//
you're reading...
Aqidah, Manhaj

Kitab Asy-Syari’ah (8) Bab Memperingati Dari Kelompok-Kelompok Yang Mempertentangkan Sunnah Nabi Shallalâhu ‘Alaihi wa Sallam Dengan Al-Qur`an


  Asy-Syari’ah[1]

Oleh: Imam Abu Bakar Muhammad Bin al-Husain al-Ajurri

(Wafat tahun 360 H.)

 

 

BAB

Memperingati Dari Kelompok-Kelompok Yang Mempertentangkan Sunnah Nabi Shallalâhu ‘Alaihi wa Sallam Dengan Al-Qur`an

⎏⎏⎏⎏⎏

 

 

Muhammad bin al-Husain berkata, “Sepatutnya bagi seorang ahli ilmu dan berakal apabila mendengar seseorang berkata: Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang sesuatu yang benar-benar valid disisi ulama, lalu ada orang jahil yang menentangnya seraya mengatakan, “Aku tidak menerima kecuali apa yang tercantum dalam Kitab Allah ta’ala (Al-Qur`an) saja.” Maka katakan kepadanya, “Engkau adalah laki-laki buruk! Engkau termasuk orang yang diingatkan oleh Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan para ulama.” Dan katakan juga padanya, “Wahai jâhil, sesungguhnya Allah menurunkan kewajiban-kewajiban-Nya secara global dan Dia memerintahkan Nabi-Nya shallallâhu ‘alaihi wa sallam agar menjelaskan kepada orang-orang tentang apa yang diturunkan kepada mereka. Allah ta’ala berfirman:

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (النحل : 44

Dan kami turunkan kepadamu al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan.” (QS. an-Nahl : 44).

            Maka Allah ta’ala menempatkan Nabi-Nya shallallâhu ‘alaihi wa sallam ada pada posisi penjelas dari-Nya dan memerintahkan seluruh makhluk untuk mentaatinya serta melarang mereka bermaksiyat kepadanya. Juga memerintahkan mereka untuk meninggalkan apa yang dilarang olehnya. Allah ta’ala berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا (الحشر: 7

Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. al-Hasyr: 7)

            Kemudian Allah memperingatkan mereka akan (akibat) dari menyelisihi perintah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Allah ta’ala berfirman:

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (النور : 66

Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. An-Nûr: 66).

            Dan Allah ta’ala berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (النساء : 65

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim (pengambil keputusan) terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisa: 65)

            Kemudian Allah memerintahkan kepada makhluk-Nya untuk mentaati beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam pada tiga puluh tempat lebih didalam Kitab-Nya.

               Dan katakan kepada penentang sunnah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam itu, “Wahai jahil, Allah ta’ala berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ (البقرة : 110

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (QS. al-Baqarah : 110) Dimana kamu dapatkan dalam Kitabullah ta’ala bahwa shalat shubuh itu 2 rakaat, Dhuhur 4 rakaat, Ashar 4 rakaat, Maghrib 3 rakaat dan ‘Isya itu 4 rakaat?Dimana kamu temukan (dalam al-Qur`an) tentang hukum-hukum shalat berikut dengan waktu-waktunya. Begitu pula tentang apa saja dapat memperbagusinya serta yang membatalkannya melainkan dari sunnah-sunnah Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam? Yang serupa dengan itu adalah zakat. Dimana kamu temukan dalam Kitabullah ta’ala bahwa dari 200 dirham ada kewajiban zakat sebesar 5 dirham, dari setiap 20 dinar (zakatnya) setengah dinar, dari setiap 40 ekor kambing (zakatnya) seekor kambing, dari 5 ekor unta (zakatnya) 1 ekor kambing, serta hukum-hukum zakat lainnya, dimana kamu temukan ini dalam Kitabullah ta’ala?”

                Begitu juga dengan semua kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan didalam Kitab-Nya, dimana tidak dapat diketahui hukum tentangnya melainkan dengan sunnah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Demikian pendapat semua ulama kaum muslimin. Barangsiapa yang berpendapat selain ini maka ia telah keluar dari agama Islam dan masuk dalam agama orang-orang mulhid (ateis). Kita berlindung kepada Allah dari kesesatan setelah petunjuk. Dan telah diriwayatkan dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan dari para shahabatnya radhiyallâhu ‘anhum seperti apa yang telah aku jelaskan kepada anda, maka ketahuilah hal itu!

عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” لا أَعْرِفَنَّ أَحَدَكُمْ مُتَّكِئًا عَلَى أَرِيكَتِهِ ، يَأْتِيهِ الأَمْرُ مِنْ أَمْرِي ، مِمَّا أَمَرْتُ بِهِ ، أَوْ نَهَيْتُ عَنْهُ فَيَقُولَ : لا نَدْرِي ، مَا وَجَدْنَا فِي كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى اتَّبَعْنَاهُ 

“Dari ‘Ubaidillah bin Abi Râfi’, dari bapaknya, ia berkata: Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan sampai aku mengetahui (mendapati) salah seorang diantara kalian bersandar pada dipannya, lalu datang kepadanya suatu perkara dari perkaraku baik dari perkara yang aku perintahkan maupun yang aku larang, lalu dia berkata, “Kami tidak tahu, apa yang kami dapati dalam Kitabullah itulah yang kami ikuti.” [Shahih. HR. Al-Mushannif (94), Ahmad (6/8,10), Abu Dâwud (4605) At-Tirmidzi (2663) dan Ibnu Mâjah (13).]

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : ” لا أَعْرِفَنَّ أَحَدًا مِنْكُمْ أَتَاهُ عَنِّي حَدِيثٌ ، وَهُوَ مُتَّكِئٌ عَلَى أَرِيكَتِهِ يَقُولُ اتْلُ بِهِ قُرْآنًا

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan sampai aku mengetahui salah seorang diantara kalian datang kepadanya satu hadits dariku, sedang ia tengah bersandar diatas dipan lalu ia berkata: Bacakan al-Qur`an padanya.” [Shahih. HR. Al-Mushannif (96) dan Ahmad (2/483)].

 

عن الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِ يكَرِبَ الْكِنْدِيِّ : عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” أَلا إِنِّي أُوتِيتُ الْكِتَابَ وَمِثْلَهُ ، أَلا إِنِّي أُوتِيتُ الْكِتَابَ وَمِثْلَهُ ، أَلا إِنِّي أُوتِيتُ الْكِتَابَ وَمِثْلَهُ ، أَلا إِنَّهُ يُوشِكُ رَجُلٌ شَبْعَانُ عَلَى أَرِيكَتِهِ يَقُولُ : عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْقُرْآنِ ، فَمَا وَجَدْتُمْ فِيهِ مِنْ حَلالٍ فَأَحِلُّوهُ ، وَمَا وَجَدْتُمْ فِيهِ مِنْ حَرَامٍ فَحَرِّمُوهُ ” وَذَكَرَ الْحَدِيثَ 

Dari al-Miqdâm bin Ma’dikarib al-Kindi, dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya aku telah diberikan al-Qur`an dan yang semisal dengannya. Ketahuilah, sesungguhnya aku telah diberikan al-Qur`an dan yang semisal dengannya. Ketahuilah, sesungguhnya aku telah diberikan al-Qur`an dan yang semisal dengannya. Ketahuilah, bahwa akan ada seorang laki-laki kenyang (gemuk) yang duduk diatas dipannya yang berkata, “Hendaklah kalian berpegang pada al-Qur`an ini; apa yang kalian dapati padanya dari perkara yang halal maka halalkanlah dan apa yang kalian dapati padanya dari perkara haram maka haramkanlah.” [Shahih. HR. Al-Mushannif (97), Ahmad (4/130, 131, 132) Abu Dâwud (4604) dan At-Tirmidzi (2664)]

 

 عَنْ يَعْلَى بْنِ حَكِيمٍ ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ ، أَنَّهُ حَدَّثَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثًا فَقَالَ رَحَدِيثَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَجُلٌ : إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ فِي كِتَابِهِ : كَذَا وَكَذَا فَقَالَ : ” أَلا أَرَاكَ تُعَارِضُ لَّمَ بِكِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى ، رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْلَمُ بِكِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى 

Dari Ya’la bin Hakîm, dari Sa’îd bin Jubair, bahwasanya ia pernah menceritakan satu hadits dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, lalu seseorang berkata, “Sesungguhnya Allah ta’ala berfirman didalam kitab-Nya seperti ini dan itu.” Sa’îd berkata, “Jangan sampai aku melihatmu membenturkan hadits Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dengan Kitabullah ta’ala, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam lebih mengetahui tentang al-Qur`an.” [Shahih. HR. Al-Mushannif (99), dan Ad-Dârimi dalam al-Muqaddimah (610)]

عَنْ عَلْقَمَةَ ، قَالَ : قَالَ عَبْدُ اللَّهِ : ” لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ ، الْمُغَيِّرَاتِ لِخَلْقِ اللَّهِ تَعَالَى ” فَبَلَغَ ذَلِكَ امْرَأَةً مِنْ بَنِي أَسَدٍ يُقَالُ لَهَا أُمُّ يَعْقُوبَ كَانَتْ تَقْرَأُ الْقُرْآنَ فَأَتَتْهُ فَقَالَتْ لهُ : مَا حَدِيثٌ بَلَغَنِي عَنْكَ أَنَّكَ لَعَنْتَ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُتَوَشِّمَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ لِخَلْقِ اللَّهِ تَعَالَى ؟ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ : وَمَا لِي لا أَلْعَنُ مَنْ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى ، فَقَالَتْ : لَقَدْ قَرَأْتُ مَا بَيْنَ لَوْحَيِ الْمُصْحَفِ فَمَا وَجَدْتُ هَذَا ، قَالَ : فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ : لَئِنْ كُنْتِ قَرَأْتِيهِ لَقَدْ وَجَدْتِيهِ ، ثُمَّ قَالَ : ” وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا سورة الحشر آية 7 ” .

Dari Alqamah ia berkata: ‘Abdullah berkata, “Allah melaknat wanita yang mentato dan merenggangkan giginya untuk  keindahan yang merubah ciptaan Allah ta’ala.” Hal ini sampai kepada seorang wanita bani Asad dikenal dengan Ummu Ya’qub. Ia adalah wanita yang rajin membaca al-Qur`an. Maka ia pun mendatangi Ibnu Mas’ûd dan berkata kepadanya, “ Hadits apa yang sampai padaku darimu, bahwa engkau melaknat wanita yang mentato dan yang minta ditato serta yang merenggangkan giginya demi keindahan yang merubah ciptaan Allah ta’ala? ‘Abdullah (bin Mas’ûd) berkata, “Bagaimana aku tidak melaknat orang yang telah dilaknat  oleh Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, sedang hal itu ada didalam Kitabullah ta’ala.” Wanita itu berkata, “Aku telah membaca semua ayat yang ada diantara dua sampul mushhaf, namun aku tidak mendapati ungkapan hal itu.” ‘Abdullah berkata, “Jika engkau benar-benar membacanya, niscaya engkau pasti menemukannya! Kemudia ia membaca firman Allah, “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. al-Hasyr: 7) [Shahih. HR. Al-Mushannif (103), Al-Bukhâri (4886), dan Muslim (2125)]

 

عَنْ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ ، أَنَّهُ كَتَبَ إِلَى النَّاسِ : ” إِنَّهُ لا رَأْيَ لأَحَدٍ مَعَ سُنَّةٍ سَنَّهَا رَسُولُ اللَّهِ

Dari ‘Umar bin ‘Abdul ‘Azîz, bahwasanya ia pernah menulis kepada orang-orang, “Bahwa tidak berlaku pendapat seorang pun dihadapan sunnah yang telah digariskan oleh Rasulullah.” [Hasan. HR. Al-Mushannif (107)]

 

عَنْ مَكْحُولٍ ، قَالَ : ” السُّنَّةُ سُنَّتَانِ : سُنَّةٌ الأَخْذُ بِهَا فَرِيضَةٌ ، وَتَرْكُهَا كُفْرٌ وَسُنَّةٌ الأَخْذُ بِهَا فَضِيلَةٌ ، وَتَرْكُهَا إِلَى غَيْرِ حَرَجٍ

Dari Makhûl, ia berkata: Sunnah itu ada dua: Sunnah yang wajib diambil sedang meninggalkannya adalah kekufuran dan sunnah yang lebih utama untuk diambil namun meninggalkannya tidak berdosa.” [Hasan. HR. Al-Mushannif (108), dan Ad-Dârimi dalam al-Muqaddimah (609)]

 

Muhammad bin al-Husain berkata, “Apa yang aku sebutkan dalam sub ini berupa berpegang teguh pada syariat yang haq serta istiqamah pada apa yang Allah ta’ala anjurkan kepada ummat Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan yang dianjurkan oleh Nabi shalallâhu ‘alaihi wa sallam kepada mereka : Dimana jika orang yang berakal mentadabburinya niscaya ia akan tahu bahwa ia diharuskan berpegang teguh pada Kitabullah, sunnah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, sunnah Khulafaur Râsyidin, semua shahabat radhiyallâhu ‘anhum, semua yang mengikuti mereka dengan cara yang baik, serta para imam kaum muslimin. Meninggalkan jidal (berbantah-bantahan), mira’ (debat kusir), dan khushumat (pertengkaran) dalam agama. Senantiasa menjauhi ahli bid’ah dan pengikutnya serta meninggalkan bid’ah. Sungguh, telah mencukupi bagi kita  ilmu orang yang terdahulu dari imam kaum muslimin yang tidak putus-putusnya mengingatkan tentang mereka dari mazhab ahli bid’ah dan kesesatan. Dan Allah lah yang memberi taufiq pada setiap kebenaran, dan kepadanya kita meminta pertolongan.”

 

 

 

 

 

 

 

Jember,

Jum’at, 11 Sya’ban 1436 H/ 29 Maret 2015

Abu Halbas Muhammad Ayyub

 

 

 

[1] Diterjemahkan dari kitab Mukhtashar asy-Syari’ah (Ringkasan kitab Asy-Syari’ah), yang diringkas oleh: Abu ‘Amr ‘Abdul Karim bin Ahmad al-Hajûri. (Abu Halbas, pentj.)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: