//
you're reading...
Manhaj

Amalan-Amalan Bid’ah Dalam Bulan Muharram


Soal:

Sebagaimana yang ustadz ketahui, bahwa di negeri kita ini teramat banyak amalan-amalan bid’ah khususnya pada bulan-bulan mulia seperti di bulan Muharram ini. Oleh itu, mohon diberi contoh-contoh amalan bid’ah yang terkait dengan bulan Muharram. [Jember]

 

Jawab:

Ada yang perlu diketahui oleh segenap kaum muslimin terkait dengan urusan ibadah mereka bahwa amalan ibadah apa saja yang tidak pernah dilaksanakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan tidak pula dilakukan oleh para shahabatnya, berarti amalannya itu hanyalah sebuah upaya untuk menyimpangkan mereka kepada jalan-jalan kesesatan yang banyak jumlahnya, bahkan menyimpangkan mereka ke lembah-lembah kebinasaan, inilah yang dinamakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam dengan Bid’ah adalah kesesatan.

 

Terkait dengan amalan-amalan bid’ah di bulan Muharram yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin di negeri ini cukup banyak jumlahnya bahan jenis-jenisnya berbeda antar satu negeri (daerah) dengan negeri lainnya. Semakin masuk ke wilayah pedalaman maka semakin dalam juga bid’ahnya, semakin luas kotanya maka semakin meluas juga bid’ahnya. Namun, ada di antara bid’ah-bid’ah tersebut yang merata di seluruh negeri, di antaranya :

 

1) Merayakan awal bulan Muharram atau merayakan tahun baru Islam. Amalan ini tidak ada contohnya dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan para shahabatnya dan menyerupai ibadah orang-orang Nashrani dalam merayakan tahun baru Masehi (awal bulan Januari).

2) Menganggap bulan Muharram sebagai bulan keramat sehingga banyak aktivitas yang dikurangi bahkan dihentikan sama sekali se-misal tidak melangsungkan pernikahan. Padahal Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

 

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ

ِArtinya, “Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik.’ [HR. Al-Bukhari].

 

Thiyarah itu adalah merasa bernasib sial karena sesuatu baik pada nama, bilangan hari, bulan, angka, dan lain sebagainya.

 

3) Membuat secara ritual tolak bala di antaranya dengan mengadakan tirakatan pada malam satu Sura (Muharram). Ini adalah bid’ah yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan para shahabatnya.

4) Do’a awal dan akhir tahun yang dibaca pada malam akhir tahun dan awal tahun (sebagaimana termaktub dalam Majmu’ Syarif).

5) Mengerjakan puasa khusus, mandi yang menyerupai mandi hadats, bersuci, bershalat khusus, mengadakan majelis dengan membaca surat Yasin bersama-sama, membaca dzikir-dzikir khusus dalam rangka menyambut datangnya bulan Muharram. Maka, ini juga adalah bid’ah dalam agama, tidak diperintahkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

6) Membuat makanan khusus yang tidak pernah dilakukan pada hari-hari biasanya. Lalu, membagi-bagikan dengan tetangga sekitar atau mengundang orang-orang untuk datang ke rumahnya lalu menga-dakan ritual dzikir berjamaah.

 

Demikianlah beberapa bid’ah yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin di negeri ini dan apa yang kami sebutkan di atas hanyalah sebagiannya saja.

 

 

Jember

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: