//
you're reading...
Fiqih

Pandangan Mata Saat Ruku’ Dan Sujud


Soal:

Al-Imâm Ibnu Katsir –semoga Allah merahmatinya- berkata mengenai firman Allah  dalam surat Al-Baqarah 144; ‘…adapun di dalam keadaan ruku’nya maka arah pandangannya pada tempat kedua kakinya, dan dalam keadaan sujud pada tempat hidungnya dan di dalam duduknya pada pangkuan-nya.’ [Lihat Ibnu Katsir 1/241] Apakah benar demikian??  [Abdullah-Banyuwangi]

 

Jawab:

Ibnu Katsir –semoga Allah merahmatinya- tidak berpendapat seperti yang anda sebutkan di atas. Beliau hanya sekedar memaparkan beberapa pendapat tentang permasalahan arah pandangan mata di saat melaksanakan shalat. Dan di antara salah satu dari sekian pendapat tersebut adalah pendapat Syuraik Al-Qâdhi di mana beliau berpendapat, ‘Bahwa orang yang shalat ketika berada pada posisi berdiri maka pandangannya pada tempat sujudnya sebagaimana pendapat yang dianut oleh mayoritas ulama, lantaran mendalam dalam ketundukan serta lebih mantap dalam kekhusyu’-an dan terdapat dalil tentang itu. Adapun di dalam keadaan ruku’…dst.’

 

ARAH PANDANGAN

Ulama berbeda pendapat tentang arah pandangan mata di saat shalat. Sebagian berpendapat bahwa pandangan diarahkan ke depan, yang lain berpendapat ke arah tempat sujud, dan lainnya ada yang merinci seperti pendapat Syuraik Al-Qâdhi di atas. Sedang pendapat yang kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa pandangan mata diarahkan pada tempat sujud kecuali pada waktu bertasyahhud pandangan diarahkan pada jari telunjuk kanan.

 

DALIL PANDANGAN MATA KEARAH TEMPAT SUJUD DAN JARI TELUNJUK 

Adapun dalil untuk arah pandangan mata pada tempat sujud adalah sebagai berikut :

Dari Aisyah –Semoga Allah meridhainya- ia berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki ka’bah dan tidaklah pandangannya beralih dari tempat sujudnya sampai beliau keluar dari shalatnya.’ [HR. Al-Hâkim 1/479 dan Al-Baihaqi 5/158 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Bani di dalam Al-Irwâ’ 2/73].

Sedang dalil untuk pandangan mata kejari telunjuk disaat bertasyahhud adalah sebagai berikut : Dari Ibnu Umar –Semoga Allah  meridhainya- ia berkata, ‘Adalah Nabi r membentangkan telapak tangan kirinya di atas lutut kirinya, dan menggenggam semua jari tangan kanannya dan mengisyaratkan jari telunjuk yang dekat ibu jari kearah kiblat, dan mengarahkan pandangan  matanya ke arahnya [arah telunjuk].’ [HR. Muslim 580, dan Ibnu Khuzaimah 719].

 

PANDANGAN MATA KEARAH TEMPAT KAKI DAN HIDUNG

Adapun pendapat yang dinyatakan oleh Syuraik Al-Qâdhi bahwa di saat ruku pandangan mata tertuju pada tempat kaki dan pada saat sujud tertuju pada tempat hidung maka kami belum mengetahui ada dalil yang menyokong pendapat tersebut. 

Dengan demikian maka pendapat Syuraik Al-Qadhi yang disebutkan oleh Ibnu Katsir di dalam kitab tafsirnya tersebut adalah pendapat lemah. Wallahu A’lam.

 

 

Jember, Rabiuts Tsani 1435 H.

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: