//
you're reading...
Fiqih

Wudhu Yang Sempurna


Soal: Harap dijelaskan bagaimana cara berwudhu yang baik itu? Jazakallahu khairan

Jawab: Ada banyak keistimewaan berwudhu, dan salah satu dari keistimewaannya adalah terhapusnya dosa bersama tetesan air yang mengalir dari anggota-anggota wudhu. Dari Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang berwudhu, lalu memperbagus wudhunya, maka terhapus dosa-dosanya dari jasadnya hingga dosa-dosa itu keluar dari bawah kuku-kukunya.’ [HR. Muslim 245].

 

Wudhu yang Sempurna

Untuk mendapatkan kesempurnaan wudhu, tentunya harus merujuk dengan cara wudhu yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Sebab tanpa itu, di samping terhalang mendapat keutamaan yang dijanjikan, juga wudhu yang dilakukan tersebut tidaklah shah. Berikut sedikit penjelasan ringkas tentang tata cara wudhu yang sempurna. (Di sini kami tidak memilah-milah mana yang wajib dan mana yang hanya bersifat sunnah).

 

1.     Berniat

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya amal itu tidak lain tergantung pada niatnya.’ [HR. al-Bukhari 1 dan Muslim 1907].

Niat itu maknanya adalah menyengaja atau berazzam untuk mengerjakan sesuatu, tempatnya di dalam hati, niat tidak boleh dilafadzkan. Melafadzkan niat adalah bid’ah, karena tidak ada satu hadits shahihpun yang datangnya dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tentang urusan melafadzkan niat, juga tidak ada dari para shahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

 

2.     Membaca bismillah

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Tidak shah shalat bagi orang yang tidak berwudhu dan tidak shah wudhu bagi orang yang tidak menyebutkan nama Allah (yakni bismillah).’ [Hasan dengan syawahidnya. HR. Abu Dawud 101, at-Tirmidzi 25, dan Ibnu Majah 399].

Adapun bagi orang yang lupa hendaknya dia membaca bismillah ketika ia ingat.

 

3.     Membasuh kedua telapak tangan 3x

Berdasarkan hadits Utsman yang mensifati wudhu Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, ‘Beliau mengayunkan air pada telapak tangannya tiga kali lalu membasuhnya.’ [HR. al-Bukhari 159 dan Muslim 226].

 

4.     Berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung 3x

Yaitu dengan cara mengambil air sepenuh satu telapak tangan kanan (bukan dengan dua telapak tangan), lalu air tersebut dimasukkan ke mulut dan hidung. Setengah cidukan air untuk mulut dan setengahnyaa lagi untuk hidung, lalu setelah itu air disemburkan keluar. Hal tersebut dilakukan sebanyak 3x dengan tiga cidukan. Hal ini berdasarkan pada hadits Abdullah bin Zaid ketika mengerjakan wudhu yang dicontohkan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, ‘Bahwasanya beliau berkumur-kumur dan menaikkan air ke hidungnya dengan satu telapak tangan, dan ia melakukan hal itu sebanyak tiga kali.’ [HR. Muslim 235, at-Tirmidzi 28, dan Ibnu Majah 405].

Sewaktu menghirup air ke hidung, amat dianjurkan untuk bersungguh-sungguh melakukannya kecuali jika sedang berpuasa.

 

5.     Membasuh muka 3x sambil menyelat-nyelati janggut

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu hendak mendirikan shalat maka basuh mukamu.’  [QS. al-Maidah : 6].

Setelah Nabi membasuh mukanya, beliau mengambil seciduk air lagi (di telapak tangan), kemudian dimasukkannya ke bawah dagunya, lalu ia menyela-nyela jenggotnya, dan beliau bersabda bahwa hal tersebut diperintahkan oleh Allah Ta’ala. [HR. at-Tirmidzi 31, Abu Dawud 145 Shahih Jaami’u ash-Shaghir 4572].

Berdasarkan hadits Utsman yang mensifati wudhu Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, ‘… kemudian membasuh muka tiga kali.’ [HR. al-Bukhari 159 dan Muslim 226].

 

6.     Membasuh 2 tangan hingga siku 3x

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Dan basuhlah tangan-tanganmu hingga siku.’ [QS. al-Maidah : 60].

Berdasarkan hadits Utsman yang mensifati wudhu Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, ‘… dan membasuh kedua tangan sampai siku tiga kali.’ [HR. Bukhari dan Muslim].

 

7.     Mengusap kepala dengan 2 tangan 1x, dilanjutkan dengan mengusap telinga

Yaitu meletakkan kedua telapak tangan di depan kepala (tempat tumbuhnya rambut), lalu diusap hingga tengkuk kemudian kedua tangan dikembalikan ke tempat memulai. Lalu, masukkan kedua jari telunjuk ke bagian dalam kedua telinga dan ibu jari mengusap bagian luarnya. Berdasarkan hadits Abdullah bin Zaid, ‘Bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengusap kepalanya dengan dua tangannya, lalu ia jalankan kedua tangannya ke belakang hingga tengkuk, lalu ia kembalikan keduanya ke tempat yang ia memulai darinya.’ [HR. al-Bukhari 185 dan Muslim 235].

Dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata tentang sifat wudhu, ‘Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengusap kepalanya dan memasukkan kedua jari telunjuk ke dalam lubang telinganya dan mengusap dengan 2 ibu jarinya ke dua daun telinga bagian luar.’ [Hasan. HR. Abu Dawud 135, an-Nasa’i 140, dan Ibnu Majah 422].

 

8.     Membasuh kedua kaki hingga kedua mata kaki 3x

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Dan kaki-kaki kamu hingga kedua mata kaki.’ [QS. al-Maidah : 6].

Berdasarkan hadits Utsman yang mensifati wudhu Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, ‘… kemudian membasuh kedua kakinya hingga mata kaki sebanyak 3 kali.’ [HR. al-Bukhari 159 dan Muslim 226].

 

9.     Tertib

Semua tata cara wudhu tersebut dilakukan dengan tertib (berurutan), muwallat (menyegerakan dengan basuhan berikutnya), dan disunnahkan tayammum (mendahulukan yang kanan atas yang kiri). [HR. Bukhari dan Muslim].

 

10.  Berdo’a

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Tidak ada seorangpun di antara kalian yang berwudhu, lalu ia menyempurnakan wudhunya, kemudian ia berkata, “Asyhadu Allah Ilaaha Illallaah Wahdahu Laa Syariikalahu wa Asyhadu Anna Muhammadan ‘Abduhu wa Rasuluhu”, melainkan akan dibukakan baginya pintu-pintu Syurga yang delapan yang ia dapat masuk dari mana saja yang ia kehendaki.’ [HR. Muslim 234, Abu Dawud 169, dan an-Nasa’i 1/920].

 

Catatan :

Untuk sunnah hitungan dalam membasuh anggota-anggota wudhu dapat dilakukan dengan sekali basuh, dua kali basuh, dan tiga kali basuh.

 

 

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember 1433 H.

Diskusi

5 thoughts on “Wudhu Yang Sempurna

  1. Subhanallah..Maha Suci Allah..

    Wudhu adalah sebagai syarat sahnya shalat, karena ini sebagai bentuk mensucikan diri kita dalam rangka menghadap Allah Yang Maha Suci.

    Secara lahir kita mensucikan diri dengan wudhu seperti yg sudah diuraikan diatas, dan kalau tidak ada air bertayamum. Namun apakah cukup kita mensucikan diri ini secara lahir saja? Seyogyanyalah dalam menghadap Allah Yang Maha Suci, kita harus suci secara Lahir dan Bathin, dan inilah wudhu yg sempurna.

    Bagaimana mungkin secara lahir kita sudah membersihkan dari najis yaitu dengan wudhu akan tetapi bathin ini masih membawa najis yaitu kemusyrikan?

    At-Taubah:028
    يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَذَا وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
    Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini . Dan jika kamu khawatir menjadi miskin], maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

    Musyrik ini adanya di hati jadi alangkah baiknya kita menjauhkan dari perbuatan syirik sebagai bentuk penyucian bathin kita dalam menghadap Allah Yang Maha Suci.

    Dari kegiatan wudhu secara lahir tersebut, sebenarnya sudah digambarkan (mempunyai filosofi) secara hakikat bagaimana kita menghindari dari perbuatan syirik tersebut.

    Demikian, kebenaran hanyalah milik Allah..

    Posted by andri73 | April 2, 2012, 10:06 am
  2. ustad,,, bagaimana dengan wudhu membasuh kedua tangan 1x kemudian membasuh kepala sekali,, kemudian membasuh kaki 3 x.

    Apakah sah wudhu saya? Balas please,,sory buru buru mau mandi nih..

    Posted by ali hasan | Desember 18, 2012, 10:51 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: