//
you're reading...
Manhaj

Muslim Ikut Merayakan Natal


Setiap kali berganti masa, maka tampaklah keasingan Islam bagi kaum muslimin. Kekaburan terjadi antara yang haq dan yang bathil, semua urusan bercampur aduk menjadi satu. Yang sunnah dianggap bid’ah dan yang bid’ah dianggap sunnah. Yang jelas keharamannya dianggap mubah, sedang yang jelas wajibnya dianggap makruh. Menyetujui serta ikut berpartisipasi merayakan hari-hari besar orang-orang kafir adalah salah satu contoh nyata dari kekaburan itu.

Berkenaan banyaknya pertanyaan kepada kami tentang hukum seorang muslim ikut merayakan natal, maka berikut  kami nukilkan secara lengkap fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang masalah tersebut:

Fatwa MUI Tentang Keharaman Perayaan Natal Bersama

Dewan Pemimpin Majelis Ulama Indonesia, setelah:

Memperhatikan:
1. Perayaan Natal bersama pada akhir-akhir ini disalahartikan oleh sebagian ummat Islam dan disangka dengan ummat Islam meraya-kan Maulid Nabi Besar Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
2. Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam yang ikut dalam perayaan Natal dan duduk dalam kepanitiaan Natal.
3. Perayaan Natal bagi orang kristen adalah merupakan ibadah.

 

Menimbang:
1. Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama.
2. Ummat islam agar tidak mencampuradukkan aqidah dan ibadahnya dengan aqidah dan ibadah agama lain.
3. Ummat Islam harus berusaha untuk menambah iman dan takwanya kepada Allah.
Tanpa mengurangi usaha ummat Islam dalam kerukunan Antar-Ummat Beragama di Indonesia.

 

Meneliti Kembali:
Ajaran-ajaran agama Islam, antara lain:
A. Bahwa ummat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan ummat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan, berdasarkan atas:
1. Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat14, ‘Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu sekalian dari seo-rang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa (kepada Allah). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.’
2. AlQur’an surat Luqman ayat 15, ‘Dan jika kedua orang tuamu memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikutinya, dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik. Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian kepada-Ku lah kembalimu, maka akan kuberikan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.’
3. Al-Qur’an surat Mumtahanah ayat 8, ‘Allah tidak melarang kamu (ummat Islam) untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (bergama lain) yang tidak memerangi kamu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyu-kai orang-orang yang berlaku adil.’

 

B. Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampuradukkan aqidah dan peribdahan agamanya dengan aqidah dan peribadahan agama lain berdasarkan:
1. Al-Qur’an surat Al-Kafirun ayat 1-6, ‘Katakanlah: Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.’
2. Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat42, ‘Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.’

 

C. Bahwa ummat Islam harus mengakui kenabian dan kerasulan Isa Al-Masih bin Maryam, sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain, berdasarkan atas:
1. Al-Qur’an surat Maryam ayat 30-32, ‘Berkata Isa: Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendiri-kan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.’
2. Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 75, ‘Al Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan maka-nan. Perhatikan bagaimana Kami menjelas-kan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), ke-mudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memper-hatikan ayat-ayat Kami itu).’
3. Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 285, ‘Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demi-kian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatkan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka menga-takan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.’

 

D. Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih dari satu, Tuhan itu mempunyai anak Isa Al-Masih, maka orang itu kafir dan musyrik berdasarkan atas:
1. Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 72, ‘Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putra Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tu-hanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang memperse-kutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Syurga, dan tempatnya ialah Nera-ka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.’
2. Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 73, ‘Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.’
3. Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 30, ‘Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nashrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru per-kataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?’

 

E. Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakah dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya agarmereka mengakui Isa dan ibunya (Maryam) sebagai Tuhan? Isa menjawab, ‘Tidak’, hal itu berdasarkan atas Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 116-118, ’ Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu menga-takan kepada manusia: Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Eng-kau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)-nya yaitu: Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.’

 

F. Islam mengajarkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu hanya satu, berdasarkan atas Al-Qur’an surat Al-Ikhlash, Katakanlah: ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanak-kan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.’

 

G. Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah Ta’ala, serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan, berdasarkan atas:
1. Hadits Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam dari Nu’man bin Basyir, ‘Sesungguhnya apa-apa yang halal itu telah jelas, dan apa-apa yang haram itupun telah jelas. Akan tetapi, di antara keduanya itu banyak yang syubhat (seperti halal, seperti haram) kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barangsiapa memelihara diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah agama dan kehormatan-nya. Te-tapi barangsiapa yang jatuh kepada yang syubhat, maka be-rarti ia telah jatuh pada yang haram, semacam orang yang menggem-balakan binatang makan di daerah larangan itu. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ke-tahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkan-Nya (oleh karena itu yang haram jangan didekati).’
2. Kaidah Ushul Fiqh, ‘Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulu-kan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahatan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan mashalihnya tidak dihasilkan).’

 

MEMUTUSKAN

Memfatwakan :
1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa ‘Alaihis Salam, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas.
2. Mengikuti upacara Natal Bersama bagi ummat Islam hukumnya HARAM.
3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah, dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal.

 

 

 
Jakarta, 1 Jumadil Awal 1401 H
__________________________________________________________
7 Maret 1981 M

 

KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA

KETUA                                                             SEKRETARIS

KH. M. SYUKRI G.                                           Drs. H. MAS’UDI

 

 

 

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: