//
you're reading...
Fiqih

Duduk Diatas Kubur


Soal:
Mayoritas masyarakat kami, apabila mengiringi jenazah dan masuk di areal pemakaman, mereka berdiri dan duduk-duduk di atas kubur, apakah hal ini dibolehkan? [Abdurrahman]

Jawab:
Menginjak-nginjak makam (kubur) begitu juga duduk-duduk di atasnya adalah dua perbuatan yang diharamkan oleh syariat. Perhatikan hadits berikut ini :

ﻋﻦ ﺠﺎﺒﺮ ﻘﺎﻝ : ﻨﻬﻰ ﺮﺴﻭﻞ ﷲ ﺼﻟﻰ ﷲ ﻋﻟﻴﻪ ﻭﺴﻟﻢ ﺃﻦ ﻴﺠﺼﺺ ﺍﻟﻗﺒﺮ ﻭ ﺃﻦ ﻴقعد ﻋﻟﻴﻪ ﻭ ﺃﻦ ﻴﺒﻧﻰ ﻋﻟﻴﻪ

‘Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melarang melabur (mengapur) kuburan, duduk di atasnya, dan membangun di atasnya.’ [HR. Muslim 3/62].

Larangan pada hadits di atas bukan larangan yang bersifat makruh, tetapi bersifat haram. Karena pada asalnya, larangan itu adalah haram kecuali jika ada dalil lain yang memalingkannya dari yang haram. Dan sampai saat ini, belum kami ketahui adanya dalil yang memalingkannya.

Di samping larangan di atas, terdapat pula ancaman keras atas mereka yang duduk dan berdiri di atas kubur.

‘Duduk di atas bara api bagi kalian hingga terbakar kain dan terkoyak kulitnya lebih baik daripada duduk (dalam riwayat lain : menginjak-nginjak) di atas kuburan.’ [HR. Muslim 3/62, Abu Dawud 2/u71, an-Nasa’i 1/287, dan Ibnu Majah 1/484. Lihat Ahkamul Janâiz 209].

 

 

Kesimpulan

Haram menginjak dan duduk di atas kubur.

 

 

 

Jember,2008

 

 

Abu Halbas Muhammad Ayyub

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: