//
you're reading...
Fiqih

Letak Doa Penyembelihan Kurban


Soal:
Kapankah doa: Allâhumma taqabbal minni wa min ahli [Ya Allah, terimalah dariku dan dari keluargaku] dibaca? Apakah sebelum bacaan Bismillâh wa-l-Lâhu akbar atau setelahnya? Mohon penjelasannya.

Jawab:
Yang benar, bahwa doa tersebut dapat dibaca sebelum atau sesudah dzikir bismillâh wa-l-lâhu akbar, bahkan diperbolehkan juga membaca bismillâhi wa-l-lâhu akbar tanpa dibarengi dengan doa tersebut. Namun lebih utama jika doa itu disertakan dan dibaca setelahnya lantaran inilah yang sering dilakukan oleh Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Adapun dalil-dalil yang menunjukkan demikian adalah sebagai berikut:

1. Dalil doa dibaca sebelum dzikir penyembelihan:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما قَالَ : ذَبَحَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الذَّبْحِ كَبْشَيْنِ أَقْرَنَيْنِ أَمْلَحَيْنِ مُوجَأَيْنِ ، فَلَمَّا وَجَّهَهُمَا قَالَ : (إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ عَلَى مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ، وَعَنْ مُحَمَّدٍ وَأُمَّتِهِ ، بِاسْمِ اللَّهِ ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ ذَبَحَ. – روى أحمد (15022 ) وأبو داود (2795) وابن ماجه (3121

Dari Jabir bin Abdillah radiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam pernah menyembelih dua ekor domba bertanduk lagi bercorak hitam pada hari penyembelihan. Tatkala beliau telah menghadapkan keduanya (kearah kiblat), beliau membaca doa :

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ عَلَى مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ، وَعَنْ مُحَمَّدٍ وَأُمَّتِهِ ، بِاسْمِ اللَّهِ ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

“Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi di atas agama Ibrâhim yang hanîf (lurus) dan aku tidaklah termasuk golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, kurbanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam, tidak ada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah aku diperintahkan dan aku termasuk dari kaum muslimin. Ya Allah (hewan sembelihan ini) dari-Mu dan untuk-Mu, (sembelihan) dari Muhammad dan ummatnya. Bismillâh wallâhu akbar.” Kemudian beliau menyembelih.

[HR. Abu Dâwud (2759), Ibnu Mâjah (3121), Ahmad (15022) dan ad-Dârimi (1946). Asy-Syaikh Al-Arnauth berkata, “Ada kemungkinan sanad hadits ini berstatus hasan.” Sedang Asy-Syaikh Al-Albâni dalam al-Irwâ’ menganggapnya sebagai hadits shahih. (Lihat Irwâul Ghalîl 4/349).]

 

2. Dalil doa dibaca setelah dzikir penyembelihan:

Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan untuk membawakan satu ekor domba bertanduk yang hitam kakinya, hitam bagian perutnya, dan hitam di sekitar kedua matanya. Lalu dibawakan kepada beliau untuk beliau sembelih sendiri. Beliau berkata kepada ‘Aisyah, “

يَا عَائِشَةُ، هَلُمِّي الْمُدْيَةَ ” ثُمَّ قَالَ: ” اشْحَذِيهَا بِحَجَرٍ ” فَفَعَلَتْ، ثُمَّ أَخَذَهَا وَأَخَذَ الْكَبْشَ فَأَضْجَعَهُ، ثُمَّ ذَبَحَهُ، وَقَالَ: ” بِسْمِ اللهِ، اللهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ “، ثُمَّ ضَحَّى بِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

“Wahai ‘Aisyah, ambilkan sebilah pisau.” Kemudian beliau bersabda, “Asahlah pisau itu dengan batu.” ‘Aisyah pun mengerjakan. Kemudian beliau mengambil pisau dan mengambil domba tersebut, lalu beliau membaringkannya dan (bersiap) menyembelihnya. Kemudian beliau berucap:

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّد وَآل مُحَمَّد وَمِنْ أُمَّة مُحَمَّد

“Dengan nama Allah, ya Allah terimalah dari Muhammad dan keluarga Muhammad, serta dari umat Muhammad.” Kemudian beliau menyembelihnya.

[HR. Muslim no. 1967, Abu Daud no. 2792, Ahmad no. 24491, Ibnu Hibban no. 5915, Al-Baihaqi no. 19046 dan lain-lain]

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata, “Aku menyaksikan Shalat Idul Adha di mushalla (tanah lapang) bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika beliau selesai khutbah beliau turun dari mimbar dan dibawakan kepada beliau seekor domba jantan lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyembelihnya sambil mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّي وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي

“Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, ini dariku dan dari setiap orang yang tidak berkurban dari umatku.” [Shahih. HR. At-Tirmidzi 1521, dishahihkan oleh-Al-albani rahimahullah dalam Shahih At-Tirmidzi]

 

3. Dalil dzikir penyembelihan tanpa doa sebelum dan setelahnya:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : ” ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ وَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ ، وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا

“Dari Anas radhiyallâhu ‘anhu beliau berkata “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam pernah berkurban dengan dua ekor domba yang putih dan bertanduk, beliau menyembelih dengan tangannya sendiri dengan membaca Basmalah dan Takbir (بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ) serta meletakkan kakinya di dekat leher kambing tersebut.” [HR. Al Bukhari 5238 Muslim 1966].

Demikian. Semoga bermanfaat.

 

Abu Halbas
Jember, 1 Shafar 1436 H.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: