//
you're reading...
Rehat

Dua Puluh Empat Peti


‘Ketahuilah, satu hari itu dua puluh empat jam. Tiap orang, pada setiap hari, diberikan dua puluh empat peti yang berderet-deret. Kelak, dia akan membuka peti-peti tersebut. Apabila dia melihat peti itu penuh dengan cahaya dari kebaikan yang dilakukannya pada jam tersebut, maka dia akan sangat berbahagia, sehingga jika kebahagiaan itu dibagikan kepada para penghuni Neraka, maka akan membuat mereka melupakan penderitaan Neraka. Jika dia membuka peti lain yang gelap gulita dan berbau menusuk, yaitu jam ketika dia bermkasiat kepada Tuhan, maka dia sangat takut, sedih, dan terhina, sehingga jika perasaan ini dibagikan kepada para penghuni Syurga, maka akan merusak kebahagiaan mereka. Lalu, jika dia membuka peti lain yang kosong, tidak berisi apa-apa yang menyedihkan atau menggembirakannya, yaitu jam ketika dia tidur, lalai, atau mengerjakan sesuatu yang mubah, amak dia akan menyesali kekosongan ini, layaknya seorang pedagang yang mengetahui bahwa dia memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan sanagt besar, lalu keuntungan itu luput dari tangannya.’

Demikianlah peti-peti waktu sepanjang umur seseorang diperlihatkan. Karena itu, katakanlah kepada jiwamu, ‘Bersungguh-sungguhlah pada hari untuk mengisis peti-petimu. Jangan biarkan kosong. Jangan menyerah pada rasa malas, segan, dan lemas sehingga engkau tidak mencapai derajat yang tinggi yang dapat dicapai oleh orang-orang lain.’ [Syaikh Muhammad Husain Ya’kub dari kitab al-Iltizam hal. 355-356].

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: