//
you're reading...
Khutbah

Duhai, Alangkah Dengkinya Mereka


– Khutbah ‘Idul Fitri 1435 H./2014 M. –
Oleh Abu Halbas Muhammad Ayyub

إن الحمد لله، نحمده، ونستعينه، ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبد الله ورسوله.
أما بعد:
فإن أصدق الحديث كتاب الله، وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار.

Segala puji bagi Allah yang nama-Nya dipuja dan disanjung baik dikala suka maupun duka, dikala sempit maupun lapang, dikeramaian maupun ditempat sunyi nan hening, dikala pagi maupun petang.

الله أكبر الله أكبر الله اكبر ولله الحمد

Jika bumi yang dipijak olehmu serasa sempit dengan berbagai fitnah kemaksiyatan maka puji dan besarkan nama Allah. Jika dada serasa sesak olehmu dengan berbagai persoalan kehidupan maka puji dan besarkan nama Allah. Jika perniagaan dan pertanian yang diharapkan keuntungannya tidak kunjung tiba maka puji dan besarkan nama Allah. Jika rumah tangga yang diharapkan kebaikannya tidak kunjung hadir maka puji dan besarkan nama Allah. Jika sakit yang diderita tidak kunjung sembuh maka puji dan besarkan nama Allah.

الله أكبر الله أكبر الله اكبر ولله الحمد

Ya Allah, sesungguhnya kami semua berkumpul ditempat ini untuk mengikuti sunnah nabi-Mu, untuk bersama memuji kebesaran dan keagungan-Mu. Kami semua bertasbih dan memuji kepada-Mu sebanyak makhluk yang Engkau ciptakan, kami bertasbih dan memuji kepada-Mu seberat timbangan ‘arsyi-Mu, sepanjang keridhaan-Mu, dan sebanyak tinta-tinta kalimat-Mu.
Ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam kepada nabi dan rasul-Mu yang mulia yang telah menasehati kami dengan sebaik-baik nasehat, yang menyayangi dan mencintai kami dengan cinta yang tulus.
Atas karunia-Mu dan atas petunjuk rasul-Mu, kami dapat mengetahui kebenaran dari kebatilan, kebaikan dari keburukan, keselamatan dari kebinasaan dan keimanan dari kekufuran. Sebelum itu, kami tidak ubahnya laksana laron-laronyang bermain disekitar api, dan ketika kami hendak menceburkan diri kedalamnya, rasul-Mu datang menyelamatkan kami.

الله أكبر الله أكبر الله اكبر ولله الحمد

Ma’asyiral muslimin yang berbahagia, semoga Allah memuliakan kita semua

Ini adalah hari yang agung, ini adalah hari suka cita, hari dimana segenap kaum muslimin diseluruh penjuru dunia berbondong-bondong menuju tanah lapang dan masjid-masjid mereka, saling berbagi doa, saling menebarkan senyum kasih saying dan kegembiraan dengan sesama.
Iya, ini adalah hari kita bergembira, dan merupakan hak kaum muslimin untuk meluapkan kegembiraannya, sekalipun kita sadar bahwa kegembiraan kita hari ini berdampingan dengan kesedihan, berdampingan dengan keprihatinan atas apa yang menimpa saudara kita semuslim dibelahan dunia yang lainnya.
Tentang negeri Arakan, sebuah kerajaan Islam yang besar nan kuat yang dahulu hidup terpisah dari Myanmar, yang dihuni oleh 4 juta muslim Rohingnya kini ada dalam kondisi yang mengenaskan. 5 ribu dari mereka terbantai, 2 juta dari mereka meninggalkan kampung halamannya untuk menghindari intimidasi dan pembantaian orang-orang kafir Budha yang dimotori para Bikshu dan didukung penuh oleh pemerintah Myanmar.
Tentang negeri Afghanistan, negeri para Mullah, hingga detik ini semenjak belasan tahun yang lalu negeri mereka ternajisi oleh orang-orang salibis yang dikomandoi oleh Negara Amerika dan sekutu-sekutunya. Disana, mereka menumpahkan darah ribuan kaum muslimin, mengadu domba dengan sesama mereka, serta mencabik-cabik kehormatan Islam dan kaum muslimin.
Tentang negeri Suriah, negeri para anbiyâ’, yang dihuni oleh mayoritas ahlus sunnah wal jamaah, kini ada dalam serba ketidakpastian. Kota-kota ahlus sunnah dihancurkan, kelaparan melanda, mayat-mayat bergelimpangan diberbagai penjuru kota. Mereka telah dinistakan oleh orang-orang majusi syi’ah rafidhah.
Tentang Palestina, negeri yang diberkahi disekitarnya, dalam bulan ini, hanya dalam hitungan minggu 118 orang warga palestina menemui syahidnya –insya Allah- akibat serangan udara dari keturunan para babi dan kera.
Kondisi yang menyedihkan ini persis seperti yang disabdakan oleh Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam:

يُوشِكُ الأممُ أن تداعَى عليكم كما تَداعى الأَكْلةُ إلى قِصْعَتِها

Artinya: Hampir-hampir saja para musuh-dari kalangan orang-orang kafir- mengerubuti kalian, laksana hidangan yang berada diatas meja makan. [Shahih. As-Silsilatus Shahihah oleh Syaikh Albâni nomor 958].

Ma’asyiral muslimin yang berbahagia, semoga Allah memuliakan kita semua

Mungkin sebagian kita bertanya-tanya, mengapa agama-agama yang berada diluar Islam begitu benci dan bernafsu untuk menghabisi kaum muslimin?
Sebelum menjawab itu, maka simaklah firman Allah ta’ala berikut ini yang tidak pernah mengandung kedustaan didalamnya dan terbukti dari masa kemasa:

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

Artinya: Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. [QS. Al-Mâidah: 82]

Ayat ini menegaskan akan kerasnya permusuhan orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik kepada kaum muslimin, sekaligus mengingatkan bahwa permusuhan ini tidak hanya berlaku disatu masa dan tidak dimasa lain, namun permusuhan tersebut berlaku untuk disetiap masa hingga tegaknya hari kiamat!
Lalu apa penyebab dari kerasnya permusuhan mereka? Penyebab utamanya adalah karena hasad, karena kedengkian yang telah memenuhi rongga dada serta mengendalikan otak dan tubuh mereka. Mereka dengki dengan agama yang kita anut ini, dengki dengan hidayah yang ada pada kita, dengki dengan pesan-pesan perdamaian yang kita usung. Allah ta’ala berfirman:

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم

Artinya: Sebahagian besar ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, Karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri. [QS. Al-Baqarah: 106]

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنَّ اليهودَ قومٌ حُسَّد، وهُمْ لا يَحْسُدُونَنَا عَلَى شَيْءٍ كَمَا يَحْسُدُونَنَا عَلَى السَّلامِ، وَعَلى آمين.

Artinya: Sesungguhnya bangsa Yahudi merupakan kaum yang penuh sifat hasad. Dan sesungguhnya mereka tidak hasad terhadap sesuatu sebagaimana hasadnya terhadap kita (kaum Muslimin) dalam perkara (ucapan) ”Assalamu’alaikum” dan ”Amin”. [HR. Shahih Ibnu Khuzaimah 1500]
Ibnu ‘Abbâs radhiyallâhu ‘anhu berkata:
إن رسولَ اللهِ صَلى الله عليه وسلم قَدِمَ مَكَّةَ فقال المشركون إن محمدا وأصحابَه لا يَسْتَطِيْعوْنَ أن يطوفُوْا بالبيت من الهَزَلِ وكانوا يَحْسُدُوْنَهُ .
Artinya: Ketika Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam tiba di Makkah, orang-orang musyrik berkata: Sesungguhnya Muhammad dan para shahabatnya tidak akan sanggup mengitari ka’bah (thawaf) lantaran kepayahan.” Mereka dengki kepada beliau. [HR. Ibnu Hibbân 3845]

Ma’asyiral muslimin yang berbahagia, semoga Allah memuliakan kita semua

Kedengkian yang mereka miliki tidak akan berdampak apapun kepada kaum muslimin selagi mereka berpegang teguh kepada agamanya yang mulia. Justru dengan itu mereka sering gigit jari bahkan binasa dengan kedengkian mereka sendiri.
Saat orang-orang Romawi mengalami kekalahan telak dari kaum muslimin pada perang Yarmûk dibawah pimpinan Khalid bin al-Walîd, perang yang paling gemilang dalam sejarah, perang yang paling menentukan alur peradaban dunia, perang dimana kaum muslimin hanya berjumlah 40.000 orang –demikian menurut satu riwayat- mampu membabat dan memporak porandakan pasukan salibis sebanyak 400.000 ribu orang. Setelah itu, raja Bizantium turun ke medan perang berjalan diatas puing-puing kekalahan pasukannya. Dengan amarah yang bergejolak serta kesedihan yang menghempit dadanya, ia bertanya kepada salah seorang komandan perangnya:
ويْلكُم أخْبرونى عن هاأولئك الذين يقاتلونكم أليسوا بشرا مثلكم؟
[Celakalahlah kalian, kabarkan kepadaku mengenai orang-orang yang memerangi kalian. Bukankah mereka manusia sama seperti kalian?]
Sang komandan berkata:
بلى أيها الملك!
[Benar wahai tuanku!]
Sang raja berkata:
فأنتم أكثر أم هم؟
[Jumlah pasukan kalian lebih banyak atau jumlah pasukan mereka?]
Sang komandan menjawab:
بل نحن أكثر فى كل مَوْطِنْ!
[Bahkan sebaliknya, pasukan kami lebih banyak jumlahnya disetiap lini]
Dengan keheranan sang raja kembali bertanya:
فما بالكم إذا تُنْهزمون؟
[Lalu mengapa kalian bisa kalah?]
Sang komandan menjawab:
هم يصلون بالليل، ويصومون بالنهار، وَيُوفون بالهعدِ، ويتناصحون بينهم…
[Lantaran mereka shalat dimalam hari, berpuasa disiang hari, memenuhi janji, saling menasehati diantara mereka,…].

Ma’asyiral muslimin yang berbahagia, semoga Allah memuliakan kita semua.

Namun ketika kita jauh dari agama ini, ketika agama sudah tidak menjadi prioritas, dunia telah membutakan mata hati kita, maka dengan mudah musuh-musuh dapat mewujudkan dan melampiaskan kedengkiannya. Hilang kewibawaan ummat ini ditengah-tengah musuh sekalipun kita ada dalam jumlah yang sangat besar.
Saat Rasulullah menyatakan bahwa kondisi kita laksana hidangan diatas meja makan, para shahabat bertanya:
وَ مِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ ؟!
[Apakah jumlah kami sedikit pada waktu itu?”

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَلْ أنتم يومئذٍ كثيرٌ, و لكنكم غُثاءٌ كغُثاءِ السَّيْلِ, وَ لْيَنْزِعَنَّ اللهُ من صدور عَدُوِّكُمْ المَهَابَةُ مِنْكُمْ, وَ ليَقْذِفَنَّ اللهُ في قلوبكم الوَهْنُ.

[Sebaliknya, jumlah kalian ketika itu begitu banyak, namun kalian tidak ubahnya laksana buih dilautan, Allah mencabut dari hati musuh-musuh kalian perasaan takut kepada kalian, dan Dia juga mencampakkan penyakit wahn dalam hati kalian!]

Salah seorang dari mereka bertanya:

يا رسول الله ! و ما الوهن ؟

[Wahai Rasulullah, apakah wahn itu?]

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam menjawab:

حُبُّ الدُّنْيَا وَ كَرَاهِيَةُ المَوْت.

[Cinta dunia dan takut mati]. [Shahih. As-Silsilatus Shahihah oleh Syaikh Albâni nomor 958].
Mencintai dunia secara berlebihan menyebabkan seseorang akan takut mati, ia takut berpisah dengan apa yang telah didapatinya, sehingga tidak menyempatkan diri mempersiapkan bekal menuju akhirat dan pada akhirnya pembelaannya terhadap agama melemah bahkan mati, maka pada saat itulah berbagai kehinaan akan datang menimpa. Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ ، وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ ، وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ ، وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ ، سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ.

Artinya: Apabila kalian telah berjual beli dengan cara Al-‘Inah, kalian mengambil ekor-ekor sapi, kalian ridha dengan perkebunan serta kalian meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kepada kalian suatu kehinaan yang (Allah) tidak akan mencabutnya sampai kalian kembali kepada agama kalian”. [HR. Abu Daud dan lain-lainnya dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ash-Shahihah No. 11]
Dalam hadits diatas Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam menyebutkan 3 penyakit serta akibat yang ditimbulkan dari 3 penyakit tersebut, lalu menjelaskan penawarnya. 3 penyakit tersebut adalah: Tenggelam dalam perbuatan yang diharamkan [transaksi riba dan semisalnya], acuh terhadap agama [hanya mengurus peternakan, pertanian, dan perdagangan], dan meninggalkan kewajiban [jihad dan semisalnya]. Adapun akibat yang ditimbulkan adalah kehinaan dan keterpurukan, sedang penawar dari itu semuanya adalah kembali mengamalkan ajaran yang mulia ini.

Ma’asyiral muslimin yang berbahagia, semoga Allah memuliakan kita semua.

Belum tibakah saatnya kita kembali menguatkan agama kita? Belum tibakah saatnya kita menyadari kesalahan-kesalahan masa lalu kita? Belum tibakah saatnya kita mempersiapkan bekal yang terbaik menuju Allah? Ataukah kita menunggu musuh-musuh datang menguasai kita dan negeri kita?
Wahai kaum! Jangan sampai kelemahan yang ada pada kita semakin kita lemahkan dengan bermaksiyat kepada Allah dan Rasul-Nya!
Wahai kaum! Sambunglah tali silaturrahim hindari pertikaian dan permusuhan dengan sesama. Pertikaian hanya akan menyebabkan hilangnya kekuatan dan mendatangkan kekalahan.
Wahai kaum! Peliharalah amanat yang Allah titipkan diatas pundak kalian, jadilah pemimpin rumah tangga yang baik, didiklah anak-anakmu dengan pendidikan yang berjalan diatas manhaj ahlus sunnah wal jamaah.
Wahai kaum! Bersabarlah atas cobaan-cobaan musuh yang datang menimpa. Allah ta’ala berfirman:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Artinya: Dan janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, sebab kamu paling tinggi derajatnya, jika kamu orang beriman.” [QS. Ali Imrân: 139]
Wahai wanita muslimah! Kewajiban menegakkan agama tidak hanya ada dipundak laki-laki tetapi juga ada dipundak kalian. Perbagusi hubungan kalian dengan sesama wanita muslimah, junjung tinggi kehormatan suami dengan memberikan ketaatan penuh kepadanya, jadilah madrasah yang baik untuk anak-anakmu, jangan remehkan aurat yang tersingkap, dan banyak-banyaklah bersedekah untuk menghindari dari jilatan api neraka.
Wahai kaum muslimin! Ramadhan telah berlalu, hari-harinya telah habis, ia telah pergi dan menjadi saksi atas apa yang telah kita perbuat. Jadikanlah Ramadhan sebagai pondasi untuk membangun kebaikan-kebaikan diatasnya. Berbuat kebajikan tidak hanya sebatas dibulan Ramadhan, karena Tuhan dibulan Ramadhan dengan dibulan-bulan lainnya adalah sama. Dan banyak-banyaklah berdoa, agar Allah berkenan menerima amal-amal kita dan kembali menghadirkan Ramadhan dalam kehidupan kita untuk dimasa yang mendatang.

للهم اغفر لنا ذنوبنا وإسرافنا في أمرنا، اللهم إنا نسألك في مقامنا هذا أن تكتبنا في عتقائك من النار، اللهم اجعل الجنة مثوانا، وأورثنا الفردوس الأعلى، وأدخلنا الجنة دون حساب ولا عذاب، يا كريم يا وهاب، يا ذا العرش المجيد، يا فعال لما يريد، يا منان، يا ذا الفضل العظيم تفضل على هؤلاء الجمع بعتقهم من النار، وإخراجهم من ذنوبهم كيوم ولدتهم أمهاتهم، لا تفرق هذا الجمع إلا بذنب مغفور، وعمل مبرور، وسعي متقبل مشكور، يا ودود يا غفور، اللهم اغفر لآبائنا وأمهاتنا، اللهم اغفر لوالدينا وللمؤمنين يوم يقوم الحساب، واجعل بلدنا هذا آمناً مطمئناً سخاءً رخاءً وسائر بلاد المسلمين، واحفظنا من بين أيدينا، ومن خلفنا، وعن أيماننا، وعن شمائلنا، ومن فوقنا، ونعوذ بعظمتك أن نغتال من تحتنا، اجعلنا إخوة متحابين، يا أرحم الراحمين، يا رب العالمين طهر قلوبنا من النفاق، وأعمالنا من الرياء، اسلل سخائم صدورنا، اسلل سخائم صدورنا، اسلل سخائم صدورنا، واختم بالصالحات أعمالنا، سبحان ربك رب العزة عما يصفون، وسلام على المرسلين، والحمد لله رب العالمين.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: