//
you're reading...
Soal Jawab Ringkas

Membaca Surah Di Rakaat Yang Ketiga Dan Keempat


Soal:

Apakah pada rakaat ketiga dan yang keempat juga mesti membaca surat seperti halnya pada rakaat yang pertama dan kedua? Jazakallah. [Ibnu Muhsin – Jember]

 

Jawab:

Membaca surat setelah Al-Fatihah adalah sunnah (tidak wajib). Imam Asy-Syaukani Rahimahullah berkata, ‘Tidak ada perbedaan di antara para ulama tentang anjuran membaca surat setelah Al-Fatihah pada shalat Shubuh, Jum’at, dan di dua rakaat yang pertama pada tiap-tiap shalat. Imam An-Nawawi berkata, ‘Perkara itu adalah sunnah menurut semua ulama.’ [Nailul Authar III/61].

Di antara dalil kesunnahannya adalah perkataan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berikut ini, ‘Pada setiap shalat beliau membaca, maka apa yang diperdengarkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam kepada kami, maka kami perdengarkan pula kepada kalian dan apa yang beliau samarkan (baca perlahan) kepada kami, maka kami samarkan pula kepada kalian. Dan apabila engkau tidak menambahkan bacaan untuk surat Al-Fatihah, maka hal itu telah mencukupi-mu. Namun, jika engkau tambah maka itu lebih bagus bagimu.’ [HR. Al-Bukhari 772 dan Muslim 396].

 

Bacaan Surat/Beberapa Ayat untuk Rakaat Ketiga atau Keempat

Ulama sepakat atas disunnahkannya membaca surat/beberapa ayat setelah Al-Fatihah di dua rakaat yang pertama pada tiap-tiap shalat. Namun, mereka berbeda pendapat akan kesunnahannya di dua rakaat yang terakhir pada shalat yang bilangannya empat rakaat dan pada rakaat ketiga pada shalat yang bilangannya tiga rakaat.

Yang unggul –Wallahu A’lam– adalah pendapat yang menyunnahkannya dengan berdasarkan pada hadits Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, ‘Bahwasanya Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam membaca (surat/beberapa ayat selain al-fatihah) dalam shalat Dhuhur di dua rakaat yang pertama, di dalam setiap rakaatnya sekitar 30 ayat dan pada dua rakaat lainnya sekitar 15 ayat – Abu Sa’id berkata ; atau separuh dari itu – dan pada shalat Ashar dalam dua rakaat yang pertama dalam tiap-tiap rakaatnya seukuran 15 ayat dan pada dua rakaat lainnya sekitar separuh dari itu.’ [HR. Muslim 452].

Ash-Shan’ani berkata, ‘Maka beliau terkadang membaca surat selain Al-Fatihah pada dua rakaat yang terakhir dan terkadang pula hanya membatasinya pada Al-Fatihah saja (seperti yang termaktub pada hadits Abu Qatadah).’ Dan cara seperti inilah (terkadang melakukan dan terkadang tidak) yang sunnah.”

 

 

 

Jember, 2010

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: