//
you're reading...
Fiqih

Seputar Bulan Rajab


Bulan Rajab termasuk dari bulan-bulan haram [selain Rajab, bulan haram lainnya adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram] dan bulan yang terhormat di sisi Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.’ [QS. at-Taubah : 36].

Ibnu Katsir [Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/104] berkata: Ibnu Abbas berkata, ‘Allah menjadikan setiap kemaksiatan di bulan-bulan haram lebih besar dosanya dan setiap amal shalih lebih besar pahalanya.’ Hal yang senada juga disampaikan oleh Qatadah. Beliau berkata, ‘Melakukan kedhaliman pada bulan-bulan haram lebih besar dosanya dibanding berbuat kedhaliman di bulan-bulan selainnya, meskipun kedhaliman di setiap keadaan tetap besar dosanya.

Hadits-hadits Tentang Keutamaan Rajab

Secara spesifik, tidak ada di dalam sunnah yang menyebutkan tentang keutamaan Rajab. Ibnu Hajar – Amirul Mukminin di dalam ilmu hadits – di dalam risalahnya yang berharga yang berjudul Tabyînul ‘Ujab fi Fadhli Rajab hal.11 berkata, ‘ Tidak ada satu hadits shahihpun yang layak dijadikan hujjah dalam hal keutamaan bulan Rajab serta keutamaan berpuasa di dalamnya, begitu juga tidak ada keutamaan pelaksanaan shalat malam khusus pada malam harinya.’ Beliau juga berkata, ‘Hadits-hadits yang sharih [jelas] yang terdapat di dalam keutamaan Rajab atau keutamaan berpuasa di bulan itu secara penuh atau berpuasa di sebagian harinya terbagi pada dua bagian yaitu; bagian yang lemah dan bagian yang palsu.’
Beliau dengan kesungguhannya berhasil mengumpulkan sebelas hadits-hadits lemah dan dua puluh satu hadits-hadits palsu tentang Rajab.

Berikut hadits-hadits masyhur tentang Rajab yang banyak terdapat di dalam buku-buku dan yang seringkali diucapkan oleh para khatib-khatib Jum’at :

1. Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, sedang Ramadhan adalah bulan ummatku … [Palsu! Demikian penilaian Ibnu Hajar di dalam Tabyinul ‘Ujab no.18 dan Ibnul Jauzi di dalam ‘al-Maudhû’at 2/124 di dalam sanadnya terdapat rawi-rawi yang majhul’].

2. Janganlah kalian melupakan malam Jum’at pertama dari bulan Rajab, karena malam itu disebut oleh Malaikat dengan Raghaib; maka tidaklah ada seorang yang berpuasa pada hari Kamis pertama dari bulan Rajab, kemudian shalat antara Maghrib dan Isya’ sebanyak dua belas rakaat, kecuali Allah akan mengampuni dosa-dosanya.’ [Palsu! Hadits ini merupakan lanjutan dari hadits pertama].

3. Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam apabila telah masuk di dalam bulan Rajab ia berdo’a, ‘Ya Allah berkahilah kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada Ramadhan.’ [Lemah! Dilemahkan oleh al-Hafidh Ibnu Hajar, al-Baihaqy, dan al-Haitsami di dalam al-Majmu’ 2/165].

4. Keutamaan bulan Rajab dibanding bulan-bulan lainnya, adalah seperti keutamaan al-Quran dibanding ucapan-ucapan lainnya [selain Al-Quran].’ [Palsu! Demikianlah penilaian Ibnu Hajar al-Asqalâny].

5. Barangsiapa yang menghidupkan satu malam dari bulan Rajab [melakukan shalat di malam harinya] dan berpuasa sehari [pada siang harinya], maka Allah akan memberi makan kepadanya dengan buah-buahan Syurga.’ [Palsu! Di dalam sanadnya ada rawi yang bernama; Hafash bin Makhârq].

6. Perbanyaklah Istighfar pada bulan Rajab, karena Allah setiap saat membebaskan dari Neraka pada bulan itu.’ [Lemah! Di dalam sanadnya terdapat rawi yang benarma Ashbagh bin Tsubatah, dia seorang perawi yang matruk. Lihat Tadzkirah al-Maudhu’at 116].

7. Sesungguhnya di dalam syurga terdapat sebuah sungai yang bernama Rajab, airnya melebihi putihnya susu …’ [Bathil!]

8. Berpuasa di hari pertama di bulan Rajab adalah penghapus dosa selama tiga tahun, puasa di hari yang kedua penghapus dosa selama dua tahun …’ [Lemah!]

9. Di dalam bulan Rajab terdapat satu malam, orang yang beramal pada malam itu dicatat baginya 100 kebaikan, dan malam itu adalah tiga malam pada akhir bulan Rajab. Orang yang shalat 12 rakaat pada malam itu dengan membaca Al-Fatihah …’ [Lemah! Lihat Tabyinul ‘Ujab no.25].

10. Barangsiapa yang shalat pada malam 27 Rajab sebanyak 12 rakaat …’ [Palsu!]

11. Barangsiapa yang shalat pada pertengahan malam bulan Rajab sebanyak 14 rakaat …’ [Palsu!]

12. Hari-hari Rajab tertulis pada pintu-pintu langit yang ke-enam, jika seseorang berpuasa sehari dari bulan itu …’ [Palsu!]

13. Barangsiapa yang melepaskan satu kesulitan dari seorang mukmin di bulan Rajab …’ [Palsu!]

Dan masih banyak lagi hadits-hadits lain yang menyebutkan tentang keutamaan Rajab, keutamaan berpuasa dan shalat di dalamnya. Namun, seperti yang kami sebutkan sebelumnya bahwa semua hadits-hadits yang terkait tentang itu berada di antara lemah dan palsu.

Bid’ah-Bid’ah Di Bulan Rajab

Karena lemah dan palsunya hadits-hadits yang terkait dengan keutamaan bulan Rajab, begitu juga dalam hal berpuasa dan shalat di dalamnya. Maka, orang yang melakukan amalan-amalan khusus di bulan Rajab dengan mendasari perbuatannya dengan hadits-hadits lemah dan palsu di atas maka dikategorikan telah melakukan perbuatan bid’ah. Untuk lebih jelasnya, kami sebutkan amalan-amalan bid’ah yang terkait dengan bulan Rajab sebagai berikut :

1. Menjalani puasa pada bulan ini tanpa ada putus [berpuasa berturut-turut selama sebulan penuh sama halnya dengan puasa wajib di bulan Ramadhan].

2. Mengkhususkan hari-hari di bulan ini untuk melakukan puasa pada setiap tahunnya. [adapun orang yang sudah terbiasa puasa Dawud, puasa senin dan kamis, serta puasa ayyamul bidh maka hal itu tidak mengapa bahkan tetap disunnahkan].

3. Melakukan puasa pada tanggal 27 Rajab dan juga menunaikan shalat khusus di malam harinya.

4. Mengadakan perkumpulan pada malam Isra’ dan Mi’raj [malam peringatan Isra’ dan Mi’raj] dengan membaca dan menelaah kisah Isra’ dan Mi’raj.

5. Menunaikan shalat 12 Rakaat pada malam Jum’at awal di bulan Rajab.

6. Menunaikan shalat Raghaib.

7. Mengkhususkan do’a dan zikir khusus pada bulan Rajab pada awal, akhir, atau pada semua hari dan pada salah satu hari tertentu di dalamnya.

8. Berbondong-bondong melakukan ziarah kubur.

9. Mengkhususkan Umrah di bulan Rajab.
Mengkhususkan bersedekah di bulan Rajab dengan keyakinan adanya keutamaan-keutamaan tertentu bersedekah di bulan Rajab.

Demikianlah penjelasan kami tentang bulan Rajab, Mudah-mudahan ada mamfaatnya. Wallahu A’lam.

Abu Halbas Muhammad Ayyub
Jember, Rajab 1433 H.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: