//
you're reading...
Rehat

Kiat Sukses Atur Waktu


Soal:   Mohon taushiyah[wejangan]nya, bagaimana  supaya bisa sukses mengatur waktu? Jazâkallah.

[08574655XXX]

 

Jawab

                        Agar anda sukses didalam mengatur waktu, agar waktu anda seluruhnya habis untuk beribadah dan taat kepada Allah, agar waktu dan umur  anda tidak tersia-siakan dalam bentuk apapun dan demi dalih apapun, maka anda harus mengenal tentang nilai waktu di dalam Islam.

Ketahuilah,  bahwa waktu itu adalah kehidupan. Hilangnya waktu adalah lenyapnya umur. Jadi orang yang menyia-nyiakan waktunya berarti ia menyia-nyiakan usia dan hidupnya.  Karena itu, waktu harus di manfaatkan dengan sesuatu yang berguna dan bermanfaat. Ibnul Jauzi berkata, ‘Berapa banyak manusia yang menyia-nyiakan  waktu sehingga mengakibatkan dia melewatkan banyak pahala besar. Hari-hari ini bagaikan ladang. Seakan-akan dikatakan kepada manusia, ‘Tiap kali engkau menabur sebutir biji, Kami akan mengeluarkan bagimu seribu takaran.’ Maka apakah dia mau berhenti meneaburkan biji dan bermalas-malasan?

Waktu yang sudah terlewat tidak mungkin dapat diganti. Karena itu, kita harus mengambil kesempatan dan memanfaatkan waktu agar dapat digunakan untuk menghasilkan ilmu  dan kebaikan.  Ibnul Jauzi kembali berkata, ‘Jika Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, Dia akan menolongnya dengan waktu dan menjadikan waktunya sebagai penolongnya. Jika Dia menginginkan kejelekan padanya, Dia akan menjadikan waktunya sesuatu yang menyengsarakan baginya. Waktunya akan selalu menyusahkannya. Tiap kali dia hendak bersiap untuk berjalan, waktu tidak membantunya. [Lihat Madârijus Sâlikin 3/125].

                        Dan baca juga prilaku-prilaku salaf berikut ini dalam mengatur waktu:

 

  • ‡Al-Hafidh Adz-Dzahabi dalam biografi Al-Hafidh Abdurrahman Al-Khatib Al-Baghdadi mengatakan, ‘Setiap kali berjalan ia selalu membawa kitab untuk ditelaahnya dalam perjalanan.’ [Tadzkirah Al-Huffadh 3/1141]. Hal itu karena Al-Hafidh Al-Baghdadi sangat setia menjaga dan memanfaatkan waktu agar jangan sampai terbuan percuma dalam perjalanan, tanpa ada manfaat untuk mendapatkan ilmu.
  • ˆDawud Ath-Tha’i [seorang ulama ahli fikih yang jujur dan zuhud] biasa hanya menelan potongan-potongan roti yang dicelup dengan air. Ia mengatakan, ‘Antara menelan potongan-potongan roti yang dicelup dengan air dan memakan kue ada waktu yang cukup bagiku untuk membaca lima puluh ayat Al-Qur`an.’ [Qimat Al-Zaman Indal Ulama h.39-40]
  • ‰Seorang ulama salaf berpesan kepada murid-muridnya. Ia mengatakan, ‘Jika kalian pergi dari sisiku maka berpencarlah. Barangkali dengan seperti itu, salah seorang di antara kalian ada yang bisa sambil membaca Al-Qur`an di tengah jalan. Tetapi jika berkelompok kalian pasti akan asyik bercakap-cakap.’ [Qimat Al-Zaman Indal Ulama h.39-40]
  • Š Yang sangat mengagumkan adalah apa yang dilakukan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ia tidak pernah mau melewatkan waktunya barang sedikit pun tanpa belajar atau menulis atau beribdah. Tidak heran jika tulisannya mencapai ratusan, bahkan tidak bisa di hitung oleh para pemerhati tulisan-tulisannya, termasuk oleh dirinya sendiri.  Al-Hafidh Ibnu Rajab berkata, ‘Tulisan-tulisan beliau memenuhi berbagai kota, karena begitu banyaknya,sehingga tidak bisa dihitung.’

 

 

Jember, Rabiuts Tsani 1435

Abu Halbas Muhammad Ayyub

 

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: