulama, namun hal ini dibantah oleh adz-Dzahabi. Kedua, Abu Utsman tidak diketahui identitasnya (majhul). Ketiga, al-Mu’tamir tidak tercatat sebagai murid dari Thalut bin ‘Ibad dan begitu pula sebaliknya. Dinyatakan palsu oleh Syaikh al-Albani di dalam Dha’if Jami’ush Shagir no. 5798.

 

3)     Membaca surat Yasin penyebab terampuninya dosa

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang membaca surat Yasin dalam satu malam, maka di waktu dia bangun pagi termasuk orang yang mendapat maghfirah (pengampunan).

Hadits palsu. Dalam sanadnya ada rawi yang bernama Muhammad bin Zakariyah. Dia adalah pemalsu hadits. Diriwayatkan pula oleh ad-Daruquthny dari jalan Umar bin Rasyid, rawi inipun termasuk salah seorang pemalsu hadits. Ibnul Jauzi mengatakan, ‘Hadits ini dari semua jalannya adalah bathil, tidak ada asalnya.’ Imam ad-Daruquthny berkata, ‘Muhammad bin Zakariyah yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits.’ [Periksa al-Maudhu’at, Ibnul Jauzi I/246-247, Mizanul I’tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, dan al-Fawaidul Majmua’ah hal. 268 no. 944].

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang berziarah ke kuburan kedua orang tuanya pada tiap-tiap hari Jum’at, lalu dia bacakan Yasin di sisi kuburan keduanya atau salah satu dari keduanya, diampuni dosa-dosanya dengan jumlah ayat atau jumlah huruf yang dia bacakan.’

Hadits palsu. Ibnu Adiy mengatakan, ‘Hadits ini bathil (tidak benar) karena tidak ada asalnya sama sekali dari sanad ini. Amar bin Ziyyad dalam sanad ini adalah rawi yang suka memalsukan hadits ini dalam kitabnya yang khusus membicarakan hadits-hadits palsu. Menurut hadits yang shahih, kita hanya disyari’atkan mengucapkan salam kepada ahli kubur. Adapun membaca al-Qur’an di kuburan hukumnya bid’ah munkarah. Sebagaimana pendapat para ulama salaf.

 

4)     Membaca Yasin memudahkan kematian orang yang sedang Naza’

Dari Abu Darda’ dan Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhuma, keduanya berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Tidak seorangpun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza’) melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya.

Hadits palsu. Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalma kitab Akhbaru Ashbahan 1/188. Dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Marwan bin Salim al-Jazari. Ia dinyatakan dha’if (lemah) oleh para ulama di antaranya Imam Ahmad, Abu Ja’far al-‘Uqaili, dan an-Nasa’i. Imam Bukhari, Muslim, dan Abu Hatim berkata, ‘Ia munkarul hadits.’ Kata Abu ‘Arubah al-Harrani, ia sering memalsukan hadits. [Periksa Mizanul I’tidal IV/90-91].

Dari Ma’qil bin Yasar Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu.’

Hadits lemah. Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 3121. Di dalam sanadnya terdapat beberapa kelemahan. Pertama, terdapat rawi yang bernama Abu Utsman, ia adalah perawi yang tidak diketahui identitasnya (majhul). Kedua, Abu Utsman menerima dari bapaknya, sedang bapaknya ini juga majhul. Ketiga, Sulaiman at-Taimi dikategorikan mudallis dari al-Hasan, dan hadits-hadits itu tidak pernah didengar darinya. [Lihat Tahzibut Tahzib XII/13 dan Mizanul I’tidal XI/212].

 

5)     Rutin baca Yasin penyebab mati syahid 

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Siapa yang terus-menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid.

Hadits palsu. Hadits ini diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dan Ibnu Mardawaih. Dalam sanadnya ada rawi yang bernama Sa’id bin Musa al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. [Lihat Mizanul I’tidal II/159-160].

 

6)     Membaca Yasin sebanding dengan berhaji 20 kali, mendengar bacaannya sebanding berinfak 20 dinar, menulis lalu meminumnya penyebab hilangnya kesulitan

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang mendengar bacaan Yasin, dia diberi ganjaran 20 dinar pada jalan Allah. Dan barangsiapa yang membacanya diberi ganjaran dengan 20 kali melakukan ibadah haji. Dan barangsiapa yang menuliskannya, kemudian dia minum maka dimasukkan ke dalam mulutnya 1000 keyakinan, 1000 cahaya, 1000 berkat, 1000 rahmat, 1000 rizki, dan dicabut darinya segala kesulitan.

Hadits palsu. Diriwayatkan oleh al-Khathib kemudian beliau berkata, ‘Hadits ini palsu.’ Dalam sanad hadits ini terdapat rawi yang bernama Ahmad bin Harun. Ibnu Adiy mengatakan bahwa ia memalsukan hadits ini. [Lihat Fawaidul Majmu’ah hal. 300].

 

7)     Surat Yasin tergantung bagi niat pembacanya

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Surat Yasin itu bisa memberi manfaat bagi sesuatu tujuan yang dibacakan (untuknya).’

Hadits ini tidak ada asalnya. Lihat kitab al-Mashnuu’ fi Ma’rifatil Hadiitsil Maudhuu’ hal. 117.

 

8)     Membaca Yasin, segala kebutuhan terpenuhi

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari), maka akan diluluskan semua hajatnya.’

Hadits lemah. Ia diriwayatkan oleh ad-Darimi dari jalur al-Walid bin Syuja’. Atha’ bin Rabbah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24 H dan wafat tahun 114 H. [Periksa Sunan ad-Darimi 2/457, Misykatul Mashabih takhrij no. 2177, Mizanul I’tidal III/70, dan Taqribut Tahdzib II/22].

 

9)     Baca Yasin di kuburan meringankan siksa penghuni kubur

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang memasuki pekuburan, lalu membaca surat Yasin, diringankan siksa kubur mereka (ahli kubur) pada hari itu, dan untuknya (pembaca) mendapat kebaikan sebanding kebaikan jumlah ahli kubur yang ada di dalamnya.

Hadits lemah. Di dalam sanadnya terdapat beberapa kelemahan. Pertama, terdapat rawi yang bernama Abu Ubaidah, identitasnya tidak diketahui (majhul). Kedua, Abu Ayyub bin Mudrik adalah rawi yang disepakati kelemahannya olah para ahli hadits. Bahkan Ibnu Hibban menyatakan ia adalah rawi yang pendusta. Ketiga, Ahmad ar-Riyahi, ia adalah rawi yang majhul sebagaimana yang dikatakan oleh Imam al-Baihaqi. [Lihat adh-Dhaifah 1249].

 

Demikianlah beberapa hadits lemah dan palsu yang terkait dengan keutamaan-keutamaan surat Yasin. Ada banyak lagi yang belum kami muat di sini tetapi ketahuilah apa yang belum termuat itu juga semuanya lemah dan palsu.

 

Kesimpulan

  1. Semua hadits-hadits yang menyebutkan tentang keutamaan surat Yasin adalah lemah  dan palsu, tidak halal untuk diamalkan.
  2. Lemah dan palsunya hadits-hadits tentang keutamaan surat Yasin tidak bermakna bahwa membaca surat Yasin tidak diperbolehkan apalagi diharamkan. Surat Yasin tetap dianjurkan dibaca sebagaimana surat-surat lain yang ada di dalam al-Qur’an. Yang terlarang adalah ketika membaca surat Yasin ada keyakinan yang tersimpan di dalam hati bahwa apa yang ia lakukan ini memiliki keutamaan seperti yang disabdakan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam.

 

 

Al-faqîr Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember 1433 H.

Diskusi

2 thoughts on “Surat Yaasin

  1. Sunan Darimi 3283: Telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Syuja’ telah menceritakan kepadaku ayahku telah menceritakan kepadaku Ziyad bin Khaitsamah dari Muhammad bin Juhadah dari Al Hasan dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mengharap wajah Allah niscaya ia akan diampuni pada malam hari tersebut.”

    Al Walid bin Syuja’ : Imam Muslim menggunakan jasa beliau pada Hadist no : 225,1577,3190,4262 (Dalam hadist no 4262 :_Al Walid bin Syuja’ telah menceritakan kepadaku ayahku_ ini adalah sanad tunggal dalam shohih muslim) ,1630,3540,3565,3846,4498, (penomoran syarah shohih muslim Imam Nawawi) dan Imam Abu Daud hadist No 2756 (sanadnya shohih dan juga dishohihkan oleh Syaikh AlBani), juga Imam Tirmidzi no 3542 ( imam Tirmidzi berkata : Hadist hasan shohih ghorib, Syaikh Al Bani ikut menshohihkannya)

    Sedangkan Syuja’ bin Walid bin Qois digunakan jasanya oleh Imam Muslim pada hadist no: 3600 (Meriwayatkan sendirian dari Musa bin ‘Uqbah), 3814 (bersama 2 temannya meriwayatkan dari Hasyim bin Hasyim bin ‘Utbah ), 4262 ( sendirian). Imam Bukhari juga menggunakan jasa beliau dalam hadist no 3866 ( Syuja’ meriwayatkan sendirian dari An Nadlir bin Muhammad bin Musa), Imam Abu Daud hadist no 389 (sanadnya Shohih), Imam Tirmidzi juga tidak ketinggalan menggunakan jasa beliau dalam hadist no 129 ,3446,3447,3862.

    Sedangkan untuk alasan beliau ada keragu-raguan , sama sekali tidak bisa melemahkan hadist ini . sebagai perbandingan Silahkan dilihat hadis dalam Shahih Bukhari 3568: “ Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Hammad Al Amuli berkata, telah menceritakan kepadaku Yahya bin Ma’in telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Mujalid dari Bayan dari Wabarah dari Hammam bin Al Harits berkata, ‘Ammar bin Yasir menceritakan; Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan tidak ada sorangpun yang menyertai beliau melainkan lima orang hamba sahaya, dua orang wanita dan Abu Bakr.”

    Komentar ulama terhadap Ismail bin Mujalid: Ibnu Hajar” shaduuk terkadang salah”, Imam nasai “ tidak kuat”, akan tetapi hadist dianggap shohih oleh Imam Bukhari, dan Yahya bin Main pun meriwayatkan dari beliau.(Imam bukhari 2 hadist, Imam Tirmidzi 3 hadist) bandingkan dengan jumlah hadist yang diriwayatkan oleh Syuja’ bin walid.

    Ziyad bin Khaitsamah: Imam Muslim menggunakan jasa beliau dalam Hadist no: 4262 (meriwayatkan sendirian dari Simak bin Harb) , Imam Nasai no : 4299 (meriwayatkan dari Amru bin ‘Abdulloh)_sanad shohih, Imam Abu Daud dalam hadist no 3008(dalam sanadnya terdapat perawi yang didhoifkan yakni Athiyyah bin saad), 3732 (hadist shohih, syaikh Al Bani juga menshohihkannya), Imam Ibnu Majah juga menggunakan jasa beliau dalam hadist no 2274 (terdapat perawi yang di dhoifkan, yakni athiyyah bin saad), 4301 (perawi perawinya Tsiqoh), 952 (Ada perawi yang majhul tapi Tsiqoh, dan juga orang yang Tsiqoh meriwayatkan darinya yakni Amru bin ‘Abdulloh)
    Muhammad bin Juhadah: Beliau ini Tsiqoh,….Beliau digunakan jasa sebagai perawi oleh Imam Bukhari dalam hadist no: 2122 (meriwayatkan sendirian dari Abu Hazim),4929(meriwayatkan sendirian dari Abu Hazim) ,2577(Meriwayatkan sendirian dari Abu Hashin),2673(meriwayatkan bersama Isra’il bin yunus dari Abu Hashin). Imam Muslim juga menggunakan jasa beliau dalam Hadist no 2339 dan 608, Imam Nasa’i menggunakan jasa beliau dalam hadist hadist bersanad shohih no 2740,1717,2016,3077,5611.

    Hasan Al Basri dari Abu Hurairoh :
    Hasan Al Basri adalah Tsiqoh dan merupakan perawi kutubussittah. Hadist beliau dari Abu Hurairah diterima sebagaimana tercantum dalam Shohih Bukhari hadist no 3152 dan 4425. Alasannya : Karena beliau orang yang terpercaya andaikata beliau tidak mendengar langsung dari Abu Hurairoh , kemungkinan besar beliau mendengar dari orang yang terpercaya juga dari abu Hurairoh. Sedangkan untuk bukti kalau beliau mendengar dari jundab adalah hadist Bukhari no 3204, dan Muslim 164.

    Juga dalam Shohih Ibnu Hibban, nomor hadits 2626 (berdasarkan penomoran maktabah syamilah edisi kedua) pada bab: Al-Hadatsu fish shalaah._menurut ustadz Anshari Taslim.

    Sanad hadits ini adalah: Ibnu Hibban berkata, Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim mawla (mantan budak) Tsaqif menceritakan kepada kami, (katanya), Al-Walid bin Syuja’ bin Al-Walid As-Sukuni menceritakan kepada kami, (katanya), ayahku menceritakan kepada kami, (katanya), Ziyad bin Khaitsumah menceritakan kepada kami, (katanya), Muhammad bin Juhadah menceritakan kepada kami, dari Al-Hasan, dari Jundab ra, Rasulullah SAW bersabda: ”Barangsiapa membaca YASIN pada suatu malam hanya dengan mengharap Wajah Allah, maka dia akan diampuni.”

    Kesimpulannya tidak ada alasan yang kuat untuk mendhoifkan hadist diatas. Dan Hadist diatas adalah shohih.

    Posted by Nahl Muslim | April 7, 2012, 1:42 am
    • Sebenarnya cacat utama pada hadits yang anda sebutkan diatas ada dua:

      1. Al-Hasan al-Bashri tidak mendengar dari Abu Hurairah.

      Ketahuilah bahwa mayoritas ulama jarh wa ta’dil berpendapat –dan inilah yang benar- bahwa al-Hasan al-Bashri tidak mendengar dari Abu Hurairah! Diantara ulama tersebut adalah: Yahya bin Ma’in, ‘Ali bin Al-Madini, Ahmad bin Hanbal, Abu Hatim, Abu Zur’ah, Muhammad bin Yahya Adz-Dzuhli, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Hibban dan ad-Daraqutny.

      At-Tirmidzi setelah menyebutkan hadits 2305, 2425, 2703, 2889 berkata: Bahwa al-Hasan tidak mendengar dari Abi Hurairah. Pendapat ini beliau nisbatkan kepada Ayyûb as-Sakhtiyâni, Yûnus bin ‘Ubaid, dan ‘Ali bin Zaid.

      Adapun perkataan anda bahwa hadits beliau dari Abu Hurairah diterima sebagaimana yang tercantum dalam shahih Bukhari, maka ketahuilah Imam al-Bukhari tidak meriwayatkan satu hadits pun milik al-Hasan dari Abi Hurairah kecuali sebagai mutaba’ah (ikutan) belaka.

      Adapun perkataan anda bahwa al-Hasan al-Bashri mendengar dari Jundub bin Abdillah (sebagaimana yang tercantum dalam shahih Ibnu Hibban) maka ketahuilah, Al-Hasan tidak mendengar dari Jundub sebagaimana dalam Jami’ut Tahshil, dan Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Nata`ijul Afkar menganggap riwayat ini sebagai riwayat yang salah. Lihat Takhrij Al-Hilaly terhadap kitab ‘Amalil Yaum wal Lailah karya Ibnus Sunny.

      2. Muhammad bin Jahadah mudtharib (goncang) dalam meriwayatkan hadits-hadits tentang yasin. Terkadang ia meriwayatkan dari al-Hasan al-Bashri dari Abu Hurairah (seperti riwayat yang anda sebutkan diatas), terkadang ia meriwayatkan dari Al-Hasan al-Bashri dari Jundub bin ‘Abdillah, dan terkadang pula dari Atha` bin Abi Rabah. Dan sebagaimana yang anda ketahui bahwa hadits mudhtharib adalah bagian dari hadits lemah.

      Dengan demikian perkataan anda bahwa tidak ada alasan kuat yang mendhaifkan hadits diatas telah terbantahkan dengan dua alasan yang kami sampaikan diatas. Dan hadits diatas adalah dhaif (lemah) dan Mudhtharib (goncang).

      Posted by bejanasunnah | April 7, 2012, 6:24 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: