//
you're reading...
Aqidah

Kitab Asy-Syari’ah (3) Bab Penyebutan Perpecahan Ummat Dalam Agama Mereka Dan Terpecah Berapakah Ummat Ini? Dan Bab Penyebutan Kekhawatiran Nabi Atas Ummatnya Serta Peringatan Beliau Kepada Mereka Agar Tidak Mengikuti Jalan Ummat-Ummat Sebelum Mereka


Asy-Syari’ah[1]

Oleh: Imam Abu Bakar Muhammad Bin al-Husain al-Ajurri

(Wafat tahun 360 H.)

 

 

 

BAB

PENYEBUTAN PERPECAHAN UMMAT DALAM AGAMA MEREKA DAN TERPECAH BERAPAKAH UMMAT INI?

⎏⎏⎏⎏⎏

 

            Dari Yusuf bin Asbâth ia berkata:

أُصُولُ الْبِدَعِ أَرْبَعٌ : الرَّوَافِضُ ، وَالْخَوَارِجُ ، وَالْقَدَرِيَّةُ ، وَالْمُرْجِئَةُ ، ثُمَّ تَتَشَعَّبُ كُلُّ فِرْقَةٍ ثَمَانِيَ عَشْرَةَ طَائِفَةً ، فَتِلْكَ اثْنَتَانِ وَسَبْعُونَ فِرْقَةً ، وَالثَّالِثَةُ وَالسَّبْعُونَ الْجَمَاعَةُ الَّتِي قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّهَا النَّاجِيَةُ

Artinya, “Pokok dari bid’ah itu ada empat: Rawâfidh (Rafidhah), Khawarij, Qadariyah, dan Murji’ah. Kemudian setiap firqah (kelompok) itu bercabang menjadi delapan belas firqah, maka jadilah ia tujuh puluh dua firqah (4×18=72), dan firqah ke tujuh puluh tiga adalah al-jama’ah yang disabdakan oleh Rasululah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, “Ia adalah firqah yang selamat.” [Hasan. Diriwayatkan oleh al-Mushannif (20)].

                Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَفَرَّقَ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى عَلَى إِحْدَى ، أَوِ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً

                Artinya, “Ummat Yahudi dan Nashara terpecah menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua firqah (kelompok) sedang ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga firqah.” [Shahih. HR. Al-Mushannif (21), Ahmad (2/332), Abu Dâwud (4596), at-Tirmidzi (2640), Ibnu Majah (3991), dan Ibnu Abi ‘Ashim (66,67)]

                Dari Anas dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

افْتَرَقَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً ، وَإِنَّ أُمَّتِي سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً ، كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلا السَّوَادَ الأَعْظَمَ

                Artinya, “Bani Isrâil terpecah menjadi tujuh puluh satu firqah, sedang ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga firqah, seluruhnya berada dineraka kecuali as-sawâdul a’dzam.” [Shahih. HR. Al-Mushannif (27), Ahmad (3/120, 145), Ibnu Majah (3993), dan Ibnu Abi ‘Ashim (64)].

Dari Mu’âwiyah bin Abi Sufyân radhiyallâhu ‘anhu bahwa ia pernah berdiri sesuai mengimami orang-orang pada shalat Zhuhur di Makkah dan berkata:

أَلا إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِينَا ، فَقَالَ : ” أَلا إِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ افْتَرَقُوا عَلَى اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً ، وَإِنَّ هَذِهِ الأُمَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاثٍ وَسَبْعِينَ ، اثْنَتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ ، وَهِيَ الْجَمَاعَةُ

                “Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri ditengah-tengah kami lalu bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari ahlul kitab terpecah menjadi tujuh puluh dua millah (agama), sedang ummat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga, tujuh puluh dua berada di neraka dan satu berada disyurga, yaitu al-Jamaah.” [Hasan: Statusnya naik menjadi Shahih dengan kumpulan berbagai jalur. HR. Al-Mushannif (29), Ahmad (4/102), Abu Dâwud (4597), ad-Dârimy (256)].

                Muhammad bin al-Husain rahimahullahu ta’ala berkata, “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang mewaspadai firqah-firqah ini, menjauhi segala bentuk bid’ah sekaligus tidak berbuat bid’ah, menetapi atsar, lalu mencari jalan yang lurus, dan senantiasa memohon pertolongan kepada Penolong-Nya Yang Maha Mulia.

Dari Muhammad bin Sîrin ia berkata:

كَانُوا يَقُولُونَ : إِذَا كَانَ الرَّجُلُ عَلَى الأَثَرِ فَهُوَ عَلَى الطَّرِيقِ

                Artinya, “Dahulu orang-orang (salaf) mengatakan, “Apabila seseorang berada diatas atsar maka dia berada diatas jalan (yang lurus).” [Shahih. Diriwayatkan oleh al-Mushannif (30)]

               

 

 

 

BAB

PENYEBUTAN KEKHAWATIRAN NABI shallallâhu ‘alaihi wa sallam ATAS UMMATNYA SERTA PERINGATAN BELIAU KEPADA MEREKA AGAR TIDAK MENGIKUTI JALAN UMMAT-UMMAT SEBELUM MEREKA

 

⎏⎏⎏⎏⎏

 

            Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda;

لَيَأْخُذَنَّ أُمَّتِي بِأَخْذِ الأُمَمِ وَالْقُرُونِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ” قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَمَا فَعَلَتْ فَارِسُ وَالرُّومُ ؟ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” وَمَنِ النَّاسُ إِلا أُولَئِكَ ؟

Artinya, “Ummatku benar-benar akan mengambil jalan ummat-ummat dan qurun-qurun (sebelumnya) sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta. Rasulullah ditanya, “Wahai Rasulullah, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Persia dan Romawi?” Rasulullah shallallâhu shallalâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” [Shahih. HR. al-Mushannif (31), dan Al-Bukhâri 7319].

                Dari Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallâhu ‘anhu ia berkata:

لَتَتَّبِعُنَّ أَثَرَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ ، لا تُخْطِئُونَ طَرِيَقَتَهُمْ وَلا تُخْطِئَنَّكُمْ ، وَلَتُنْقَضَنَّ عُرَى الإِسْلامِ عُرْوَةً فَعُرْوَةً ، وَيَكُونُ أَوَّلَ نَقْضِهَا الْخُشُوعُ حَتَّى لا يُرَى خَاشِعًا ، وَحَتَّى يَقُولَ أَقْوَامٌ : ذَهَبَ النِّفَاقُ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ فَمَا بَالُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ؟ لَقَدْ ضَلَّ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا حَتَّى مَا يُصَلُّونَ نَبِيًّهمْ أُولَئِكَ الْمُكَذِّبُونَ بِالْقَدَرِ ، وَهُمْ أَسْبَابُ الدَّجَّالِ ، وَحَقٌّ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُلْحِقَهُمُ بِالدَّجَّال.

Artinya, “Kalian benar-benar akan mengikuti jejak orang-orang sebelum kalian sejajar sendal dengan sendal, kalian tidak terluput jalan mereka dan mereka pun tidak membuat kalian luput. Tali Islam benar-benar akan terlepas seutas demi seutas dan tali yang pertama kali lepas adalah rasa khusyu’ hingga seseorang tidak lagi terlihat khusyu’, hingga beberapa kaum berkata, “Kemunafikan telah hilang dari ummat Muhammad; apa pula urusan shalat lima waktu; Sungguh, telah sesat orang-orang sebelum kita, sehingga mereka tidak shalat [sesuai dengan] shalat Nabi mereka, mereka itu adalah para pendusta takdir, mereka adalah penyebab datangnya Dajjal, dan adalah hak bagi Allah untuk mempertemukan mereka dengan Dajjal.” [Shahih dengan syawahidnya: Diriwayatkan oleh al-Mushannif (35), dan Ahmad 5/251]

                Muhammad bin al-Husain berkata, “Barangsiapa yang memikirkan urusan ummat ini dari orang ‘alim lagi berakal, niscaya ia akan tahu bahwa mayoritas mereka-yang umumnya didominasi orang-orang awam- mengikuti jalan dua ahli kitab dalam pelbagai urusan mereka sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, serta mengikuti jalan kisra, kaisar dan ahli jahiliyyah, misalkan dalam hukum-hukum kesulthananan, buruh, keamiran dan hukum-hukum lainnya. Begitu juga halnya dalam urusan musibah dan kegembiraan, tempat tinggal, pakaian, perhiasan, makan, minum, walimah, kendaraan, pelayan, majelis dan bermajelis, jual beli, penghasilan dari beragam sumber dan semisalnya yang tidak mungkin dicantumkan disini, dimana (hal-hal diatas) berlaku diantara mereka berjalan menyelisihi As-sunnah dan al-Kitab, justru sebaliknya mengikuti langkah orang-orang sebelum kita sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-wallâhul musta’ân-.

                 Alangkah sedikitnya orang yang terbebas dari musibah yang merata ditengah-tengah manusia ini dan tidak ada yang dapat memilah urusan tersebut melainkan orang yang berakal lagi ‘alim yang telah diterdidik oleh ilmu. Semoga Allah memberikan taufiq untuk setiap kebenaran dan kami senantiasa memohon pertolongan kepada-Nya.

 

 

 

 

 

Jember, 6 Rabiul Akhir 1436 H.

 

 

 

[1] Diterjemahkan dari kitab Mukhtashar asy-Syari’ah (Ringkasan kitab Asy-Syari’ah), yang diringkas oleh: Abu ‘Amr ‘Abdul Karim bin Ahmad al-Hajûri. (Abu Halbas, pentj.)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: