//
you're reading...
Rehat

Penuntut Ilmu Sejati


Ibnu Abi Hâtim penulis kitab Al-Jarhu wa At-Ta’dil menceritakan pengalamannya:

‘Selama tujuh bulan di Mesir kami tidak pernah makan kuah. Siang hari kami gunakan untuk mengaji keliling ke beberapa orang guru, dan malam harinya kami gunakan untuk belajar. Pada suatu hari aku dan temanku mendatangi seorang guru. Tetapi karena ia sedang sakit, kami pun pulang. Ditengah jalan kami melihat seekor ikan segar yang sangat mengundang selera. Kami pun membelinya. Setibanya di rumah, bertepatan kami harus mendatangi majelis pengajian seorang guru yang lain. Kami pun segera berangkat. Kami tinggalkan ikan itu itu selama tiga hari sehingga hampir membusuk. Kami lalu memakannya tanpa menggorengnya terlebih dahulu. Kami merasa tidak menyesal, karena kami lebih mengutamakan ilmu daripada memanjakan kesenangan jasmani.’

[Sumber: Mukaddimah Kitab Al-Jarhu Wa At-Ta’dil oleh Ibnu Abu Hâtim Ar-Râzi]

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: