//
you're reading...
Fiqih

Cara Menjawab Salam Dalam Shalat


Soal:

Apa hukum menjawab salam dalam shalat dan bagaimana cara menjawabnya?

 

Jawab:

Menjawab atau membalas salam adalah wajib hukumnya. Allah Subahanhu wa Ta’ala berfirman, ‘Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah dengan salam yang lebih baik, atau balaslah dengan yang sama. Lebih dari itu amat dianjurkan, sedangkan membalasnya dengan serupa adalah diwajibkan.’ [QS. an-Nisa’ : 86].

Ibnu Katsir (Lihat dalam Tafsir Ibnu Katsir 2/264) berkata, ‘Yaitu apabila seorang muslim mengucapkan salam kepada kalian, maka balaslah dengan salam yang lebih baik, atau balaslah dengan yang sama. Lebih dari itu amat dianjurkan, sedangkan membalasnya dengan serupa adalah diwajibkan.’

 

Menjawab Salam dalam Shalat

Pendapat yang unggul bahwa menjawab salam dalam keadaan shalat, juga diwajibkan. Lantaran ia termasuk dalam cakupan firman Allah dalam surat an-Nisa’ di atas. Hanya saja membalasnya tidak dengan kata-kata, tapi hanya dengan isyarat semata. Ketentuan ini didasarkan pada hadits yang diceritakan oleh Ibnu Umar berikut ini: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar menuju masjid Quba untuk melaksanakan shalat di dalamnya, kemudian datanglah sekelompok orang-orang Anshar lalu mengucapkan salam. Lalu aku bertanya kepada Bilal, ‘Wahai Bilal, bagaimana engkau melihat Rasulullah menjawab salam mereka ketika mereka mengucapkan salam kepada beliau sedang beliau dalam keadaan shalat?’ Ia menjawab, ‘Ia (Rasulullah) melakukan seperti ini, sambil ia (Bilal) membuka telapak tangannya.’ [Sanadnya shahih. HR. Abu Dawud 927, at-Tirmidzi 368, dan an-Nasa’i 3/5].

 

Cara Berisyarat Menjawab Salam

Ada dua cara yang ditunjukkan di dalam sunnah mengenai hal ini :

ŒPertama, membuka telapak tangan dengan memposisikan telapak tangan berada di bawah dan punggung telapak tangan berada di atas.

Hal ini disandarkan pada satu riwayat dari hadits Ibnu Umar bahwa ia bertanya kepada Bilal, ‘Bagaimana Anda melihat Nabi menjawab salam mereka di waktu mereka bersalam kepadanya sedang ia dalam shalat?’ Ia berkata, ‘Ia berbuat seperti ini.’ Ja’far bin ‘Aun (yang meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar ini) membuka telapak tangannya berada di bawah sedang punggung telapak tangannya berada di atas. [Lihat takhrij sebelumnya].

Kedua, memberi isyarat hanya dengan menggerakkan jari-jemari tangan

Dari Shuhaib Radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Aku pernah berjalan melintas dekat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang sedang mengerjakan shalat, lalu aku memberikan salam kepada beliau, maka beliau menjawabnya dengan isyarat.’ Ia (Shuhaib) berkata, ‘Aku tidak mengetahuinya, melainkan beliau memberikan isyarat dengan jarinya.’ [Sanadnya shahih. HR. Abu Dawud 925, an-Nasa’i 3/5, dan at-Tirmidzi 367. Dishahihkan oleh Abu Ishaq dalam Ghauts al-Makdud 1/196].

 

Faedah

Bolehkah mengucapkan salam kepada orang yang sedang shalat? Jawabnya, adalah boleh, bahkan termasuk dari amalan sunnah.

Bukankah para shahabat Anshar pada mengucapkan salam kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau sedang shalat di masjid Quba? Bukankah shahabat Shuhaib mengucapkan salam kepada Nabi juga ketika beliau dalam keadaan shalat? Andai tidak dibenarkan, pastilah beliau menegur perbuatan mereka itu, namun sebaliknya beliau menjawab salam mereka dengan isyarat.

Syaikh al-Albany di dalam ash-Shahihah 1/310 berkata, ‘Menyebarkan salam adalah sesuatu yang diperintahkan yang memiliki ruang lingkup yang amat luas. Tetapi, sebagian orang telah menyempitkan ruangnya, mungkin karena ketidaktahuan tentang sunnah atau meremehkan dalam pengamalannya. Di antaranya memberi salam kepada orang yang sedang melaksanakan shalat. Kebanyakan orang mengira hal ini tidak disyariatkan, padahal amalan ini termasuk sunnah.’ Selesai!

Hanya saja, jika dikhawatirkan bahwa salam kita akan dijawab dengan kata-kata bukan dengan isyarat oleh orang-orang yang tidak mengerti tentang urusan ini, maka tidak sepantasnya melontarkan salam untuk orang tersebut ketika ia sedang shalat.

 

Kesimpulan

Jika seseorang mengucapkan salam ketika Anda dalam keadaan shalat, maka Anda mesti menjawabnya dengan isyarat.

 

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember 1433 H.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: