//
you're reading...
Akhlak, Fiqih

Berdiri Sesaat Di Depan Pintu Masjid Untuk Berdoa


Soal :
Saat kita membaca doa masuk masjid [termasuk masuk masjidil haram melalui pintu Babussalam untuk para jamaah haji] apakah kita disyariatkan berdiri sesaat didepan pintu masjid untuk menuntaskan doa tersebut? Mohon jawabannya.

Jawab :
Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang disyariatkannya kita berdoa saat masuk dan keluar masjid, diantaranya:

Dari Abu Humaid atau dari Abu Usaid dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaknya dia membaca, “Allahummaftahli abwâba rahmatika” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu). Dan apabila keluar, hendaknya dia mengucapkan, “Allahumma inni as-aluka min fadhlika (Ya Allah, aku memohon kurnia-Mu).” [HR. Muslim. 713]

Dan dari Abdullah bin ‘Amr bin al-Ash radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaiihi wasallam,

أَنَّهُ كَانَ إِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ يَقُوْلُ: أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. قَالَ: فَإِذَا قَالَ ذلِكَ، قَالَ الشَّيْطَانُ: حُفِظَ مِنِّيْ سَائِرَ الْيَوْمِ.

“Bahwa apabila beliau masuk masjid beliau mengucapkan, ‘Aku berlindung kepada Allah yang Mahaagung dengan WajahNya yang mulia, dan kekuasaan-Nya yang tidak berpermulaan dari setan yang terkutuk.’ Nabi bersabda, ‘Apabila dia mengucapkan itu setan berkata, ‘Dia terjaga dariku sepanjang harinya’.” [Hasan Shahih. HR. Abu Dâwud 466]

Tampak dari dua hadits diatas bahwa doa tersebut dibaca seraya berjalan masuk ke dalam masjid. Dan tidak ada penunjukkan dari keduanya bahwa beliau melakukan atau menganjurkan berdiri sesaat didepan pintu masjid untuk berdoa.
Karena tidak adanya dalil tentang itu maka Imam Malik dengan tegas menyatakan amalan tersebut sebagai amalan bid’ah. Ibnul Qâsim meriwayatkan dari Imam Mâlik ia berkata: Mâlik pernah ditanya tentang apa yang diperbuat oleh orang-orang saat masuk dan keluar masjid dimana mereka berdiri/berhenti sesaat (didepan pintu masjid) untuk berdoa?” Beliau menjawab, “Ini termasuk amalan bid’ah” Ia amat mengingkari perbuatan tersebut.” Ibnul Qâsim melanjutkan: Sebagian shahabat kami berkata: Yang beliau (Malik) maksudkan adalah berdiri/berhenti untuk membaca doa. Adapun jika jika seseorang berdoa seraya berjalan masuk dan keluar masjid maka hal tersebut baik dan diperbolehkan lantaran terdapat beberapa atsar dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam tentang itu. [Lihat: Al-Hawâdits wa Albida’u h.66] Allahu a’lam.

Jember, 6 Shafar 1436 H/ 28 Nov 2014 M.
Abu Halbas Muhammad Ayyub

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: