//
you're reading...
Akhlak

Makna Silaturrahim


Soal:

Apakah yang dimaksud dengan silaturahim itu? Apakah setiap kita berkunjung ke tetangga dan orang-orang yang kita kenal disebut telah bersilaturahim? Lalu upaya-upaya apa saja yang bisa dilakukan dalam silatu-rahim itu? Jazakallah Khairan.  [Hamba Allah – Jember]

 

Jawab:

Shilat bisa bermakna berdekatan atau lawan kata dari berjauhan/ berpisah. Dan bisa juga berarti bersambung atau lawan kata dari terputus. Sedang Rahim adalah rahim wanita yang sudah diketahui, yaitu tempat tumbuh dan tabung anak di dalam perut. Kata Rahim juga digunakan untuk menyebut kata ‘kerabat’, karena mereka semua keluar dari satu rahim. [Lihat Lisânul Arab 11/728 dan Mu’jam Mufradat Alfâdz Al-Qur`anul Karim h. 196]

Dengan demikian makna dari Silaturahim yang benar adalah menyambung kekerabatan [yaitu yang memiliki hubungan keluarga denganmu, baik itu mahram atau bukan mahram, ahli waris ataupun bukan, baik hubungan itu tersebut bersumber dari ayahmu atau dari ibumu] dengan berbuat baik terhadap mereka berupa sikap ramah, santun, serta memberikan perlindungan kepada mereka. Al-Qadhi ‘Iyyadh [lihat syarh An-Nawawi 16/112] berkata, ‘Rahim yang bisa disambungkan atau diputuskan dan diperlakukan dengan baik, tidak lain adalah kerabat dan keluarga yang dikumpulkan oleh rahim seorang wanita serta satu sama lain berhubungan. Hubungan inilah yang dinamakan Rahim.’

Dengan demikian tidak setiap kita berkunjung ke rumah te-tangga atau ke rumah kenalan yang tidak ada hubungan kekeluarga-an dengan kita dinamakan dengan silaturahim /silaturrahmi. Dan ini adalah pengertian yang keliru.

Adapun upaya-upaya yang bisa dilakukan dalam melestarikan hubungan silaturahim adalah di antaranya; saling berkunjung, ber-sedekah kepada keluarga yang miskin, hormat pada yang tua, sayang pada yang muda, mengundang mereka, menghadiri acara pesta yang mereka adakan, mengunjungi yang sakit, bila ada hubungan yang retak segera diperbaiki, mengajak mereka dalam kebaikan, mencegah dari keburukan, dan lain sebagainya.

 

Jember, 1433 H

Abu Halbas Muhammad Ayyub

 

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: