//
you're reading...
Aqidah

Berkah Di Jumat Legi


Soal:

Sebagian orang mencari berkah di malam jumat legi? Benarkah keyakinan seperti ini? dan apa arti berkah sebenarnya? Mohon penjelasannya.

 

Jawab:

Jika salah memahami makna berkah, seorang hamba bisa terjatuh dalam pengabdian kepada makhluk bukan kepada Khaliq (Allah), seseorang bisa terjerat dalam jaringan bisnis kotor dari seorang yang mendakwakan dirinya sebagai ‘orang shalih’ untuk meraup ‘salam tempel’ sebanyak-banyaknya. Bahkab, seseorang – wal ‘iyadzubillah – dapat terjatuh dalam jurang kesyirikan.

Berkah itu artinya kebaikan yang banyak atau kebaikan yang tetap dan tidak hilang. Berkah itu hanya bersumber dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan Allah Ta’ala mengkhususkan sebagian berkah-Nya itu kepada seorang hamba atau sesuatu makhluk yang dikehendaki-Nya. Sedang kita, sebagai hamba Allah Ta’ala tidak boleh menetapkan bahwa seseorang itu (misalnya : kiyai anu) atau makhluk itu (misalnya : pohon beringin, keris anu) memiliki berkah, kecuali berdasarkan dengan petunjuk al-Qur’an dan as-Sunnah. Karena hal itu bukan wewenang kita, melainkan wewenang Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Masalah ‘mengambil berkah di malam Jum’at legi dari seorang kiyai atau dari seorang dukun tertentu’ adalah menetapkan sesuatu yang tidak ditetapkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Menetapkan bahwa kiyai ini dan dukun itu memiliki berkah dan menetapkan pula bahwa keberkahan itu ada di Jum’at legi, padahal istilah ‘Jum’at legi’ tidak pernah dikenal dalam Islam.

Ketahuilah, bahwa pengambilan berkah dari seseorang, itu hanya berlaku untuk pribadi Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, tidak lainnya. Alasannya :

1) Para shahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah bertabarruk (meminta berkah) kepada orang selain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, baik semasa hidup beliau atau sesudah wafatnya. Padahal di tengah-tengah mereka ada orang yang terbaik (tershalih) setelah Nabi; seperti Abu Bakar, Umar bin Khaththab, ‘Utsman, ‘Ali, dan lain sebagainya. Mereka meninggalkan perbuatan itu yaitu tidak meminta berkah kepada selain Nabi, menunjukkan bahwa hal itu memang terlarang. Andai hal itu baik, mereka para shahabat pasti telah mendahului kita dalam mengamalkannya, mengingat semangat mereka terhadap kebaikan teramat tinggi.

2) Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam memiliki kekhususan-kekhususan di masa hidupnya, yang tidak dimiliki oleh seorangpun selain beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam. Dengan demikian membolehkan meminta berkah kepada orang shalih dengan beralasan Rasulullahpun pernah diminta berkahnya adalah penganalogian yang keliru.

 

Macam tabarruk(mencari berkah) yang dibolehkan

Di antara macam tabarruk yang diperbolehkan adalah :

1- Membaca al-Qur’an

ﺇﻗﺮﺃﻮﺍ ﺍﻠﻗﺮﺁﻦ ﻔﺈﻧﻪ ﻴﺄﺘﻰ ﻴﻮﻢ ﺍﻠﻘﻴﺎﻤﺔ ﺸﻔﻴﻌﺎ لأﺼﺤﺎﺒﻪ

‘Bacalah al-Qur’an karena (dia al-Qur’an) akan datang sebagai syafaat bagi pembacanya pada hari Kiamat.’ [HR. Muslim 804].

2- Air Zam-zam

Air zam-zam adalah salah satu benda yang memiliki keberkahan. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ﺇﻨﻬﺎ ﻤﺒﺎ ﺮﻜﺔ , ﺇﻨﻬﺎ ﻄﻌﺎﻢ ﻄﻌﻢ

‘Ia adalah air yang berberkah, ia adalah makanan bagi yang (meniatkannya) sebagai makanan.’ [HR. Muslim 2473].

3- Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjid al-Aqsa adalah masjid yang ada berkahnya.

Untuk mendapatkan keberkahan padanya adalah dengan cara mengerjakan amalan-amalan syar’i di dalamnya.

4- Bulan Ramadhan, hari Jum’at, Lailatul Qadar adalah di antara waktu-waktu yang mengandung keberkahan.

Untuk mendapatkan keberkahan padanya, waktu-waktu tersebut harus diisi dengan amalan-amalan syar’i.

5- Amal shalih

Jika ia dikerjakan dengan ikhlash dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, maka ia adalah amal yang mengandung keberkahan. Seperti shalat berjama’ah. Wallahu a’lam.

 

 

 

Jember, 2010

 

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: