//
you're reading...
Soal Jawab Ringkas

Mencukur Rambut Bayi Dan Menyedekahkannya Dengan Perak


Soal:

Sampai dimana keabsahan hadits tentang anjuran bersedekah dengan perak sesuai berat  timbangan rambutnya bayi?

 

Jawab:

Adapun bersedekah dengan perak sesuai berat timbangan rambutnya (bayi). Maka terdapat didalam kitab Al-Muwaththâ` (Al-Istidzkâr 15/369) Malik dari Rabi’ah bin Abi ‘Abdirrahman dari Muhammad bin ‘Ali bin Al-Husain, bahwasanya ia berkata, “Fathimah binti Rasulillah shallallahu alaihi wa sallam  menimbangkan rambut Hasan dan Husain lalu bersedekah  dengan perak sesuai berat timbangan rambutnya.”

Namun riwayat ini munqathi` (terputus). Muhammad bin ‘Ali bin Al-Husain tidak mendengar langsung dari Fathimah radhiyallahu ‘anha. Dan datang dari berbagai jalur periwayatan  dari Muhammad bin ‘Ali dari Fathimah, namun (jalur periwayatan) diataslah yang benar.

Adapun riwayat Yahya bin Bukair dari Ibnu Lahi’ah dari ‘Umârah bin Ghaziyyah dari Rabi’ah bin Abi Abdirrahman dari Anas mengenai hadits tersebut secara marfu’ sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrâni dalam Al-Kabîr dan Al-Awsath, maka ini (jelas) keliru. Ibnu ‘Abdil Barr dalam Al-Istizdkâr berkata (Hadits ini ada yang diriwayatkan dari Rabi’ah dari Anas, namun periwayatan tersebut (jelas) keliru yang benar dari Rabi’ah sebagaimana apa yang tercantum di dalam Al-Muwaththâ`) selesai.

Riwayat yang serupa juga terdapat dalam hadits Ibnu ‘Abbâs sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnul A’rabi dalam Al-Mu’jam sebagaimana yang tercantum didalam Al-Irwâ` (4/380) dari jalur Maslamah bin Muhammad dari Yûnus bin ‘Ubaid dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbâs dengan redaksi: [Rasulullah] pernah meng-aqiqahi Al- Hasan dengan seekor kambing dan menyuruh agar kepalanya dicukur serta bersedekah dengan perak sesuai berat timbangan rambutnya. Begitu juga halnya dengan Al-Husain.”

Namun riwayat ini memiliki banyak illat (cacat):

Pertama: Bahwa hadits ini diriwayatkan dari ‘Ikrimah masing-masing dari Ayyûb dan Qatâdah namun keduanya tidak menyebutkan lafazh ‘bersedekah dengan perak’ dalam riwayat tersebut.

Kedua: Maslamah bin Muhammad Ats-Tsaqafi. Yahya berkata, “Haditsnya bukanlah apa-apa bahkan Abu Dawud telah menuduhnya dengan satu hadits sebagaimana yang tercantum di dalam Suâlât Al-Ajurri.

Dan datang dari riwayat Abu Râfi’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Kemudian ketika Fathimah melahirkan Hasan, ia berkata, “Tidakkah aku melumuri anakku ini dengan darah? Beliau bersabda, “Tidak, tetapi cukurlah kepalanya dan bersedekahlah dengan perak sesuai berat timbangan rambutnya kepada orang-orang miskin dan para aufâdh. Aufâdh adalah sekelompok orang-orang miskin dari kalangan shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang tinggal dimasjid atau di Shuffah. Abu An-Nadhr berkata dari mata uang yang diperuntukkan pada aufâdh yakni ahlus shuffah atau orang-orang miskin, maka aku pun melakukan hal itu. Fathimah berkata, “Ketika aku melahirkan Husain maka aku pun melakukan hal yang serupa.” (HR. Ahmad 6/390) dan lainnya dari jalur Syuraik dari Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqîl dari ‘Ali bin Husain dari Abu Râfi’.

Riwayat Syuraik ini diikuti dengan apa yang ada pada Ahmad (6/392) namun terdapat cacat pada sanad ini, cacatnya ada pada ‘Abdullah bin Muhammad bin Aqîl, ia adalah rawi yang lemah dimana ia berkesendirian dengan matan (redaksi) ini, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Al-Baihaqi (9/304) dan didalam matannya sendiri ada hal yang diingkari, dimana beliau melarang Fathimah melakukan aqiqah dan mengalihkannya untuk bersedekah.

Asy-Syaikh Albâni dalam Al-Irwâ` (4/404) berkata, “Zhahir haditsnya menyelisihi  apa yang tersebar luas darinya shallallahu alaihi wa sallam bahwa pernah mengaqiqahi Hasan dan Husain radhiyalahu ‘anhuma.” Selesai. Kemudian beliau menyebutkan jawaban Al-Hâfizh Ibnu Hajar dan Al-Baihaqi seputar pengkompromian diantara hadits-hadits (yang tampak bertentangan) tersebut. Akan tetapi selama sanad itu dha’if maka ia tidak dapat dijadikan sebagai hujjah.

Kesimpulannya bahwa hadits-hadits tentang menimbang rambut ini tidak ada satu pun yang shahih.

 

 

 

Diskusi

2 thoughts on “Mencukur Rambut Bayi Dan Menyedekahkannya Dengan Perak

  1. assalamualaikum…masih bingung pak…kalo menimbang rambut tidak ada yang shahih…gimana dengan mencukur rambut bayi?

    Posted by wiwin | Juni 9, 2012, 3:29 pm
    • Wa’alaikum salam warahmatullah…
      Adapun mencukur rambut bayi, maka hal itu shahih datangnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam. Dari Samurah bin Jundab radhiyallahu ‘anhu, ia menyampaikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
      كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى
      ”Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur habis rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud no. 2838. Asy-Syaikh Muqbil t berkata dalam al-Jami’ush Shahih [4/233], “Ini hadits sahih.”).

      Kesimpulannya: Shahihnya hadits mencukur rambut bayi tidak berarti bahwa hadits menimbang rambut juga ikut shahih. Disyariatkannya mencukur rambut bayi tidak berarti disyariatkan juga menimbang rambut bayi. Demikian.

      Posted by bejanasunnah | Juni 9, 2012, 10:22 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: