//
you're reading...
Soal Jawab Ringkas

Mengubur Mayit Di Malam Hari


Soal: Bolehkah kita mengubur mayit di malam hari?

Jawab: Di antara hal yang disunnahkan bagi muslim yang hidup kepada saudaranya semuslim yang meninggal adalah bersegera mengurusi jenazahnya, menyalatinya, dan menguburkannya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Segerakanlah mengurus jenazah. Jika jenazah itu baik, maka itu adalah kebaikan yang kamu ajukan (segerakan) kepadanya. Jika jenazahnya itu tidak demikian (tidak baik), maka itu adalah keburukan yang kalian lepaskan dari pundak-pundak kalian.’ [HR. al-Bukhari 1315 dan Muslim 944].

Kesunnahan ini berlaku di segala waktu, kecuali pada tiga waktu yang terlarang. Dari Uqbah bin Amir al-Juhani Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ‘Ada tiga waktu di mana Rasulullah melarang kita untuk melaksanakan shalat di dalamnya, atau mengubur jenazah; Ketika matahari terbit hingga meninggi, Ketika matahari tepat berada di atas kepala hingga tergelincir, dan Ketika matahari akan terbenam hingga benar-benar telah terbenam.’ [HR. Muslim 831].

 

Mengubur di Malam Hari

Ulama berbeda pendapat tentang boleh tidaknya mengubur jenazah di malam hari. Dan pendapat yang rajih (unggul) bahwa hal itu adalah jaiz (boleh). Demikian pendapat mayoritas ulama di antaranya adalah al-Hanafiyah, asy-Syafi’iyah, dan al-Hanabalah. Pembolehan ini berdasarkan pada keumumam hadits di atas yaitu bersegera dalam mengurus jenazah termasuk di antaranya dalam hal penguburan. Dalil yang lain, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah memasukkan seseorang ke dalam kuburan pada malam hari, dengan cara menerangi kuburannya di malam hari. [Hasan Lighairihi. HR. at-Tirmidzi 1063. Dan dihasankan oleh al-Albani].

Di samping itu, mengubur jenazah di malam hari juga diamalkan oleh para shahabat, di mana Abu Bakar dan Fathimah dikuburkan di malam hari. [Lihat Fathul Allam oleh Shiddiq Hasan Khan 2/261]. Adapun hadits yang melarang mengubur jenazah di malam hari sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, ‘Kalian tidak boleh mengubur mayit-mayit kalian di malam hari kecuali jika terpaksa.’ [Shahih. HR. Ibnu Majahn1521. Dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’].

Maka, ulama-ulama menjawab bahwa larangan itu berlaku jika ada bentuk kelengahan dan kelalaian dalam memberlakukan mayit tidak sebagaimana mestinya, seperti cara memandikan yang tidak sempurna, pengkafanan yang buruk, sedikitnya orang-orang yang menshalatinya atau bahkan dikuburkan sebelum ia dishalatkan sebagaimana yang ditunjukkan dalam hadits Jabir, ‘Bahwasanya Rasulullah pernah menyebutkan ada seorang laki-laki yang meninggal dunia, lantas mayit tersebut dikafani dengan kain kafan yang tidak cukup dan dikuburkan di malam hari. Lalu, Nabi melarang mengubur jenazah lelaki pada waktu malam sehingga ia dishalati.’ [HR. Muslim 1521].

Imam asy-Syaukani berkata, ‘Apabila tidak ada bentuk kelalaian dalam menshalatkan dan mengkafani mayit, maka tidak mengapa ia dikuburkan di malam hari.’ [Nailul Authar 4/138].

 

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember 1433 H.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: