//
you're reading...
Soal Jawab Ringkas

Terima Uang Haram


Soal:

Seseorang menang judi, lalu menghadiahkan sebagian hasil judinya tersebut kepada keluarga dekatnya dan keluarga dekatnya itu tahu bahwa itu adalah hasil judi. Maka, bolehkah ia menerima hadiah dari hasil judi tersebut? [Arjasa–Jember]

 

Jawab:

Zaman sekarang banyak orang yang tidak peduli dengan harta haram dan tergila-gila terhadap harta benda sampai mereka tidak menghiraukan keharaman harta orang lain yang ia ambil. Mereka juga telah mengabaikan aturan-aturan agama dalam mencari harta. Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam jauh hari telah memperingatkan akan bentuk ketergila-gilaan manusia terhadap harta benda. Beliau bersabda:

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ أَمِنَ الْحَلَالِ أَمْ مِنْ الْحَرَامِ

‘Akan datang pada manusia suatu masa di mana seseorang tidak peduli lagi terhadap harta yang ia dapatkan; apakah dari harta halal atau harta haram.’ [HR. Al-Bukhari].

Pada hari Kiamat nanti, orang seperti ini akan ditanya tentang hartanya; dari mana ia mendapatkannya dan ke mana ia membelanjakannya? Pada hari itu yang ada hanya kehancuran dan kerugian.

 

Menerima Uang Haram

Ketahuilah, bahwa tidak diperbolehkan memakan atau menerima hadiah dari harta yang diketahui dengan pasti bahwa harta tersebut adalah harta haram. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

مَنْ نَبَتَ لَحْمُهُ مِنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Setiap daging yang tumbuh dari harta yang haram, maka nerakalah yang lebih pantas untuknya.’ [Shahih. HR. Ahmad dan Ath-Thabrani. Lihat kitab Shahihul Jami’ 1419].

 

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, ia berkata, ‘Abu Bakar Ash-Shiddiq memiliki seorang budak yang bekerja menghasil-kan kharaj (sesuatu yang ditetapkan oleh tuan untuk dibayarkan olehnya kepada tuannya setiap hari, sedangkan sisanya adalah milik budak itu) dan Abu Bakar memakan hasil kharaj itu. Suatu hari ia datang membawa sesuatu, lalu Abu Bakar memakan sebagiannya. Maka, pelayan itu berkata kepadanya, ‘Apakah Anda mengetahui apakah ini?’ Abu Bakar berkata, ‘Apa itu?’ Dia berkata, ‘Dulu pada masa jahiliyyah saya berlagak menjadi dukun untuk seseorang padahal saya tidak pandai ilmu perdukunan, saya hanya menipunya. Kemudian dia bertemu saya dan memberi saya karena praktek itu dan yang Anda makan ini adalah bagian dari hadiah itu.’ Abu Bakar memasukkan tangannya ke dalam mulut dan memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya.’ [HR. Al-Bukhari].

 

 

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Jember, 2010

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: