//
you're reading...
Fiqh Wanita

Makna Quru`


Soal: Saya adalah wanita yang telah dicerai oleh suami. Berapa masa ‘iddah yang harus saya lalui? Mohon jawabannya.  

 

Jawab: Wanita yang dicerai atau ditinggal mati oleh suaminya tidak diperkenankan langsung menikah kecuali setelah melewati masa-masa iddahnya (masa-masa menunggu).

Bagi wanita yang dicerai, yang sudah dicampuri oleh suami mereka, dan masih haidh, masa iddahnya adalah tiga kali quru’. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلاثَةَ قُرُوءٍ

Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’.’ [QS. al-Baqarah : 228].

 

Makna Quru’

Para ahli bahasa Arab dan juga para ahli fiqih tidak berbeda pendapat bahwa yang dimaksud dengan quru’ itu adalah masa haidh dan juga masa suci dari haidh. Tetapi, mereka hanya berbeda pendapat mengenai maksud dari ayat tersebut ke dalam dua pendapat. [Lihat Ibnu Katsir 1/370].

Sebagian berpendapat bahwa yang dimaksud dengan aqra’ (quru’) pada ayat di atas adalah haidh. Dan ini adalah pendapat para pembesar shahabat di antaranya adalah para khalifah yang empat, Ibnu Mas’ud, Mu’adz, dan lainnya.

Sedang sebagiannya lagi berpendapat bahwa yang dimaksud adalah amsa suci dari haidh. Dan ini adalah pendapat ‘Aisyah, Ibnu Umar, Zaid bin Tsabit, dan lainnya.

 

Pendapat yang Unggul

Pendapat yang unggul dari dua pendapat di atas adalah pendapat yang pertama; bahwa makna quru’ pada surat al-Baqarah di atas adalah bermakna haidh. Dan makna ini adalah pilihan mayoritas ulama. Dengan alasan:

  • Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ

Maka hendaklah kalian menceraikan mereka pada waktu mereka (menghadapi) iddahnya (yang wajar).’ [QS. ath-Thalaq : 1].

Ibnu Umar pernah mencerai isterinya dalam keadaan haidh. Lalu, Rasulullahpun marah dan memerintahkannya untuk menceraikan isterinya dalam keadaan suci. Beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Perintahkan dia supaya ia ruju’ (kembali) kepada isterinya, kemudian ia boleh menceraikan ia di dalam keadaan suci atau hamil.’ [HR. Muslim].

Perintah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pada Ibnu Umar untuk menthalaq isterinya dalam keadaan suci agar sang isteri memulai iddahnya dari awal haidh hingga sempurna tiga haidh kecuali jika ia hamil, maka iddahnya adalah ketika melahirkan.

  • Di samping itu, lafadz quru’ dalam lisan syar’i populer digunakan dengan istilah haidh. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ‘Bahwasanya Ummu Habibah dalam keadaan haidh. Lalu bertanya kepada Rasulullah, maka beliau menyuruhnya untuk meninggalkan shalat selama masa quru’nya, masa haidh.’ [Shahih Lighairihi. Shahih Sunan Abu Dawud no. 252 dan Sunan Abu Dawud I/463 no. 278].

Dan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kepada Fathimah binti Abi Hubaisy, ‘Tinggalkanlah shalatmu pada masa-masa quru’mu (masa-masa haidh).’ [Hasan dengan jalur-jalurnya. HR. Abu Dawud 297, at-Tirmidzi 126, dan Ibnu Majah].

 

Berakhirnya Iddah setelah Mandi

Ulama sepakat bahwa bila wanita sudah menyempurnakan tiga suci-an dan tiga haidh-an, dan sudah mandi di akhir tiga haidh-an yang dimulai sejak thalaq, iddah selesai. Apabila belum mandi, maka dia masih berada dalam iddah; suaminya boleh merujuknya, dan tidak/belum halal bagi orang lain mengawininya. Ini pendapat Abu Bakar ash-Shiddiq, Utsman, Abu Musa, ‘Ubadah, dan Abi Darda. Dan tak ada yang berbeda pendapat dengan beliau-beliau ini; maka merupakan ijma’. [Ensiklopedi Ijma’ hal. 207].

 

Kesimpulan

Makna quru’ dalam hal ini adalah haidh. Dalam artian, seorang wanita belum dinyatakan selesai menjalani masa iddahnya sampai suci dari haidh yang ketiga dan sudah mandi besar. Wallahu A’lam.

 

 

Al-faqîr Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember, 1433 H.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: