//
you're reading...
Rehat

Manusia Berdebu


Sahabat Abdullah Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu menceritakan perihal ketekunannya dalam menuntut ilmu. Ia menggabungkan antara sikap rendah hati dan sabar terhadap berbagai kesulitan menuntut ilmu dan menghimpun hadits, sehingga angin menaburkan debu ke tubuhnya. Ia melakukan hal itu karena mengharapkan bisa mencium bau harum surga dan melewati shirath tanpa hisab.

Berikut ini dengarkanlah pengalaman yang dialaminya, sebagaimana yang dikatakannya:

 

“Aku selalu mendatangi shahabat-shahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk menanyakan kepada mereka tentang sebuah hadits. Jika ada sebuah hadits yang sampai kepadaku dari seorang shahabat, maka aku mendatanginya, dan jika dia sedang istirahat siang hari maka aku rebahkan diriku dengan beralaskan selendangku di depan pintunya, sedang angin menaburkan debu ketubuhku. Kemudian orang yang kutunggu itu keluar lalu berkata kepadaku, ‘Wahai anak paman Rasulullah mengapa sampai engkau datang kepadaku padahal engkau tinggal mengutus kurirmu untuk memanggilku maka aku pasti akan datang kepadamu?’ Aku menjawab, ‘Tidak. Akulah yang lebih berhak untuk datang kepadamu. Lalu aku menanyainya tentang hadits itu.” [Al-Ishabah 1/28]

Padahal jika Ibnu Abbas ingin agar mereka membangunkannya tentulah mereka mau membangunkan orang yang dimaksud, dan dia pasti merasa gembira dengan kedatangannya. Akan tetapi semangat dan cita-cita itulah yang membuatnya senang mendengar suara angin dan terpaan debu yang mengenai tubuhnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: