//
you're reading...
Aqidah

Beda Syirik Besar dan Syirik Kecil


Soal: Apakah ada perbedaan-perbedaan tertentu antara syirik besar dan syirik kecil? Apakah pelaku keduanya kekal didalam neraka?

 

Jawab: Syirik adalah kedhaliman yang paling dhalim, keburukan yang paling buruk, dan kemungkaran yang paling mungkar. Ia adalah perbuatan dosa yang paling dibenci dan dimurkai oleh Allah Ta’ala, maka dari itu Dia memberi hukuman yang berat atas pelakunya di dunia dan akhirat yang tidak diberikan kepada pelaku dosa selain syirik. [Ibnul Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan 1/70 dengan sedikit perubahan].

Di antara akibat buruk dari kesyirikan itu adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan Syurga kepadanya, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dhalim itu seorang penolongpun.’ [QS. al-Maidah : 72].

 

Mengenal Kesyirikan

Kata penyair:

عَرَفْتُ الشَّرَّ لاَ لِلشَّرِّ لّكِـْن لِتَوَقِّــّّيهِ. وَمَنْ لاَ يَعْرِفِ الشَّرَّ مِنَ الْخَيْرِ يَقَعْ فِيهِ.

Kukenali keburukan bukan untuk bebruat buruk, melainkan untuk menjaga diri dari keburukan itu. Siapa yang tidak dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan, ia pasti akan jatuh dalam keburukan itu.’

Berbicara tentang tauhid mengharuskan juga untuk berbicara tentang hal-hal yang berlawanan dengan tauhid, yaitu syirik. Iman seseorang tidak akan sempurna kecuali setelah mengetahui syirik dengan macam dan sebab-sebabnya. Sebab  tanpa pengetahuan ini, maka dikhawatirkan seseorang telah terjerumus di dalam kesyirikan namun ia tidak mengetahui bahwa ia berada di dalam jurang kesyirikan.

 

Jenis Syirik dan Perbedaannya

Syirik ada dua jenis; syirik besar dan syirik kecil. Syirik besar yaitu memperlakukan sesuatu selain Allah sama dengan Allah, dalam hal-hal yang merupakan hak khusus bagi-Nya. Syirik kecil yaitu perbuatan yang disebutkan dalam al-Qur’an dan Hadits sebagai suatu syirik tetapi belum sampai ke tingkat syirik besar. Adapun perbedaan di antara keduanya:

  • Syirik besar menghapuskan seluruh amal baik, sedang syirik kecil hanya menghapuskan amal yang disertainya saja seperti membaguskan shalat, puasa, dan amal-amal perbuatan lainnya yang diperintahkan oleh Allah untuk mendapatkan persaksian dan pujian dari orang-orang, inilah yang disebut riya’ yang jika ia bercampur dengan amal perbuatan baik maka ia akan menghapusnya.

  • Syirik besar menyebabkan pelakunya kekal di dalam Neraka jika ia meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat dari kesyirikannya, sedang syirik kecil pelakunya tidak sampai kekal di dalam Neraka namun ia akan mendapat siksaan.

  •   Syirik besar menjadikan pelakunya keluar dari Islam, sedang syirik kecil tidak menyebabkan keluar dari Islam tetapi ia mengurangi tauhid dan merupakan perantara kepada syirik besar. [Lihat Aqidah at-Tauhid hal. 77 oleh Syaikh Shalih Fauzan, Ensiklopedi Islam al-Kamil edisi terj. Hal. 78-82, catatan kaki untuk kitab tauhid karya Muhammad at-Tamimi hal. 37-38].

 

Aneka Ragam Kemusyrikan

Bentuk-bentuk kesyirikan yang ada di tengah dilakoni oleh banyak ummat Islam saat ini (khususnya di negeri kita) amatlah beragam. Keragamannya mengikuti keragaman adat-istiadat atau mengikuti letak geografis yang ada di suatu tempat. Namun, intinya semua bentuk kesyirikan tersebut telah menodai hak prioritas Allah atas hambanya; yaitu mentauhidkan Allah dengan tidak menyekutukan-Nya. Merendahkan Rabb semesta alam, ingkar dari ketaatan kepada-Nya, memalingkan hak-Nya kepada yang lain dan menggantikan tempat-Nya untuk yang lain.

Berikut di antara bentuk dan ragam dari kesyirikan-kesyirikan tersebut:

 

A.    Kategori Syirik Besar

–            Berdo’a dan meminta kepada selain Allah Ta’ala, seperti kepada Nabi dan wali-wali yang sudah wafat atau kepada makhluk hidup yang ghaib.

–            Menyembelih binatang untuk atau karena seorang Rasul atau wali.

–            Bernadzar untuk makhluk sebagai pendekatan dan penghambaan kepadanya.

–            Thawaf di sekeliling kuburan dengan niat ibadah.

–            Ruku’ dan sujud dengan niat mengagungkan seseorang baik pada yang masih hidup ataupun yang sudah mati.

–            Berkeyakinan bahwa seseorang itu dapat mengetahui hal-hal yang ghaib seperti kepada dukun, tukang ramal (yaitu orang yang mengaku mengetahui tentang sesuatu hal dengan dengan menggunakan isyarat-isyarat untuk menunjukkan barang curian, atau tempat barang hilang dan semacamnya) dan orang pintar.

–            Mencintai sesuatu selain Allah Ta’ala sebagaimana cinta yang ia berikan kepada Allah.

–            Punya perasaan takut kepada selain Allah Ta’ala baik kepada berhala, patung, mayat, atau makhluk ghaib dari bangsa jin atau manusia dengan sangkaan bahwa mereka-mereka itu dapat membahayakan dirinya atau dapat menimpakan sesuatu yang tidak menyenangkan atas dirinya.

–            Taat kepada para ulama, penguasa, pemimpin, dan pemerintah dalam hal menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah Ta’ala, atau mengharamkan apa yang telah dihalalkan-Nya.

–            Memakai jimat (yang tidak bersumber dari al-Qur’an) dengan meyakini bahwa jimat itu adalah penyebab hilangnya bahaya atau penyebab datangnya manfaat.

–            Menjadikan keadaan bintang, planet, dan benda angkasa lainnya sebagai dasar penentuan berbagai peristiwa di bumi, baik sebagai sesuatu yang berpengaruh mutlak maupun hanya sebagai isyarat yang menyertai peristiwa-peristiwa bumi, jika seseorang percaya bahwa keadaan itu adalah faktor yang berpengaruh mutlak atas peristiwa-peristiwa bumi maka dia dinyatakan musyrik dengan tingkatan syirik besar, dll.

 

B.    Kategori Syirik Kecil

–            Bersumpah selain atas nama Allah.

–            Riya’ (ingin dipuji).

–            Sum’ah (ingin didengar).

–            Mengucapkan, ‘Jika Allah berkehendak dan si fulan berkehendak, kalau bukan karena Allah dan si fulan.

–            Menyandarkan beberapa kejadian kepada selain Allah, seperti, ‘Andai bebek ini tidak ada di dalam rumah pastilah barangbarang kita tercuri, Andai bukan Anda wahai sang dokter anak kami tidak akan sembuh.’

–            Memakai gelang, kalung, atau benang dan sejenisnya untuk mengusir atau menangkal bahaya dengan meyakini bahwa benda itu hanya menyertai datangnya manfaat atau mudharat.

–            Thiyarah yaitu merasa bernasib sial karena sesuatu baik pada nama-nama tertentu, bilangan, angka, dll.

 

Mati Membawa Dosa Syirik Kecil

Imam Ahmad bin Hajar mengatakan, ‘Syirik itu ada dua macam; syirik besar dan syirik kecil. Siapa yang bersih dari kedua syirik itu, ia pasti masuk Syurga. Siapa yang meninggal dunia dan dia masih melakukan syirik besar, maka ia pasti masuk Neraka. Sementara orang yang bersih dari syirik besar, tetapi ia melakukan sebgaian syirik-syirik kecil, sedangkan kebajikan-kebajikannya lebih banyak dari dosa-dosanya, maka ia akan masuk Syurga.

Tetapi orang yang bersih dari dosa-dosa syirik besar, sedang dosa-dosa keburukannya lebih banyak dari pada kebajikannya, maka ia akan masuk Neraka …’ [Kemusyrikan menurut madzhab Syafi’i oleh Dr. Muhammad bin Abdurrahman al-Khumais hal. 36]. Wallahu A’lam.

 

 

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember 1433 H.

š›—–œ

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: