//
you're reading...
Fiqih

Shalat Dhuhur Setelah Shalat Jumat


Soal: Ana pernah menyaksikan satu kelompok yang melaksanakan shalat Dhuhur setelah mereka melaksanakan shalat Jumat. Benarkah perbuatan mereka ini?

 

Jawab: Melakukan inovasi baru dalam beribadah kepada Allah dalam masalah aqidah, ibadah, serta yang berhubungan dengan halal dan haram, merupakan kategori melakukan bid’ah dalam agama.

Bid’ah seperti yang dikatakan oleh Syaikh Mahmud Syaltut, ‘Adalah sebuah hasil rekayasa dalam ibadah, seolah-olah menunjukkan bahwa aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam masalah aqidah atau ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah memiliki kekurangan bahkan tidak berlaku lagi, sehingga perlu dibuat pengganti yang lebih baik, atau sebuah pendekatan yang menyimpulkan bahwa Nabi yang diutus untuk mengajarkan agama ini, melakukan penyimpangan dalam menyampaikan seluruh amanah yang dibebankan kepadanya sehingga masih ada bentuk pendekatan diri kepada Allah yang tidak disampaikannya.’ [Lihat Fatwa-fatwa Penting Syaikh Syaltut edisi terjemahan hal. 110].

 

Shalat Dhuhur setelah Shalat Jum’at adalah Inovasi Baru !!

Iya, ia adalah bid’ah yang buruk. Tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan tidak pula dilakukan oleh shahabat-shahabat Rasulullah sepeninggal beliau. Pelaku perbuatan ini hanya sekedar menduga bahwa shalat Jum’at tidak dapat mencukupi shalat Dhuhur, tidak lebih! Mereka tidak memiliki satu dalilpun melainkan hanya dugaan semata.

Syaikh asy-Syuqairy berkata, ‘Shalat Dhuhur sehabis Jum’at adalah bid’ah dan sesat serta syariat yang tidak pernah disyariatkan, maka perbuatan tersebut mesti ditinggal!’

Shalat Dhuhur setelah shalat Jum’at tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam walau sekalipun di dalam hidupnya, beliau tidak pernah memerintahkannya dan tidak pernah pula menganjurkannya, tidak ada seorangpun dari Khulafaur Rasyidin yang melakukannya, tidak juga dilakukan oleh seorang shahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in. Para Imam yang empat juga tidak melakukannya dan tidak ada seorangpun dari Imam tersebut yang mengisyaratkan hal itu. Ia adalah perbuatan yang tidak memiliki asal baik dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah, tidak ada dalam Ijma’ dan juga jauh dari qiyas yang shahih.’ [as-Sunan wal Mubtadi’at hal. 162].

 

Pesan Hudzaifah bin Yaman

Hudzaifah bin Yaman Radhiyallahu ‘anhu (salah seorang shahabat Rasulullah) berkata, ‘Ikutilah dan janganlah kamu membuat bid’ah karena apa yang diberikan kepada kalian sudah cukup. Ikutilah jejak kami karena kalian telah didahului dengan jarak yang sanagt jauh. Jika kalian salah, maka kalian akan sesat dengan kesesatan yang jauh.’ [Ibnu Baththah dalam al-Ibanah al-Kubra I/336].

 

Kesimpulan

Fenomena yang Anda saksikan, yaitu adanya sekelompok orang yang melakukan shalat Dhuhur setelah melasanakan shalat Jum’at adalah perbuatan bid’ah, terlarang di dalam syariat. Dan Anda berkewajiban mengingatkan hal itu kepada pelakunya.

 

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember, 1433 H.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: