//
you're reading...
Khutbah

خطبة عيد الأضحى 1433 هـ


Oleh: Abu Halbas Muhammad Ayyub

–          Lapangan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi – 

Jum’at – 26 -10-2012 M.

إنّّ الحمد لله نحمده و نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، ومن سيّئات أعمالنا من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أنّ محمداً عبدُه و رسولُه… “يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبا” “يَا أَيّها الذين آمَنُوا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاته ولا تموتنّ إلاّ وأنتم مُسلمُون”،” يَا أيّها الذين آمنوا اتّقوا الله وقولوا قَولاً سَديداً يُصلح لَكُم أَعمالكم وَ يَغفر لَكُم ذُنُوبَكُم وَمَن يُطع الله وَرَسُولَهُ فَقَد فَازَ فَوزاً عَظيماً

 

Kaum muslimin,

Segala puji bagi Allah yang menciptakan manusia dari saripati yang berasal dari tanah, lalu mengubah saripati itu menjadi air mani yang tersimpan dalam tempat yang kokoh, yaitu rahim. Kemudian mengubah air mani menjadi segumpal darah, lalu segumpal darah menjadi segumpal daging, dan segumpal daging menjadi tulang belulang, lalu tulang belulang itu Ia bungkus dengan daging. Kemudian Ia jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah shallallânu ‘alaihi wa sallam yang pernah menitipkan pesan kepada para shahabatnya untuk disampaikan kepada segenap kaum muslimin yang tidak menghadiri khutbah beliau ketika itu, pada hari ‘Idul ‘Adhha hari yang seperti kita alami saat ini:

إنَّ دِمَاءَكُمْ وأمْوَالكُمْ وأعرَاضَكُمْ حَراَمٌ، كحُرمةِ يوْمِكُمْ هذا فى بلَدكُم هذا فى شَهْرِكُمْ هّذا، وسَتَلْقَونَ ربَّكُمْ فَيَسْأَلُكُمْ عَنْ أَعْمالكُمْ . فَلا تَرْجِعُوْا بعِْديْ كُفَّارا يضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابِ بَعْضٍ.

“Sesungguhnya darahmu, hartamu, dan kehormatanmu adalah haram seperti haramnya hari ini, di negerimu ini, dalam bulanmu ini. Kamu akan bertemu Tuhanmu. Dia akan menanyaimu tentang amal-amalmu maka ingatlah jangan kembali kafir sepeninggalku, sebagian kamu membunuh sebagian yang lainnya.” (HR. al-Bukhâri dan Muslim).

 

Kaum Muslimin,

Pada awalnya kita tercipta dari ketidakadaan lalu ada, pada awalnya kita tercipta dari kehinaan; lalu ada diantara kita yang menggapai kemuliaan dan ada pula diantara kita yang tetap dalam kehinaan sebagaimana pada penciptaan awalnya.  Kemuliaan tidak didapatkan lantaran besarnya kedudukan dan kekuasaan yang diraih,  karena sesungguhnya Fir’aun telah menikmati kekuasaan yang luas dan kedudukan yang tinggi ditengah kaumnya, ia berkata:

يَا قَوْمِ أَلَيْسَ لِي مُلْكُ مِصْرَ وَهَذِهِ الْأَنْهَارُ تَجْرِي مِن تَحْتِي أَفَلَا تُبْصِرُونَ.

Artinya, “Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; apakah kamu tidak melihat?” (Az-Zuhrûf: 51)

Namun semua itu tidak berarti ketika kekuasaan tersebut digunakan untuk melakukan kesewenangan dimuka bumi Ini. Allah subhânahu wa ta’ala:

فَلَمَّا آسَفُونَا انتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَاهُمْ أَجْمَعِينَ *

Artinya, “Maka ketika mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (dilaut).” Az-Zukhrûf: 36.

                Kemuliaan bukan juga datang dari banyaknya jumlah harta yang dimiliki, karena sesungguhnya Qârun telah memiliki pundi-pundi harta yang tak terhingga banyaknya. Allah berfirman:

وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ 

Artinya, “Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat.” Al-Qashash: 76.

                Namun begitu pun kemuliaan yang dimilikinya sirna seketika, ketika ia tidak bersykur kepada sang pemberi nikmat:

فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِن فِئَةٍ يَنصُرُونَهُ مِن دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ المُنتَصِرِينَ

“Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).” (QS: al-Qashash: 81).

                Begitu juga, kemuliaan tidak datang dari kecerdikan dan kepintaran seseorang, karena sesungguhnya bangsa Yahudi telah mendapat kemuliaan dimasa mereka, Allah telah berfirman:

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

“Hai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.”

Namun ketika kecerdasan itu dibawa pada kelicikan dan kecurangan, maka Allah mengubah sebagian wajah mereka menjadi kera yang hina:

فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ.

“Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”. (Al-Baqarah;65).

                Kemuliaan itu, juga bukan datang dari wajah yang rupawan. Karena sesungguhnya Abu Lahab adalah pemiliki wajah yang rupawan, namun Allah:

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ#مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ # سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ.

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.” (QS. Al-Lahab: 1-3).

 

Kaum muslimin:

Namun kemuliaan seseorang ada pada keislaman dan keimanannya kepada Allah ‘azza wa jallakeislaman dan keimanan yang benar yang bersih dari ragam kesyirikan dan penyimpangan.  Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِنْ رَبِّهِ

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (Az-Zumar: 22).

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً 

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (An-Nahl: 92)

‘Umar radhiyallâhu ‘anhu berkata:

نَحْنُ قَوْمٌ أَعَزَّنَا اللهُ بِاْلإِسْلاَمِ فَإِذَا ابْتَغَيْنَا الْعِزَّةَ فِيْ غَيْرِهِ أَذَلَّنَا اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ.

“Kami adalah suatu kaum yang telah dimuliakan Alloh ‘Azza wa Jalla dengan Islam, maka bila kami mencari kemuliaan dengan selainnya ( yakni meninggalkan apa yang diajarkan Islam dan mengamalkan apa-apa yang bertentangan dengannya ) niscaya Alloh akan menghinakan kami.” (HR. Al Hakim dalam al-Mustadrok dari Thoriq bin Syihab dan dinyatakan shohih oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz Dzahabie rahimahullah).

Karena kenikmatan inilah kaum muslimin, ahli kitab baik dari kalangan Yahudi dan Nashara begitu iri dan dengki kepada kepada kita. Mereka begitu antusias mengembalikan kita pada kekafiran, Allah subhânahu wa ta’ala berfirman:

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الحَقُّ

“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 109).

Kaum muslimin, apa yang kita lihat dan yang kita baca dari media massa bagaimana mereka merendahkan agama kita dengan membakar Al-Qur`an, melarang wanita-wanita muslimah menggunakan jilbab, mengencingi mayat kaum muslimin, menuduh Islam sebagai agama terorits, membuat film murahan tentang Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan lain sebagainya tidak lain adalah gambaran kedengkian yang telah memenuhi jiwa-jiwa mereka.

 

Kaum muslimin,

Kedengkian tidak hanya datang dari mereka dari luar Islam, namun kedengkian juga datang dari dalam Islam dari kelompok-kelompok sesat yang dengki dengan ahlus sunnah wal jama’ah atas keteguhan mereka dalam ber-Islam yang hanya berpegang teguh kepada Al-Qur`an, as-Sunnah, dan pemahaman para Shalafush Shalih. Dimasa ini, kita dapat menyaksikan dengan jelas bagaimana orang-orang liberal bersatu dengan kelompok syi’ah, sufi, dan kelompok-kelompok menyimpang lainnya untuk menghancurkan dan mematikan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Hingga salah seorang dari orang liberal berkata, “Bahwa ia dapat bekerjasama dengan semua pemeluk agama dan kelompok-kelompok yang ada didunia ini kecuali dengan Islam yang sunni.” Tokoh-tokoh syi’ah pun juga berkata yang sama, “Bahwa kami siap mengajak semua ormas-ormas yang ada dinegeri ini untuk berdialog dan bekerjasama, kecuali mereka yang Islam sunni.”

 

Kaum muslimin,

Ahli kitab  dengki dengan agama dan Nabi kita Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam, para ahli bid’ah dengki dengan akidah dan manhaj  kita yang bersih dan jauh dari hawa nafsu, para pengusung pemikiran yang menyimpang dan pengusung akhlak yang nista dengki dengan nilai dan akhlak yang kita usung, mereka hendak menebar kerusakan ditengah-tengah kita, berupaya keras mencabut rasa malu dan keutamaan para wanita kita.

 

Wahai kaum muslimin,

 Bersyukur dan berbahagialah atas hidayah Islam dan iman  yang Allah Subhânahu wa Ta’âla karuniakan kepada kita. Istiqomahlah ( teguh pendirian ) dalam berpegang teguh dengan agama-Nya sampai kita menghadap-Nya. Dan bersabarlah atas berbagai cobaan yang Alloh berikan kepada kita dalam menempuh jalan-Nya ini.

 

Wahai para pemuda yang budiman,

Kemuliaan itu bukan karena mengekor pada timur atau barat. Kemuliaan itu tidak pada fisik dan penampilan Kemuliaan itu bukan karena mengikuti gaya hidup orang yang kalian idolakan dari orang-orang yang tidak mengenal agama ini. Namun kemuliaan kalian ada dalam Islam. Semakin kalian berpegang teguh pada agama ini semakin tampaklah kemuliaan kalian didunia dan diakhirat.

Budaya tawuran seperti yang kalian saksikan dari pemuda-pemuda sebaya kalian, narkoba, minum-minuman keras hanyalah membuat agama-agama selain islam bertepuk gembira. Keinginan mereka untuk merusak pemuda Islam telah terwujud adanya. Kedengkian mereka telah terlampiaskan.

 

Wahai para pemudi muslimah yang taat kepada Allah lagi mencintai agama ini,

Ketahuilah bahwa agama ini benar-benar telah memuliakan kalian. Dahulu kaum wanita sebelum Islam tidaklah berarti apa-apa. Wanita dikubur hidup-hidup, dianggap sebagai barang dagangan murah, dapat diwarisi, diklaim sebagai najis dan kotoran, dianggap tidak memiliki ruh, serta perlakuan-perlakuan buruk lainnya. Sedang dalam islam, kedudukan dan martabat wanita benar-benar dimuliakan, ia memperoleh hak-hak kemanusiaannya, memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam dosa dan pahala, berhak mendapatkan pendidikan, berhak mendapatkan warisan, bertanggung jawab atas rumah tangga suaminya, serta tugas-tugas mulia lainnya.

Namun musuh-musuh Islam bahkan musuh kemanusian, dari kalangan orang-orang kafir dan munafik yang mengidap penyakit kedengkian, sangat terusik dengan kondisi wanita muslimah yang tetap menjaga kesucian, kehormatan, dan harga dirinya. Mereka ingin menjadikan kaum wanita sebagai media atau alat untuk merusak laki-laki yang lemah iman, menjadikannya sebagai barang dagangan yang murah yang bisa dinikmati baik keindahan tubuh maupun kecantikan parasnya. Hampir tidak ada iklan produk melainkan kecuali melibatkan wanita padanya. Mereka benar-benar ingin merubah kenikmatan yang kalian peroleh didalam Islam, mereka hendak menurunkan martabat kalian yang tinggi ke martabat yang rendah. Oleh itu jagalah kesucian kalian, kenalilah batas-batas aurat kalian mana yang boleh ditampakkan dan mana yang tidak boleh ditampakkan, peliharalah rasa malu kalian, dan berpegang tegulah kepada agama yang memuliakan kalian.

 

Kaum muslimin,

Bergembiralah dengan ‘Ied kalian ini pada batas-batas yang dihalalkan oleh Allah ‘azza wa jala, tampakkanlah kegembiraan dan rasa sukacita atas beragam nikmat yang Allah berikan kepada kalian. Banyak-banyaklah berdzikir dan bertakbir dihari-hari yang agung ini. ‘Ied kita ini bertepatan dengan ‘Ied yang lain, yaitu hari Jum’at. Barangsiapa yang melakukan shalat ‘ied maka ada rukhshah (kelonggaran) baginya untuk tidak menghadiri shalat jum’at, namun tidak gugur baginya shalat dhuhur. Namun apabila ia tetap menghadiri shalat jum’at maka ia telah melakukan kebaikan diatas kebaikan. Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu meriwayatkan dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ قَدْ اجْتَمَعَ فِي يَوْمِكُمْ هَذَا عِيدَانِ فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنْ الْجُمُعَةِ وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ .

Artinya, “Telah terkumpul pada hari kalian ini dua `ied (hari raya dan jum’at). Maka siapa yang mau cukuplah bagi dia shalat jum`at. Namun sungguhnya kami mememadukannya” (Shahih. HR. Abu Dawud).

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: