//
you're reading...
Aqidah

Di Manakah Roh Bertempat?


SoalAda hal yang belum begitu jelas bagi saya, tentang keberadaan roh seseorang saat ia telah meninggal dunia. Mohon pencerahannya.

 

Jawab: Roh itu adalah makhluk tersendiri yang bukan bagian dari badan. Roh adalah suatu dzat yang berdiri sendiri di luar jasad walaupun dia ada di dalamnya, bukan dihasilkan oleh jasad dan bukan pula salah satu anasir dari anasir-anasirnya.

Ibnul Qayyim Rahimahullah Ta’ala berkata, ‘Roh adalah suatu bentuk yang berbeda dengan materi badan yang dapat diindera, tetapi roh adalah sejenis cahaya yang tinggi, ringan, hidup, dan bergerak, yang menggerakkan anggota badan dan mengalir ke dalamnya seperti aliran air di dalam sumber, aliran minyak di dalam zaitun, dan api di dalam kayu bakar …’ [Ar-Ruh hal. 242-290].

Intinya, bahwa roh manusia itu ada. Roh adalah sumber berpikir, berkhayal, berkehendak, dan merenung. Adapun pendapat materialisme yang mengingkari adanya roh manusia dan menganggap bahwa kekuatan akal manusia sumbernya adalah otak, bahwa manusia adalah alat materi yang tidak terpengaruh oleh unsur luar, dan setelah mati segala sesuatu yang ada padanya akan rusak, sehingga padamlah cahaya rasa dan pikir, maka yang demikian itu adalah pendapat bathil dan aliran sesat!

 

Akhir Kehidupan Manusia

Kematian terjadi karena keluarnya roh (jiwa) dari jasad. [Lihat al-Qur’an surat az-Zumar ayat 42, al-An’am ayat 93, al-Waqi’ah ayat 83-87, dan lainnya]. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda setelah memejamkan mata Abu Salamah ketika meninggal, ‘Sesungguhnya roh ketika dicabut, diikuti oleh pandangan mata.’ [HR. Muslim].

Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya jika seorang hamba menuju ke akhirat dan meninggalkan dunia, turunlah kepadanya malaikat-malaikat yang wajah mereka seperti matahari, lalu malaikat itupun duduk di hadapannya sejauh pandangan mata, kemudian datanglah malaikat maut hingga ia duduk di kepalanya seraya berkata, “Wahai jiwa (roh) yang baik, keluarlah kamu menuju ampunan dan keridhaan Tuhan-Mu.’ Nabi melanjutkan, ‘Lalu ruh itupun keluar mengalir seperti tetesan air yang menetes kepada orang yang sedang dahaga …’ [Shahih. HR. Ahmad dan Abu Dawud].

 

Tempat Menetapnya Ruh

Ulama sepakat bahwa ruh setelah keluar dari jasad, sama sekali tidak akan berpindah ke jasad yang lain, melainkan berada di suatu tempat yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Barangsiapa yang meyakini bahwa ruh itu berpindah ke jasad orang lain, maka ia termasuk golongan yang mengakui reinkarnasi (Ash-habut Tanasukh) dan ia kafir menurut semua ahlul Islam. [Al-Muhalla oleh Ibnu Hazm 43].

Lalu, di manakah ruh-ruh itu bertempat? Di alam barzakh, posisi ruh menempati tempat yang berbeda-beda tingkatannya;

  •  Ruh para Nabi

Ruh para Nabi menduduki tempat paling tinggi (‘illiyin) dan paling terhormat di Syurga. Diriwayatkan oleh ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Tidak ada seorang Nabipun yang meninggal dunia, kecuali ditunjukkan kepadanya tempat duduknya di Syurga, kemudian disuruh memilih.’ Ketika datang giliran Rasulullah – pada saat bercerita itu kepala beliau diletakkan di atas pahaku – beliau pingsan beberapa saat kemudian sadar, lalu pandangan beliau menerawang ke arah langit-langit kemudian bersabda, ‘Ya Allah, jadikanlah aku bersama ar-Rafiq al-‘Alaa …’ [HR. al-Bukhari 6905].

 

  • Ruh para Syuhada

Ruh mereka berada di dalam perut burung-bururng berwarna hijau yang bertengger pada ‘Arsy. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Ruh-ruh mereka (para Syuhada) berada di dalam perut burung hijau yang mempunyai pelita yang menggantung di ‘Arsy yang bisa terbang ke mana saja di Syurga, kemudian hinggap di lampu-lampu itu …’ [HR. Muslim 1887].

Namun, ini hanya berlaku pada sebagian syuhada, tidak seluruhnya. Di antara para syuhada ada yang tertahan ruhnya di pintu Syurga lantaran utang yang belum terlunasi. Di dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa seorang laki-laki pernah menghadap kepada Nabi Shalalllahu ‘alaihi wasallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa yang aku peroleh jika aku terbunuh di jalan Allah?’ Beliau menjawab, ‘Syurga.’ Ketika orang itu hendak beranjak pergi, beliau melanjutkan sabdanya, ‘Kecuali utang. Jibril baru saja memberitahukan hal itu.’ [Shahih. HR. Ahmad 4/350 dan an-Nasa’i 7/314-315].

 

  • Ruh orang-orang Mukmin

Ruh orang-orang Mukmin berada di Syurga. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Ruh seorang Mukmin itu adalah berupa burung yang bergantung pada pohon di Syurga, sehingga Allah mengembalikannya ke jasadnya pada hari ia dibangkitkan.’ [Shahih. HR. Imam Malik 1/240 dan an-Nasa’i 4/108].

Yang membedakan antara ruh para syuhada dengan ruh orang-orang beriman di antaranya adalah ruh para syuhada dapat beterbangan di dalam Syurga lantaran berada di dalam tembolok burung hijau, sedang ruh orang-orang beriman hanya sekedar bergelantungan di pohon. Wallahu A’lam.

Selain bergantung di pohon, ada juga ruh yang terkurung di pintu Syurga lantaran hutang yang belum terlunasi, ada yang dikurung di dalam kubur yaitu ruh yang mencuri harta rampasan perang, ada yang dikurung di bumi sebab jiwanya hina, ada yang berenang di sungai darah dan mulutnya disumpal batu sebab mereka adalah orang-orang yang memakan harta riba. Semuanya telah disebutkan di dalam sunnah yang suci. [Lihat dalam al-Bukhari 7047].

 

  • Ruh orang-orang kafir

Ruh orang-orang kafir berada di Neraka. Demikian pendapat Imam Ahmad Rahimahullahu Ta’ala. Anaknya, Abdullah, berkata, ‘Arwah orang-orang kafir berada di Neraka, sedang arwah orang-orang Mukmin berada di Syurga.’

Ibnu Taimiyyah berkata, ‘Arwah orang-orang Mukmin berada di Syurga dan arwah orang-orang kafir berada di Neraka. Arwah orang-orang Mukmin merasakan kenikmatan, sedang arwah orang-orang kafir diadzab hingga dikembalikan lagi kepada badan.’

 

Penutup

Demikianlah posisi-posisi ruh setelah ia meninggalkan jasad. Kita berdo’a semoga Allah mematikan kita dalam keadaan beriman.

 

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember, 1433 H.

Diskusi

One thought on “Di Manakah Roh Bertempat?

  1. subahanallah

    Posted by yuxi | Mei 17, 2013, 8:38 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: