//
you're reading...
Fiqih

Mandi Bersama


Soal:

Apa hukum mandi bersama disungai, dimana aurat antara satu dengan lainnya tersingkap.

 

Jawab:

Mandi bersama-sama dengan menampakkan aurat antara satu dengan yang lainnya atau salah seorang di antaranya yang membuka aurat adalah sudah pasti keharamannya. Baik antara sesama lelaki atau sesama wanita. Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘ laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki, dan seorang perempuan tidak boleh melihat aurat perempulan lain. Seorang laki-laki tidak boleh berada bersama-sama dengan laki-laki lain di dalam satu kain, dan seorang perempuan tidak boleh berada bersama-sama dengan perempuan lain di dalam satu kain.’ [HR. Muslim dan Ahmad].

Imam an-Nawawi Rahimahullah berkata, ‘Laki-laki diharamkan melihat aurat laki-laki dan perempuan diharamkan melihat aurat perempuan lainnya. Tidak ada khilaf (perbedaan pendapat) dalam ketetapan ini. Begitu juga halnya laki-laki melihat aurat perempuan dan perempuan melihat aurat laki-laki adalah haram menurut kesepakatan para ulama.’ Beliau melanjutkan, ‘Banyak orang yang ceroboh di saat ia berkumpul dengan banyak orang di pemandian umum. Bagi yang hadir di tempat tersebut hendaknya ia membersihkan (menjaga) pandangannya, tangannya, dan lainnya dari aurat orang lain. Begitu juga, ia harus menjaga auratnya dari pandangan orang lain.’

 

Wanita tidak Boleh Mandi di Pemandian Umum

Abu Malih al-Hudzali meriwayatkan bahwa sekelompok wanita dari wilayah Himsh atau dari wilayah Syam datang menemui Aisyah Radhiyallahu ‘anhu, lalu ia berkata kepada mereka, ‘Apakah kalian berasal dari sebuah daerah yang katanya para wanitanya biasa masuk ke dalam pemandian umum?’ Mereka menjawab, ‘Benar.’ Aisyah berkata, ‘Aku pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Tidak ada seorang wanita yang melepas pakaiannya di luar rumah suaminya, kecuali ia telah mengoyak tutup (rasa malu) antara dirinya dan Allah.’ [Hadits Shahih. HR. Abu Dawud 4010, at-Tirmidzi 2803, dan Ibnu Majah 3750].

 

Kesimpulan

Laki-laki dibolehkan mandi bersama-sama (semisal di sungai atau kolam renang) asalkan pandangan mata terpelihara dari memandang aurat orang lain. Begitu juga ia harus menjaga auratnya dari pandangan aurat orang lain. Hukum yang sama juga berlaku dengan wanita namun mereka tidak diperkenankan mandi di pemandian umum.

Adapun jika aturan-aturan di atas tidak terpenuhi, maka mandi bersama-sama tersebut adalah haram. Wallahu A’lam.

 

 

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember 1433 H.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: