//
you're reading...
Rehat

Putri Sa’id bin Musayyab


Abu Wada’ah bertutur tentang isterinya (yang baru ia lihat di malam pengantinnya), ‘Ia ternyata, benar-benar wanita paling cantik lagi sempurna dan bahkan keesokan harinya ketika saya akan pergi, ia bertanya, “Mau ke mana?” Saya jawab, “Ke majelis Sa’id (hendak mengikuti pengajian ayah sang isteri, yaitu Sa’id bin Musayyab – red).” Tiba-tiba ia menyahut, “Duduklah di sini, Anda akan saya ajari ilmu Sa’id.” Benarlah apa yang dikatakan oleh penyair, “Tiap pemuda di antara kita tumbuh sesuai dengan kebiasaan yang ditanamkan orang tuanya. Tiada pemuda yang beragama karena kecerdasannya, tapi karena dibiasakan orang tua”.

 

————————

 

š›—–œ

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: